#speaker {padding-left:200px;font-weight:bold;color:blue;padding-top:10px}
#dialogue {width:400px;padding-left:100px}
#parenthetical {width:200px;padding-left:50px;color:green}
#description {font-style:italic;padding-top:10px;}
#fade_in, #fade_out, #int, #ext {font-weight:bold;padding-top:10px}
#trash_folder {width:400px;border:1px solid #D0D0D0;color:#D0D0D0;font-style:italic}
#trash_folder2 {width:400px;border:3px solid #D0D0D0;color:#000000;font-style:italic;padding:5px;background:#DDDDDD}
#trash_folder:hover {color:#000000;}
Rudy
(Menyodorkan CD)
Ini parts lama. Aku dan Ridwan yang membuatnya saat kami masih bekerja di AO.
Fitria
(dengan sedikit heran mengambil kaset itu)
Kamu dan kakak yang membuatnya?
Kamera menyorot CD. Lempengan CD dengan sebuah tulisan dari spidol, 00.
Rudy
Benar. Itu prototype dari Gear milikmu.
Fitria
Prototype dari Stronghold?
Rudy
Yap. Tapi isi disc itu sebagian besar hanya rongsokan.
(tertawa)
tapi kan bisa digunakan untuk latihan
Fitria
(tersenyum tipis)
Terima kasih Rudy.
Rudy
Bukan masalah.
Fitria
Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini!
Rudy
kamu mengusirku?
Fitria
Sebenarnya tidak
Rudy
Lalu?
Fitria
Bos sedang mencarimu tuh.
(menunjuk seorang pria setengah baya dengan kumis lebat)
Rudy
(Berlali dengan panik)
Kenapa kamu baru bilang!!!
Fitria
Aku bilangnya dari tadi kok.
Fitria
lalu memasukkan CD itu pada Disc Drive komputer. Lalu sebuah pesan muncul di layar. Pesan dengan tulisan tangan.
Pesan
00
PROTOTYPE DARI GEAR TERKUAT YANG PERNAH ADA. HADIAH ULANG TAHUN UNTUK ADIKKU TERCINTA
Fitria menatap tulisan itu lama. Dia kenal betul tulisan itu. Tulisan Kakaknya. Fitria menekan beberapa tombol lalu muncullah isi dari CD itu. Dua buah gambar folder muncul di layar. Folder pertama bertuliskan Junk Parts. Folder kedua bertuliskan Gift to Fitria.
Addang
Aku ambil Junk parts saja.
Fitria
Siapa juga yang mau memberikanmu parts yang di sebelah kanan itu. Sudah jelas namaku ada di situ.
Addang
(tertawa kecil)
Benar juga.
Fitria
Tadi dasar-dasar assembling sudah aku jelaskan bukan?
Addang
Aku sudah mengerti. Lebih baik kamu buka kado dari kakakmu itu.
Fitria mengangguk lalu memainkan mouse. beberapa saat kemudian dia mengeluarkan CD dan memasukkannya pada komputer di sebelah. Fitria langsung membuka GAT dan memasang Port miliknya.
Addang
Let's see. Junk parts ini isinya apa saja.
Fade Out
Fade In
Layar Hitam
Ridwan (VO)
Saat ulang tahunmu nanti, aku punya hadiah istimewa
Fitria (VO)
Benarkah? Hadiahnya apa?
Ridwan (VO)
Ha...Ha...ha... Kalau kakak beri tahu, nanti hadiahnya tidak istimewa lagi.
Fitria (VO)
Ugh... Kakak pelit.
Ridwan (VO)
Ha...ha...ha...
Fade Out
Fade In
Int. Game Center
Fitria baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dia langsung mengunjungi Addang yang sepertinya juga hampir selesai. Diperhatikannya model dari Gear Addang. Normal Type dengan dua kaki dan sebuah Dessert Knive dan Vulcan di masing-masing tangannya. Di punggungnya ada baling-baling dari Aerial Type.
Fitria
(Menunjuk baling-baling di punggung Gear Addang)
Apa ini?
Addang
baling-baling
Fitria
(sedikit kesal)
Aku tahu. Tapi untuk apa?
Addang
(tertawa)
Sebenarnya tidak ada gunanya. Tapi karena masih ada sisa 2 GB, aku pasang saja baling-baling itu.
Fitria
Aneh... Ayo kita coba Gearmu.
Addang
(Tersenyum lalu berdiri)
Terima kasih karena mau membantuku.
Fitria
Huh...
