Kamera menyorot sebuah gunung tandus besar berwarna kemerahan. Lalu tiba-tiba sebuah misil mengenai gunung itu dan meratakannya dengan tanah sekitar.Kamera beralih pada kepala Sebuah robot raksasa berwarna hitam yang terus menembakkan misil dari punggungnya. Di hadapannya, sebuah pesawat berbentuk seperti helikopter meliuk-liuk menghindari hujan misil.
Helikopter itu menghindari tembakan misil dengan terbang tinggi untuk selanjutnya menukik sambil melepaskan tembakan misil. Robot raksasa itu menghindar dengan cepat dan mengayunkan sebuah beam saber yang akhirnya membelah helikopter menjadi dua bagian.
Komputer
ALL DATA LOST, GAME OVER.
Int. Battle Cockpit
Seorang pemuda berambut pendek membuka helm yang dia kenakan dengan kesal. Ditatapnya layar dihadapannya. Di layar terlihat tulisan besar yang berkelap-kelip. Dia baru saja dihancurkan oleh seorang pemain lain. Perlahan-lahan, dia keluar dari ruang cockpit.
Int. Game Center
Tiga Puluh Battle Cockpit berjejer dalam Game Center itu. Para pemain terlihat lalu lalang. Ada yang duduk di sudut Game Center sambil menikmati minuman. Yang lain tengah menggunakan komputer di sudut lain game center. beberapa orang lain terlihat berbincang-bincang di counter. Satu hal yang sama dari mereka adalah mereka memegang benda yang sama. Sebuah Port.
Port adalah benda kecil berbentuk persegi dan sekilas terlihat sangat mirip dengan Flash Disk. cara menggunakannya pun mirip dengan Flash disk. Tapi fungsinya agak sedikit berbeda. Meski keduanya berfungsi untuk menyimpan data. Port berfungsi untuk menyimpan data account dan data Gear. Gear adalah sebuah robot dalam dunia virtual yang digunakan dalam permainan Alumina Online.
Jadi, Mereka semua adalah seorang pemain game atau lebih sering disebut sebagai Driver.
Seorang gadis terlihat berjalan menuju counter. Dia adalah Fitria atau dalam Alumina Online (AO) lebih dikenal sebagai Zera. Rambutnya yang panjang dan hitam bergerak seirama dengan langkahnya. Dia masih dibalut dengan pakaian sekolah berwarna putih dan rok hijau. Dilihat sekilas, dia terlihat seperti gadis rumahan dan lemah. Tapi, dia adalah salah satu pemain terbaik di Game Center ini. Semua member Game Center ini tahu siapa dia.
Fitria, Codename Zera
Ada tempat kosong?
Penjaga Counter, Rudy
Cockpit 21 kosong.
(Menyerahkan sebuah helm berwarna merah muda.)
Int. Battle Cockpit 21
Fitria memasang helm khusus miliknya lalu menekan beberapa tombol di keyboard. Sebuah gambar robot mengacungkan pedang muncul di layar. Fitria lalu mengetikkan id dan passwordnya.
komputer
SELAMAT DATANG DRIVER Zera. ZONE 5. FIELD MINE, NEGATIVE. ONLINE PLAYER 54. 5 GUILD ONLINE. ALL SYSTEM READY... DRIVE!
Zera
(Bergumam seolah berkata pada diri sendiri)
54 orang. Sepertinya akan sedikit menarik.
Fade Out
Fade In
Ext. Battle Area
Robot raksasa yang dikendarai oleh Zera menembakkan senjata di tangannya. Di sekelilingnya terlihat bangkai beberapa Gear milik pemain lain yang telah dia jatuhkan. Diperiksanya Radar di sebelah kirinya. Sebuah layar kecil berbentuk lingkaran dengan garis hijau seperti sarang laba-laba dengan titik merah yang terus berdatangan ke segitiga di tengah radar. Zera tersenyum tipis lalu kembali menekan tombol di controller. Beberapa gear kembali tergeletak tanpa daya.
Zera menekan beberapa tombol di keyboard. Gear yang dia kendarai lalu mengeluarkan ratusan misil dalam posisi siap tembak. Dia sedang menanti semua musuh datang mendekatinya untuk akhirnya dia hancurkan sekaligus.
Tapi, sepertinya apa yang dia harapkan tidak terjadi. Musuh-musuh itu tidak pernah sampai di tempatnya. Dengan heran, Zera melihat di radar.
Zera
Apa yang terjadi?
