Saya suka ceritanya. Saya tunggu sambungannya nya. cuma bagi saya, ada ganjalan pada saat membaca senyum khas. saya tidak mendapatkan model senyumannya. Sukses buat anda. salam kenal dari saya.oke
Scene yang rapi menurutku.
Tinggal masalah dialognya saja. Di beberapa bagian masih terasa terlalu kaku. Dialog dengan bahasa baku memang gampang-gampang sulit. Bisa terasa enak dan luwes, bisa terasa kaku seberti text book.
Contoh: dalam scene pembahasan teh, kata-kata yang dipilih jadi terasa seperti bacaan dari buku teks pembuatan teh. Kaku dan deskriptif. Lebih pantas dipakai sebagai tulisan dalam paragraf paparan ilmiah daripada sebuah dialog. Yang baca jadi agak bosan. Mungkin bisa lebih diluweskan melalui pemilihan kata, penambahan kata pemanis, dan sebagainya.
Bukan berarti saya lebih ahli untuk soal ini ya... Cuma sekedar mengungkapkan yang dirasakan.
Oya, konsistensi sudut pandang penceritaan juga agak membingungkan. Awal cerita menggunakan sudut pandang James, tapi di bagian tengah, sudut pandang seperti berubah sekejap ke Marie.
Coba baca ulang sekali lagi dengan teliti.
Keep up your good work, bro...^_^
kupikir kamu suka hal yg detail. dan yang pasti suka baca? klo ga suka baca, akan banyak informasi yang mungkin tidak ditampilkan di sini. btw, jangan hanya di post di dunia maya. jadikan buku ya
"Death Can't Be Stopped Until You Die."
Yes, I agree with that.
mengambil lokasi cerita di luar tempat penulis tinggal suatu hal menarik sepanjang bukan tempelan. tentu ada maksud tertentu mengapa seorang penulis menerakan lokasi tertentu dalam cerita. misal, membangun karakter para pelaku. begitu juga dengan penamaan para pelaku memiliki kesamaan fungsi.
apakah pengambilan lokasi cerita dan penamaman pelaku memiliki maksud tertentu, sudah barang tentu, kita tidak perlu mementukan saat ini karena cerita masih bersambung, tentunya.
kayaknya pelampiasan rasa sayang masih kekanak-kanakan untuk seorang yang hidup di "barat"
catatan: sudah barang tentu jangan dimasukin hati tentunya. he he he
karena masih ada sambungannya, saia belum tahu mau komentar apa. Kayak nonton film yg belum selesai, minimal bilang bagus atau enggak, suka atau enggak juga susah.
But, the title is ur punchline.
It reflect ur sense of humour.
^o^;
Menurut saya, cerita ini karya sastra. Seperti punya Pramoedya, sambil membaca kita harus merangkum dan membayangkan sendiri mau kemana cerita ini akan berlanjutnya.
Saran saya, jangan terlalu banyak tokoh, mungkin pembaca akan lupa dengan tokoh si frank di cerita sebelumnya.
Saya suka dengan awal cerita yang natural.
Enaknya sich dibaca dalam media cetak.
Top banget!
ahh,, ga seruu
bagiian pertama inii
isinya ngebahass tehh'
dwann . .
maless bacanayyaa . .
hahahaha . .
tapii bahasa - bahasa yang digunainn mantebb
udahh kaiia penulis cerita luar negri gituhh dee
tar gw baca dollo sambungannya yahh
keren pa gakk
hahaha..
sukses yahhh . .
Lampu kamarku mati tiba-tiba
Kepanikan lalu muncul dan meracuni raga
Menggelontorkan keberanian,
Membekapku dengan ketakutan
Tapi, wajahmu kian ... lanjut baca
Aku adalah perwujudan kuat dari metaforamu…
Fokus pikiranmu...
Akibat dari mutilasi cintamu...
Solusi amarahmu...
Cahaya dalam kegelapanmu...
P ... lanjut baca
[b]SORE ITU[/b], di Desa Matakali, langit yang tadinya cerah berubah temaram—gelap. Awan-awan yang tadinya terbagi-bagi sambil sesekali tersenyum di ... lanjut baca
[i]"Tapi...inilah petualangan, Aku melangkah ke dalam ruang ketidak-tahuan. Kusadari sepenuhnya, ada bahaya disekitarku. Kuakui lebih merupakan bayang ... lanjut baca
Kulihati tiap detak jam yang kuletakkan di atas mejaku itu melaju dengan sangat lambat, seumpama ketiga jarum jam itu dengan malasnya melakukan tugasn ... lanjut baca
KETIKA bangun, dia bingung akan semuanya. Dia bingung ketika melihat apa yang tertangkap oleh indra penglihatannya itu. Bingung dengan semua pertanyaa ... lanjut baca
SUDAH 63 tahun sejak proklamator kita, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk kali pertama mengumandangkan proklamasi yang melambangkan kemerdekaan bangsa ... lanjut baca
ALBERT mendengarkan dengan tenang semua kontra itu sambil menatap ke depan, ke arah hutan homogen pepohonan pinus yang tumbuh teratur berderet bak man ... lanjut baca
“Bulan adalah rahasia malam pembentuk cahaya setara aurora.”
