Everlasting Arms Episode 2; Chapter 7: If perchance I Could Have Become a Comet
Chapter 7: If perchance I Could Have Become a Comet
22 Januari 3504
Aku hanya bisa melihat Aura terbaring tak berdaya. Setelah pertempuran melawan land cruiser itu, sepertinya Aura kehabisan tenaga karena menyelamatkanku.
Semua salahku! Semua salahku! Selalu salahku! 13 Tahun lalu salahku! Sekarang salahku! Mungkin yang berikutnya juga akan jadi salahku.
“Sial!!!” Aku berteriak keras sembari memukul dinding. Meski aku tahu kalau semua itu tidak merubah apa-apa. Sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah diam dan berdoa.
kak aku bingung......sebenarnya sia pa yang bercerita?
kok waktu ini ada chapter 2 aku itu siapa?
lalu ini aku disiini kok adam?
aku lupa...
mungkin aku baca ulang lagi ya
maaf beribu maaf kalau cerita ini membingungkan. Aku cuma menyesuaikan dengan subtitle dari episode 2 (Past, present, future)... Berhbung karena aku hobbynya pake 1st person view, hasilnya seperti ini.
Pada cerita setting past, aku pake Adam sebagai pencerita...
Pas setting present, aku pakai 3rd person view...
setting future aku pake 1st person view dari Ran dan Rin (Ran dan Rin itu orang yang berbeda dan sama sekali bukan Dita!)
Kalau tetep bingung, baca semua dari awal dan kelompokkan. Aku nulisnya selang-seling kok. ^^
Chapter 6: Arrival
21 April 3506, 01:00 PM, Mess Hall Aquatids
Eko berjalan mondar-mandir dengan gelisah di depan pintu mess hall Aquatids. Dia ... lanjut baca
Chapter 5: KX-1991 series 00
21 Januari 3504
Dengan agak kesulitan, aku berjalan melewati hutan buatan kapal penyelamat tempatku terdampar. Dar ... lanjut baca
Namaku Arcanaide...
Nama yang bagus bukan. Aku sangat suka dengan namaku. Nama itulah satu-satunya peninggalan orangtuaku. Jadi bagaimanapun, aku s ... lanjut baca
Chapter 4: Wings of Words
21 April 3506, Ruang Kendali Aquatids
Adam tersenyum simpul sambil mengamati delapan layar raksasa di hadapannya. Masing ... lanjut baca
Ano toki no watashiwa nani ni kandoushite nani ni manzokushite
Jibun wo rikaishitteitano?
Mou kore ijyou arukenai watashiwa
ççç
Doko kade ki ... lanjut baca
Mimpi… adakah akhir dari mimpi… mimpi indah, mimpi buruk… mimpi berakhir ketika pemandangan malam menjadi benderang… tapi… bagaimana sekaran ... lanjut baca
Epilog
6 April 3506-07:00 AM, Moon Base Luna
Dian duduk memandang Planet Terra. Pikirannya menerawang ke pertempuran kemarin. Dia menghela nafas den ... lanjut baca
Chapter 13: I Believe I Can Fly
Zona Tempur Space Station Celestial
“Tyrano Skuad, bersiap untuk kembali ke Aquatids!”
“Tapi Kapten, baga ... lanjut baca
Chapter 3: Time Force
21 Maret 3529. Time Force HQ
Ran berdiri di anjungan Time Force HQ. Menatap bintang-bintang dalam lamunan dalam. Sebagai pem ... lanjut baca
Chapter 2: Ranger
12.00 PM-4 April 3506. Dock 2
“KODE MERAH. TYRANO SKUADRON HARAP SEGERA KE DOCK 3.”
Suara alarm memekakkan telinga semua o ... lanjut baca
Chapter 6: New Tyrano Skuadron
Dock 2
Syarif melayang-layang di tempat perbaikan MFU Dock 2. Merasa bosan, dia mulai bernyanyi-nyanyi kecil. Matanya ... lanjut baca
Chapter 7: The Real Betrayal
Sektor SRFI1548DA5 di Luar Orbit Planet Terra
Semua anggota Tyrano Skuadron telah duduk di belakang tangkai kemudi MF ... lanjut baca
Chapter 7: The Real Betrayal
Sektor SRFI1548DA5 di Luar Orbit Planet Terra
Semua anggota Tyrano Skuadron telah duduk di belakang tangkai kemudi MF ... lanjut baca
Chapter 9: Two Battle
Istana Veta-lantai teratas
Adam meloncat menghindari sebuah peluru granat. Dengan sigap ditembakkannya Shockwave ke arah pasuk ... lanjut baca
beneran...udah aku baca ulang dari awal...
tapi jika gitu masalahnya...
never mind kok....
aku tunggu lanjutannyaaaaaaaa
kak aku bingung......sebenarnya sia pa yang bercerita?
kok waktu ini ada chapter 2 aku itu siapa?
lalu ini aku disiini kok adam?
aku lupa...
mungkin aku baca ulang lagi ya
maaf-maaf...
maaf beribu maaf kalau cerita ini membingungkan. Aku cuma menyesuaikan dengan subtitle dari episode 2 (Past, present, future)... Berhbung karena aku hobbynya pake 1st person view, hasilnya seperti ini.
Pada cerita setting past, aku pake Adam sebagai pencerita...
Pas setting present, aku pakai 3rd person view...
setting future aku pake 1st person view dari Ran dan Rin (Ran dan Rin itu orang yang berbeda dan sama sekali bukan Dita!)
Kalau tetep bingung, baca semua dari awal dan kelompokkan. Aku nulisnya selang-seling kok. ^^
Maaf kalau aku belum sempat baca dari awal.
Hasilnya tidak buruk kok buat seseorang yang lagi suntuk nulisnya.