Jumlah musuh yang bergerak ke arahnya terus berkurang hingga akhirnya hanya ada satu titik di radar. Titik itu lalu bergerak dengan sangat cepat ke arahnya. Tanpa sempat berbuat apa-apa, sebuah misil tepat mengenai kepala Gear milik Zera.
Komputer
HEAD DATA LOST, GAME OVER.
Fade Out
Fade In
Int. Counter Game Center
Dengan bersungut-sungut, Fitria mengembalikan helmnya pada Rudy untuk disimpan.
Rudy
Aku tidak percaya apa yang baru saja terjadi.
Fitria
(Cemberut)
Berisik ah...
Rudy
Ternyata Zera yang tidak pernah kalah bisa dijatuhkan hanya dengan Normal Misil.
Fitria
Ugh...
(Menatap tajam Rudy dengan kesal lalu berkata dengan nada mengancam)
Memangnya kamu mau apa? Berhenti mengejekku.
Rudy
Tidak usah marah seperti itu dong.
(Tersenyum lalu mencoba menggoda)
Kamu tidak penasaran dengan orang itu?
Fitria
Penasaran sih iya. Tapi memangnya kamu bisa membeberkan data player? Ketahuan ama bos kamu bisa dipecat.
Rudy
(tertawa panjang)
Itu kan kalau ketahuan.
(tertawa terkekeh-kekeh)
Jadi, kamu mau tahu atau tidak?
Fitria
Memangnya kamu tahu dia siapa?
Rudy
Tentu saja aku tahu.
Fitria
Benarkah?
Rudy
Kamu meragukan kemampuanku?
(berpura-pura marah)
Kalau begitu aku tidak akan kasih tahu.
Fitria
(Tertawa kecil)
Maaf deh. Aku bukannya meragukan kamu.
(tersenyum)
Jadi, kamu tahu apa?
Rudy
Dia maen di Game Center ini kok.
Fitria
Benarkah?
(berpikir sejenak)
Kalau begitu, kamu pasti punya data account dia.
Rudy
(Menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu memutar layar monitor di sampingnya, memperlihatkan data yang dia punya pada Fitria)
Sebenarnya tidak ada. Dia masih belum punya account.
Fitria
(setengah berteriak karena terkejut)
Aku baru saja dikalahkan oleh newbie!!?
Rudy
Tepat sekali.
Fitria
(Tertunduk dalam dengan lesu.)
Aku baru saja dikalahkan oleh newbie. Aku dikalahkan oleh newbie. Dikalahkan oleh newbie.
(Terus mengulangi kata yang sama)
Rudy
(Menepuk punggung Fitria)
Jangan seperti itu dong.
Fitria
(Mendongakkan kepalanya lalu menatap Rudy dengan ekspresi sangat sedih dan ingin menangis)
Aku dikalahkan oleh newbie.
Rudy
(Menggaruk kepalanya)
Memang iya sih. kamu dikalahkan oleh newbie dengan telak.
Fitria
(Semakin down mendengar perkataan Rudy. Kembali tertunduk dan terus mengulangi perkataannya)
Aku dikalahkan oleh newbie. Aku dikalahkan oleh newbie.
Rudy
Sudahlah. Tidak ada yang tahu kok. Tadi waktu kamu ditembak, aku mengalihkan kamera spectator ke arah lain. Jadi tenang saja.
Fitria
(Menatap Rudy dengan sedikit berbinar)
Benarkah?
Rudy
Tentu saja
Fitria
Tidak ada yang tahu?
Rudy
Yang tahu hanya aku, kamu, dan driver newbie itu.
Fitria
(menyeringai)
Jadi...
Rudy
(Heran melihat Fitria)
Fitria
Kalau kamu dan orang itu mati, tidak akan ada yang tahu.
(Tertawa licik dangan tatapan mata kosong)
Rudy
(Mundur beberapa langkah karena terkejut)
Woiks... Kamu mau membunuhku?
Fitria
(Tertawa menyeramkan)
he...he...he... Ada kata-kata terakhir?
Rudy
(Menelan air liurnya)
Tunggu dulu!
(Menunjuk ke arah seorang pemuda yang berjalan ke counter)
Dia datang. Orang itu datang. Kamu bunuh dia saja. jangan aku.
Pemuda itu melepas helmnya dan langsung duduk di samping Fitria. Namanya adalah Addang. Rambutnya tebal berwarna hitam. Matanya biru dengan bibir selalu tersenyum. Berbeda dengan kebanyakan driver di sana yang mengenakan seragam sekolah, dia mengenakan kaos biru dan celana jeans.
Addang
(mengembalikan helm pada Rudy yang bergerak perlahan, berusaha menjaga jarak dengan Fitria)
Ternyata permainan ini seru.
