Ini kali keempat aku terpekur dalam rana
nyiur tetap berirama bagai piano alam, dan
karang kokoh membisu dalam cercaan ombak
mendung berkabut memayung menambah pekat rasa
pesisir tak lagi ramah
kepiting tua membisu tertatih membajak pasir
bangau ,masih mengais ikan kering diantara
rekahan lumpur yang mengering
sementara biduk tertidur dalam dengkur
layar dan jaring membisu dalam tali tergantung
gelombang tetap mengombang-ambingkan
kehidupan yang tiada makna ini
aku tulis sajak ini kala anak-anak bertanya
mengapa laut kini semakin kotor?
mengapa pantai tak lagi indah di pandang
dan mengapa angin gunung tiada terdengar lagi
aku tulis sajak ini
kala karang merindukan bisikkan
kala pasir merindukan belaian
serta nyiur rindu pelukan
kau yang hembuskan
haruskah pula kau yang hentikan gejolak
angin yang berhimpit menyesakkan kenangan
karang
nyiur
kepiting tua
biduk yang mendengkur
padamu rindu kugantung
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
smangat...smangat...
baca juga page aku ya..
bagus deh
Assalamu'alaikum.
Puisi yang memiliki pesan yang baik sekali. Namun tatap, beberapa larik dan bait memiliki makna yang sama.
Coba padatkan atau gunakan penggambaran yang labih luas lagi.
nah...pusisi2 kayak gini yag perlu banyak keluar buat menggugah kesadaran akan alam.
sayang bnget kan?smua yg baik, smua yg indah hnya bs dirindukan...
btw,aku suka setiap perangkaian kata demi kata dalam baitnya
nice....
jadi inget puisi saya yang judulnya "NYASAR KE PASAR" soalnya di sana juga dibahas tentang pantani yang gak lagi enak dipandang...
gajebo
KETEMU LAGI KITA
kamu peduli banget yah sama alam... saluuut....!!! alam banget gitu loh.. duh gajebo bgt ya comment w..
membaca puisimu adeeeeeem banget....hehehe