DUA orang sedang duduk di ruangan itu.
“Itu tidak adil. Benar-benar tak adil,” ujar Helena penuh emosi.
“Memangnya apa yang tidak adil menurutmu?” kata wanita yang duduk di depannya seraya menopang dagu.
“Apa maksudmu dengan ini?” ujar Helena. Ia memperlihatkan sebuah rancangan busana pada secarik kertas. “Bukankah ini adalah hasil busana rancanganku. Katamu ini rancangan gagal, tapi mengapa kau tega sekali mencuri rancanganku. Kau sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Kau benar-benar...”
Gue nyium pembangunan motif yang menarik. Kalo yosi_hsn bilang deskripsinya kurang, ini malah kebanyakan buat gue. Kecuali reputasi ato performa Summer misalnya, emang jadi elemen substansial di cerita. Pasalnya demikian.
Narasi sedemikian panjang tentang perseteruan Nagita vs Santi vs Helena pasti tidak akan (atau tidak boleh) berakhir dengan Nagita ato Helena terseret jadi tersangka, kecuali perjalanan untuk membuktikannya yang nanti jadi andalan. _Red herring_ yang bagus. Sudah ada hadiah bawahan ke atasan, kebencian, pencurian pasangan; tinggal nendang.
Dan siapapun pelakunya, dia tidak bertopeng, tidak asal tembak, menikmati ato tidak menjauhi proses membunuh, dan Santi mengenalnya. Sayang tidak disebutkan suara pembunuhnya berfrekuensi tinggi ato rendah, padahal pencerita pake _3rd person POV_.
Jangan-jangan, ini ulah Si Roman?
Inilah asiknya. Gue sampe ngembangin spekulasi ndiri. Habis, penembakannya muncul di blakang, sih.
Cukup bagus, walaupun sedikit terasa kurang deskripsi (sama seperti yang lain).
Mungkin bisa mencoba untuk lebih mendalami karakter? Saya lihat kebanyakan (atau semua?) tokohnya perempuan. Tapi tokohnya masih terasa "laki-laki". Mungkin karena saya perempuan dan yang nulis laki-laki.
Bukannya saya mampu lho. Saya juga masih punya masalah yang sama. ^^
Hmm, bro, pembukaannya mungkin bisa dikembangin lagi. Mungkin bisa dimulai dengan deskripsi ruangan dan dua orang itu. Ruangan interogasi beda kan dengan ruangan designer?
btw, ditunggu lanjutannya .
p.s: kalo saya mau kasih point 7 tapi kalo point-nya 5, maaf ya. dari tadi browser saya agak error.
Wow cerita drama yah? Penulisannya bagus tapi menurutku terlalu cepat memasukannya dalam kejadian, biasanya selama gw baca Cerita Drama itu biasanya memunculkan juga perasaan dan emosi karakter itu sendiri, jadi agar lebih terasa lagi.
Hehehehe... tapi rasa2nya baca ini seperti sedang nonton di televisi, apa mungkin karena tidak mengemukakan emosi dan perasaannya sebelum berdialog?
tulisannya bagus tapi ceritanya klasik dan kurang detail.
terlalu cepat hendak dibawa ke kejadiannya.
Saya ingin tahu juga bagaimana hubungan nagita sama helena. Bagaimana pembicaraan mereka dll. Dan kayaknya nggak logis ah melihat santi yang seperti itu bisa seenaknya masuk kantor bosnya ^-^;
Lampu kamarku mati tiba-tiba
Kepanikan lalu muncul dan meracuni raga
Menggelontorkan keberanian,
Membekapku dengan ketakutan
Tapi, wajahmu kian ... lanjut baca
Aku adalah perwujudan kuat dari metaforamu…
Fokus pikiranmu...
Akibat dari mutilasi cintamu...
Solusi amarahmu...
Cahaya dalam kegelapanmu...
P ... lanjut baca
[b]SORE ITU[/b], di Desa Matakali, langit yang tadinya cerah berubah temaram—gelap. Awan-awan yang tadinya terbagi-bagi sambil sesekali tersenyum di ... lanjut baca
[i]"Tapi...inilah petualangan, Aku melangkah ke dalam ruang ketidak-tahuan. Kusadari sepenuhnya, ada bahaya disekitarku. Kuakui lebih merupakan bayang ... lanjut baca
Kulihati tiap detak jam yang kuletakkan di atas mejaku itu melaju dengan sangat lambat, seumpama ketiga jarum jam itu dengan malasnya melakukan tugasn ... lanjut baca
KETIKA bangun, dia bingung akan semuanya. Dia bingung ketika melihat apa yang tertangkap oleh indra penglihatannya itu. Bingung dengan semua pertanyaa ... lanjut baca
SUDAH 63 tahun sejak proklamator kita, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk kali pertama mengumandangkan proklamasi yang melambangkan kemerdekaan bangsa ... lanjut baca
ALBERT mendengarkan dengan tenang semua kontra itu sambil menatap ke depan, ke arah hutan homogen pepohonan pinus yang tumbuh teratur berderet bak man ... lanjut baca
“Bulan adalah rahasia malam pembentuk cahaya setara aurora.”