(tersenyum lalu berbalik ke arah Fitria sambil tetap tersenyum)
Kamu sudah pernah coba main? Bagus lho permainannya.
Fitria
(kembali menguasai emosinya begitu melihat senyum addang)
eh?
Addang
Kamu sudah coba main permainan itu?
(Menunjuk monitor spectators di atas kepala Rudy yang memperlihatkan pertarungan beberapa gear)
Fitria
Oh... Tentu saja sudah.
Addang
(Tersenyum sambil mengulurkan tangan)
Perkenalkan, aku Addang. Aku baru saja pindah ke kota ini jadi belum tahu apa-apa.
Fitria
(Menyambut tangan Addang)
Aku Fitria.
Addang
Nama yang bagus.
Fitria
(Salah tingkah)
Eh?
Rudy
(batuk dengan sengaja)
Jadi, kamu mau beli port?
Addang
Port?
Rudy
Benda yang tadi aku pinjamkan. Yang bentuknya seperti flash disk itu.
Addang
Oh... Harganya berapa?
Rudy
Rp. 152.000. Itu sudah termasuk parts dasar Gears.
Addang
(Terkejut)
Aku tidak punya uang sebanyak itu.
Rudy
(menggaruk kepala)
Bagaimana yah. Aku mau sih memberimu diskon, tapi aku bisa dibunuh bos ku.
Fitria
(Seolah tidak perduli)
Kasih saja stock sisa musim penjualan lalu. Bukankah masih ada sisanya beberapa buah. Lagi pula, tidak mungkin ada yang mau pakai kan?
Rudi
(mengingat sesuatu lalu tunduk dan mencari-cari sesuatu di bawah meja counter)
Aku punya sesuatu di sini.
Addang
(Tersenyum)
Terima kasih ya.
Fitria
Untuk apa?
Addang
Ah... Tidak apa-apa
Rudy
(Memperlihatkan benda yang dia cari-cari.)
Ini dia
(Rudy memperlihatkan sebuah port yang masih dbungkus plasti berdebu.)
Ini sisa stock musim penjualan lalu. Ambil saja, toh Bos juga tidak akan marah.
Addang
Wow... Terima kasih.
(Bangkit dari tempat duduknya dan bersiap pulang)
Fitria
Kamu sudah punya account?
Addang
(Mematung)
Ti...Tidak.
Fitria
Kamu sudah bisa assembling?
Addang
(Berbalik dengan kaku)
Tidak.
Fitria
Sudah punya parts?
Addang
(Berbalik sepenuhnya dengan tampang bengong)
Tidak.
Fitria
Payah...
Addang
(Menggaruk kepala)
Aku baru tahu permainan ini tadi.
Fitria
(Menarik tangan Addang ke arah komputer di sudut Game Center)
Ikut aku!
Fitria duduk di salah satu komputer lalu memasukkan port milik Addang. Sebuah batangan proses berwarna hijau terisi dengan cepat lalu di layar muncul form yang harus di isi. Fitria mengisi semua form sesuai dengan jawabab Addang hingga tiba pada form terakhir.
Fitria
(Berbalik)
Codename?
Addang
(Berpikir sejenak)
Zero
Fade out
To be continued
(i hope so...)
Beberapa istilah:
-Alumina Online (AO) = Salah satu game online dari Jepang yang populer di tahun 2013.
-Port = USB Flasdisk berkapasitas 4 GB yang digunakan untuk menyimpan data Gear pemain AO.
-Gear = Robot virtual yang dikendalikan untuk bertempur dalam AO.
-Parts = Bagian-bagian dari Gear yang didownload dan di Assemble dengan Gear Assembling Tool.
-Gear Assembling Tool = Software untuk merakit Gear dari parts.
-Assembling = Proses perakitan Gear.
-Battle Area = Area pertemuran AO. terbagi atas tiga tingkatan. Zona Prefektur, Zona Negara, Zona internasionak.
-Battle Cockpit = Media permainan AO berupa ruangan kecil dengan tiga buah layar berbentuk seperti kokpit pesawat.
wah ceritanya menarik nih semoga aja bisa kayak star wars atau space odyysey, kalo sudut kamera saia istilah tekniknya sama yg ada yg di Godfather dan citizen kane juga film-film sejenis seperti itu tapi disesuaikan ama kondisi http://ehenmaru.multiply.com/journal/item/56/Tentang_SinemaFilm
ada penjelasannya disitu kok tentang pembuatan film yang baik
Untuk cerita, gue gak komen--kita butuh minimal sinopsis untuk tujuan ini. Untuk visualisasi, ada 6 _scene_ dan yang terakhir hanya berisi dialog, tanpa deskripsi set sama sekali. Sebaliknya, di scene 2, yang gak cetak miring susah banget dibayangin nongol di depan kamera.