LANGIT malam itu cerah sekali. Sinar rembulan yang berpadu dengan kerlap-kerlip bi ... lanjut baca
HARI-hari cepat berlalu kemudian berganti dari minggu lalu ke bulan, membuat kondisi psikis Awan juga kian menyedihkan.
Sudah sekitar enam hari lam ... lanjut baca
I can't stop loving you
'Coz you're so divine ...
Aku tak bisa berhenti mencintaimu; jemariku. Sudah terlampau dalam. Dan pada kedalamannya, kau ... lanjut baca
Adia
Aku menenteng dua kantong kertas yang penuh sesak dengan hasil belanjaan di supermarket tadi pagi, lalu dengan ujung siku menekan pegangan pin ... lanjut baca
“ Vian! “
Arviana mengeluh pelan. Dia sudah berusaha menghindar dari Kyan hari ini dengan datang ke kantor pagi-pagi. Pengalamannya yang kemar ... lanjut baca
terkilir?
ada sesuatu kah?
sepatu bot?
interesting
Saya suka ceritanya. Saya tunggu sambungannya nya. cuma bagi saya, ada ganjalan pada saat membaca senyum khas. saya tidak mendapatkan model senyumannya. Sukses buat anda. salam kenal dari saya.oke
huhuhu..
^^
(lagi musuhan ama lo)
Scene yang rapi menurutku.
Tinggal masalah dialognya saja. Di beberapa bagian masih terasa terlalu kaku. Dialog dengan bahasa baku memang gampang-gampang sulit. Bisa terasa enak dan luwes, bisa terasa kaku seberti text book.
Contoh: dalam scene pembahasan teh, kata-kata yang dipilih jadi terasa seperti bacaan dari buku teks pembuatan teh. Kaku dan deskriptif. Lebih pantas dipakai sebagai tulisan dalam paragraf paparan ilmiah daripada sebuah dialog. Yang baca jadi agak bosan. Mungkin bisa lebih diluweskan melalui pemilihan kata, penambahan kata pemanis, dan sebagainya.
Bukan berarti saya lebih ahli untuk soal ini ya... Cuma sekedar mengungkapkan yang dirasakan.
Oya, konsistensi sudut pandang penceritaan juga agak membingungkan. Awal cerita menggunakan sudut pandang James, tapi di bagian tengah, sudut pandang seperti berubah sekejap ke Marie.
Coba baca ulang sekali lagi dengan teliti.
Keep up your good work, bro...^_^
kupikir kamu suka hal yg detail. dan yang pasti suka baca? klo ga suka baca, akan banyak informasi yang mungkin tidak ditampilkan di sini. btw, jangan hanya di post di dunia maya. jadikan buku ya
"Death Can't Be Stopped Until You Die."
Yes, I agree with that.
mengambil lokasi cerita di luar tempat penulis tinggal suatu hal menarik sepanjang bukan tempelan. tentu ada maksud tertentu mengapa seorang penulis menerakan lokasi tertentu dalam cerita. misal, membangun karakter para pelaku. begitu juga dengan penamaan para pelaku memiliki kesamaan fungsi.
apakah pengambilan lokasi cerita dan penamaman pelaku memiliki maksud tertentu, sudah barang tentu, kita tidak perlu mementukan saat ini karena cerita masih bersambung, tentunya.
kayaknya pelampiasan rasa sayang masih kekanak-kanakan untuk seorang yang hidup di "barat"
catatan: sudah barang tentu jangan dimasukin hati tentunya. he he he
karena masih ada sambungannya, saia belum tahu mau komentar apa. Kayak nonton film yg belum selesai, minimal bilang bagus atau enggak, suka atau enggak juga susah.
But, the title is ur punchline.
It reflect ur sense of humour.
^o^;
Menurut saya, cerita ini karya sastra. Seperti punya Pramoedya, sambil membaca kita harus merangkum dan membayangkan sendiri mau kemana cerita ini akan berlanjutnya.
Saran saya, jangan terlalu banyak tokoh, mungkin pembaca akan lupa dengan tokoh si frank di cerita sebelumnya.
Saya suka dengan awal cerita yang natural.
Enaknya sich dibaca dalam media cetak.
Top banget!
ahh,, ga seruu
bagiian pertama inii
isinya ngebahass tehh'
dwann . .
maless bacanayyaa . .
hahahaha . .
tapii bahasa - bahasa yang digunainn mantebb
udahh kaiia penulis cerita luar negri gituhh dee
tar gw baca dollo sambungannya yahh
keren pa gakk
hahaha..
sukses yahhh . .