Fade Out
Fade In
Ext. Battle Area
Gear milik Fitria (Zera)dan Addang (Zero) baru saja keluar dari briefing. Gear milik Fitria berbeda jauh dengan milik Addang. Gear Fitria (Stronghold) lebih terlihat seperti Tank dengan puluhan missil dan Nuclear Launcher. Berbeda dengan Gear Addang yang terlihat hampir tidak ada modifikasi kecuali baling-baling di punggung gearnya.
Zera
Jangan jauh-jauh dariku! Sepertinya Guild Shreder sedang online.
Zero
Siapa mereka?
Zera
Guild dari Game Center bagian utara kota.
Zero
Mereka hebat?
Zera
sebenarnya tidak. Hanya saja mereka suka main keroyokan dan mempermainkan pemain baru.
Zero
Mempermainkan pemain baru?
Zera
Ya... Pemain baru yang belum tahu apa-apa.
Zero
Seperti aku?
Zera
(Berkata sinis dengan nada merendahkan)
Sepertinya kamu cepat tanggap.
lima buah Gear tiba-tiba terdeteksi dalam radar. Lalu muncul gambar seorang pemain di layar komunikasi Zera dan Zero.
T-Bone, Ketua Guild Shreder
Ha...ha...ha..
Apa yang sedang kamu lakukan Zera?
Zera
Mau apa kamu ke sini? Misil yang kemarin masih kurang?
T-Bone
Ho... Mulutmu makin tajam saja.
Zera
Terima kasih.
T-Bone
Siapa teammate-mu itu?
Zero
Perkenalkan, aku pemain baru dan baru saja pindah ke kota ini.
T-Bone
(tertawa sombong)
Zera, zera. Ternyata kamu turun pangkat jadi pelatih newbie?
ha...ha...ha...
Zera
Berisik!
T-Bone
Baiklah, mari kita mulai.
Zera
Ho... Mau menantangku?
T-Bone
Ya... Sepertinya ada yang berbeda pada gear milikmu.
Zera
Sebentar lagi kamu akan tahu.
Gear milik T-Bone melompat mundur diikuti oleh teammatenya. Zera yang telah menebak gerakan itu langsung melepaskan sebuah misil yang menghancurkan salah satu anggota Guild Shreder.
Zero menggerakkan Gear miliknya, berusaha untuk mengejar T-Bone.
Zera
Jangan maju! itu jebakan.
Zero
Jebakan?
Zera
Guild Shreder anggotanya lebih dari tiga puluh orang. Dan hampir semuanya sedang online.
Zero
Jadi yang lima orang tadi hanya pancingan?
Zera
Tentu saja.
Zero
Wow... Kita berdua melawan tiga puluh orang?
Zera
Tidak
Zero
heh?
Zera
Aku sendiri sudah cukup.
Zero
Heh!?
Zera
Watch and Learn
Zera menekan beberapa tombol dan gearnya bergerak maju sambil menyiagakan semua misil yang dia miliki.
Zera
Waktunya mencoba Parts hadiah dari Kakak.
Zera menekan tombol merah di joystik. Lalu semua misil yang tadi terpasang di bagian belakang gearnya meluncur tinggi. MEngejar tiga puluh gear yang bersembunyi di balik gunung.
Zero
Wow... Padahal mereka tidak kelihatan di radar milikku.
Zera
Radarmu dan radarku berbeda jauh. Jangkauan radarku dua kali milikmu.
Zero
wow
Misil milik Zera paling tidak berhasil menghancurkan sebagian besar dari Guild Shreder. Tapi sepertinya T-Bone telah berhasil menghindar lebih dahulu. Sisa Guild Shreder langsung maju menerjang. Jumlahnya ada tujuh gear.
Stronghold milik Zera tidak bisa banyak bergerak. Dia menembakkan Heavy Vulcan di yangan kanannya dan membuat sebuah gear kehilangan kepala. tiga buah misil kembali dia tembakkan dan dua di antaranya tepat sasaran.
Begitu dia melihat sisa pasukan Shreder di radar, Zera langsung menembakkan sisa misilnya. Empat Gear yang tersisa langsung hancur.
Zera
Jadi, bagaimana T-bone?
T-Bone
Well, aku akui kau memang hebat.
Zera
Terima kasih atas pujiannya.
T-Bone
Tapi ini belum semua.
Gear milik T-Bone tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat. Roket pendorong di punggung Gear milik T-Bone adalah penyebabnya.
Zera
(menarik joystik ke kiri berusaha menghindar)
Sial!!!
Beam Saber milik T-Bone berhasil mengenai tangan kanan Stronghold. T-Bone tertawa penuh kemenangan begitu berhasil mengenai Zera. Selama beberapa bulan terakhir, belum ada orang yang bisa menyerang Zera kecuali baru-baru ini.