LANGIT malam itu cerah sekali. Sinar rembulan yang berpadu dengan kerlap-kerlip bi ... lanjut baca
HARI-hari cepat berlalu kemudian berganti dari minggu lalu ke bulan, membuat kondisi psikis Awan juga kian menyedihkan.
Sudah sekitar enam hari lam ... lanjut baca
II
DUA orang polisi tanpa seragam formal sedang mengobrol di sebuah ruangan, sementara beberapa polisi berseragam, hilir mudik di ruangan tersebut. ... lanjut baca
I
British Airways Boeing 757, masih melayang bebas di angkasa bak seekor rajawali besi yang terbang menembus awan yang sunyi sepi. Beberapa kali te ... lanjut baca
II
Beberapa orang terlihat sibuk menghisap rokoknya dengan penuh kenikmatan di sebuah ruangan yang dibatasi oleh sekat-sekat kaca yang mencolok dan ... lanjut baca
kita, berdiri bersampingan.
tapi, kenapa kita seperti dua orang asing?
dulu..
bukankah kita sahabat lama?
tapi kenapa kita tak berpelukan mesra? ... lanjut baca
Suatu hari di kota kuno Afkar, hiduplah dua orang terpelajar yang saling membenci dan selalu merendahkan penalaran yang lain. Salah satu dari mereka m ... lanjut baca
Di suatu siang yang cerah dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi, sebuah percakapan dua orang iseng dimulai.
A : Siang-siang gini emang paling ... lanjut baca
Di suatu siang yang cerah dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi, dalam perjalanan pulang setelah kuliah dua orang mahasiswa bego terlibat dalam seb ... lanjut baca
Dua orang sahabat bertutupan mata
Dipertemukan pelangi di bening telaga
Berjalan menyisir
Dia di jalan biru, yang lain di jalan merah
Tapi jiwa me ... lanjut baca
III
Tommy kembali ke kursinya dan mendapati Albert Edison duduk dengan tangan yang menopang dagunya. Sambil melihat kembali identitas keempat orang ... lanjut baca
*garuk-garuk kepala sambil tengok kiri kanan
"Enggak ada orang! Manjat aaaaaah!!! HUP!"
*tengok kiri kanan
"Diliat dari atas sini juga kagak ... lanjut baca
Baru membaca yang bagian 1. Untuk apresiasiku atas ceritamu, aku nilai 8.
Sekarang mau lanjut baca bagian 2.
Gue nyium pembangunan motif yang menarik. Kalo yosi_hsn bilang deskripsinya kurang, ini malah kebanyakan buat gue. Kecuali reputasi ato performa Summer misalnya, emang jadi elemen substansial di cerita. Pasalnya demikian.
Narasi sedemikian panjang tentang perseteruan Nagita vs Santi vs Helena pasti tidak akan (atau tidak boleh) berakhir dengan Nagita ato Helena terseret jadi tersangka, kecuali perjalanan untuk membuktikannya yang nanti jadi andalan. _Red herring_ yang bagus. Sudah ada hadiah bawahan ke atasan, kebencian, pencurian pasangan; tinggal nendang.
Dan siapapun pelakunya, dia tidak bertopeng, tidak asal tembak, menikmati ato tidak menjauhi proses membunuh, dan Santi mengenalnya. Sayang tidak disebutkan suara pembunuhnya berfrekuensi tinggi ato rendah, padahal pencerita pake _3rd person POV_.
Jangan-jangan, ini ulah Si Roman?
Inilah asiknya. Gue sampe ngembangin spekulasi ndiri.
Habis, penembakannya muncul di blakang, sih.
makasih untuk semua komentarnya...
sangat membantu untuk kedepannya bagi saya.... ^^
Cukup bagus, walaupun sedikit terasa kurang deskripsi (sama seperti yang lain).
Mungkin bisa mencoba untuk lebih mendalami karakter? Saya lihat kebanyakan (atau semua?) tokohnya perempuan. Tapi tokohnya masih terasa "laki-laki". Mungkin karena saya perempuan dan yang nulis laki-laki.
Bukannya saya mampu lho. Saya juga masih punya masalah yang sama. ^^
Hmm, bro, pembukaannya mungkin bisa dikembangin lagi. Mungkin bisa dimulai dengan deskripsi ruangan dan dua orang itu. Ruangan interogasi beda kan dengan ruangan designer?
btw, ditunggu lanjutannya
.
p.s: kalo saya mau kasih point 7 tapi kalo point-nya 5, maaf ya. dari tadi browser saya agak error.
Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^
Wow cerita drama yah? Penulisannya bagus tapi menurutku terlalu cepat memasukannya dalam kejadian, biasanya selama gw baca Cerita Drama itu biasanya memunculkan juga perasaan dan emosi karakter itu sendiri, jadi agar lebih terasa lagi.
Hehehehe... tapi rasa2nya baca ini seperti sedang nonton di televisi, apa mungkin karena tidak mengemukakan emosi dan perasaannya sebelum berdialog?
BTW Good Work... Nice one... lanjut yah...
tulisannya bagus tapi ceritanya klasik dan kurang detail.
terlalu cepat hendak dibawa ke kejadiannya.
Saya ingin tahu juga bagaimana hubungan nagita sama helena. Bagaimana pembicaraan mereka dll. Dan kayaknya nggak logis ah melihat santi yang seperti itu bisa seenaknya masuk kantor bosnya ^-^;