Ada konvensi yang harus dipenuhi, dan itu bukan masalah tuntutan standardisasi ato atas permintaan produser yang rewel, melainkan untuk memudahkan pekerjaan semua orang yang terlibat dalam produksi, dari tukang dolly sampe tukang listrik. Kecuali kalo barang ini mau disutradarai, dibintangi, diisi-suara, disyut, dispesial-efeki sendiri.
Aku dapat tips baru, sebuah skenario terutama yang untuk di-submit ke produseritu tidak perlu memiliki sudut kamera dan kata-kata di dalam tanda kurung yang ijo itu).
Mau tahu pendapatku tentang cerita ini? Kok, mirip banget dengan Breake-Age, ya? Komik karya Zhiemay Batow. Terinspirasi dari situ, kah?
wew...
Edit pertama
thanx atas infonya...
Thanks to senior Elyasa yang telah memberi nasehat dan ilmunya.
@ Senior dirgita, ini bukan dari sana. Tapi memang mirip. ;p
@ senior hirokakkuen, memang dapat judul dari situ kok. Lagunya Alumina by nightmare OST Death Note
Chapter 7: If perchance I Could Have Become a Comet
22 Januari 3504
Aku hanya bisa melihat Aura terbaring tak berdaya. Setelah pertempuran melawan ... lanjut baca
Chapter 6: Arrival
21 April 3506, 01:00 PM, Mess Hall Aquatids
Eko berjalan mondar-mandir dengan gelisah di depan pintu mess hall Aquatids. Dia ... lanjut baca
Chapter 5: KX-1991 series 00
21 Januari 3504
Dengan agak kesulitan, aku berjalan melewati hutan buatan kapal penyelamat tempatku terdampar. Dar ... lanjut baca
Namaku Arcanaide...
Nama yang bagus bukan. Aku sangat suka dengan namaku. Nama itulah satu-satunya peninggalan orangtuaku. Jadi bagaimanapun, aku s ... lanjut baca
Chapter 4: Wings of Words
21 April 3506, Ruang Kendali Aquatids
Adam tersenyum simpul sambil mengamati delapan layar raksasa di hadapannya. Masing ... lanjut baca
Ano toki no watashiwa nani ni kandoushite nani ni manzokushite
Jibun wo rikaishitteitano?
Mou kore ijyou arukenai watashiwa
ççç
Doko kade ki ... lanjut baca
Mimpi… adakah akhir dari mimpi… mimpi indah, mimpi buruk… mimpi berakhir ketika pemandangan malam menjadi benderang… tapi… bagaimana sekaran ... lanjut baca
wah ceritanya menarik nih semoga aja bisa kayak star wars atau space odyysey, kalo sudut kamera saia istilah tekniknya sama yg ada yg di Godfather dan citizen kane juga film-film sejenis seperti itu tapi disesuaikan ama kondisi http://ehenmaru.multiply.com/journal/item/56/Tentang_SinemaFilm
ada penjelasannya disitu kok tentang pembuatan film yang baik
Untuk cerita, gue gak komen--kita butuh minimal sinopsis untuk tujuan ini. Untuk visualisasi, ada 6 _scene_ dan yang terakhir hanya berisi dialog, tanpa deskripsi set sama sekali. Sebaliknya, di scene 2, yang gak cetak miring susah banget dibayangin nongol di depan kamera.
Ada konvensi yang harus dipenuhi, dan itu bukan masalah tuntutan standardisasi ato atas permintaan produser yang rewel, melainkan untuk memudahkan pekerjaan semua orang yang terlibat dalam produksi, dari tukang dolly sampe tukang listrik. Kecuali kalo barang ini mau disutradarai, dibintangi, diisi-suara, disyut, dispesial-efeki sendiri.
Narsis banget sich jadi pengarang. Udah ada yang salah eja lagi. >:D<
bener2 dibuat skrip yah.. good.. =D>
Aku dapat tips baru, sebuah skenario terutama yang untuk di-submit ke produseritu tidak perlu memiliki sudut kamera dan kata-kata di dalam tanda kurung yang ijo itu).
Mau tahu pendapatku tentang cerita ini? Kok, mirip banget dengan Breake-Age, ya? Komik karya Zhiemay Batow. Terinspirasi dari situ, kah?
Terus berusaha!!!
alumina kayak judul lagunya nightmare...he he he he