T-Bone
Bagaimana? Cyber Fang milikku hebat bukan?
Zera
(Menembakkan Heavy Vulcan)
Kamu belum menang.
T-Bone
(Menggerakkan gearnya menukik berusaha membelah stronghold)
Sebentar lagi pasti menang.
Cyber Fang terbang menukik dengan pedang dalam posisi menusuk. Zera tidak bisa berbuat apa-apa. Strong hold tidak akan sempat untuk menghindar.
Zera (VO)
(berkata dalam hati dengan kesal)
Sepertinya ini adalah hari sial bagiku.
Cyber Fang tentunya telah membelah Stronghold jika sebuah Dessert Knive tidak membelah kepalanya lebih dahulu.
Zera
(Setengah terkejut berbalik mencari siapa yang telah menyelamatkannya)
Apa!!?
Zero
(Tersenyum)
Aku suka permainan ini.
Fade Out
Fade In
Ext. Game Center
Fitria
(keluar dari dalam Battle Cockpit)
Terima kasih.
Addang
(heran melihat Fitria)
Terima kasih? Karena apa?
Fitria
Sudahlah, lupakan saja.
Fade Out
Fade In
Ext. SMA Cendrawasih
SMA Cendrawasih adalah salah satu sekolah terbaik di tempat itu. Dengan fasilitas terlengkap dan memenuhi standar Internasional. Fasilitasnya termasuk Dua buah lapangan Tenis, Sebuah lapangan sepak bola, Lapangan basket, Gedung Olah raga, Labolatorium Ipa dan Bahasa. Labolatorium Komputer, dan Gedung olahraga ditambah Kolam Renang.
Int. Kantor Kepala Sekolah
Kamera berada di belakang sorang seorang siswa baru, addang,. Dia sedang menghadap kepala sekolah untuk mengurus kepindahannya. Kepala sekolah terlihat sangat senang dengan kepindahan addang memasang senyum terbaiknya dan bertingkah begitu sopan.
Kepala Sekolah SMA Cendrawasih
Jadi, sudah memutuskan kelas yang ingin anda masuki?
Addang (OC)
Tentu saja
Fade Out
Fade In
Int. Ruang Kelas XI IPA 2, jam pelajaran ketiga
Ruang kelas berisi tiga puluh siswa dan seorang Guru Matematika, Aliyuddin. Bangku dan meja tersusun rapi membentuk enam baris kesamping dan lima baris kebelakang. Fitria duduk di baris keempat dari kanan dan dua dari belakang.
Saat Guru sedang menerangkan rumus, Kepala Sekolah masuk bersama dengan Addang.
Fitria (VO)
Apa yang dia lakukan di sini?
Kepala Sekolah
Dia adalah murid pindahan dan akan belajar bersama kalian untuk seterusnya.
(mempersilakan addang)
Ayo, perkenalkan diri.
Addang
Perkenalkan, saya Addang dan baru pindah ke kota ini. Mohon bantuannya.
(tersenyum)
Kepala Sekolah
(dengan sopan)
Ayo, duduk di tempat kosong itu.
(Menunjuk meja kosong di belakang Fitria)
Addang
(Tersenyum)
Terima kasih.
Fade Out
Fade In
Fitria
(berbisik-bisik ke Addang yang duduk di belakangnya)
Apa yang sedang kamu lakukan di sini?
Addang
(berbisik)
Belajar. Ini kan sekolah. Memangnya kalian ke sekolah untuk apa?
Fitria
(berbisik dengan nada suara sedikit lebih tinggi)
Maksudku, kenapa kamu masuk di kelas ini!!? Bukankah IPA 3 jumlahnya lebih sedikit?
Addang
(tersenyum)
Karena kamu ada di sini.
Fitria
(Marah dan lupa untuk memelankan suara)
Jangan bercanda!
Suara Fitria yang sedikit keras menarik perhatian seisi ruangan termasuk Guru.
Pak Aliyuddin, Guru Matematika
(berkata sinis)
Sepertinya kalian sudah akrab.
Fitria
(berbisik)
Lihat hasil perbuatanmu!
Addang
(berbisik)
Perbuatan apa?
Fitria (VO)
Akan kubunuh anak ini!!!
Pak Aliyuddin
Karena sepertinya kalian sudah akrab, bisa tolong selesaikan pertidaksamaan ini? Anak baru, ayo kerjakan.
Addang
(berjalan pelan ke whiteboard)
Yang mana pak?
Pak Aliyuddin
(tersenyum sinis)
Semuanya juga boleh.
(Menunjuk kelima soal di whiteboard)
Addang
(menggaruk-garuk kepala)
Akan aku coba
(tersenyum)
Fade Out