"Eh? Ini... saya ada acara..."
"Ayolah afgaaaaan.... ajarin kita nyanyi ya? Plis... pliiiis!" tante Pikanisa memohon pada pemuda di depannya bersama dengan tante Ima. Permintaan mereka membuat Afgan sangat bingung.
"Tanteeeee!!!"
Tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras dan menampakkan seorang gadis kecil yang berlari ngibrit ke arah mereka. Ketiga orang di dalamnya tersentak kaget dan segera menutup kupingnya erat. Suara gadis itu benar-benar terdengar sangat kencang.
"Ananda!! Jangan teriak-teriak dong!" protes tante Pikanisa yang rambutnya sempat berdiri karena kaget.
"I... itu...!"
"Itu apa sih?" tanya tante Ima yang ikut bingung mendengar Ananda bicara tergagap seperti itu.
"A...ada....!"
"Ananda! Kamu ini mau ngomong apa sih? Kebelet pipis lagi? Ya udah sana cepetan! Ntar keburu ngompol lho!" semprot tante Pikanisa yang masih teringat dengan keponakannya yang tadi juga mengagetkannya dengan cara yang sama.
"Bukan, bukan!!"
"Lalu apa?"
"Ada orang jahat mau nyulik afgan!!!"
"Apa? Orang jahat?" tante Ima ikut kaget
"Iya! Badannya besar, kulitnya hitam, rambutnya berantakan! Galak, jahat, sadis lagi! Tadi aja dia mukul kepalaku tante!" jelas Ananda pada kedua tantenya.
"Eh? Kulitnya hitam? Jangan-jangan....!" Hampir saja Afgan menjelaskan siapa orang itu, tapi ketiga manusia di depannya langsung mendorongnya dengan paksa hingga membuatnya kaget lagi.
"Pokoknya kita harus sembunyikan afgan!" seru tante Pikanisa mempelopori.
"Betul! Jangan sampai Afgan dipukul kayak aku lagi! Mungkin saja orang itu mau bunuh Afgan! Bisa jadi kan?" sahut Ananda. "Tunggu! Biar Ananda lihat dulu orangnya!" Ananda berlari ke depan pintu dan melongokkan kepalanya.
"Huwaaaa! Gawat tante! Orangnya kesini!!"
"Apaaa??" sahut kedua tante serentak.
"Tu... tunggu dulu..." Afgan serasa benar-benar teraniaya para fansnya nih!
"Aduuuh! Dimana ya?" Tante Pikanisa muter-muter kepalanya mencari tempat yang aman. Dia bingung bukan main saat mengetahui orang jahat itu datang.
"Cepet tante!!! Dia udah liat aku nih!"
CLING! Tiba-tiba sebuah lampu menerangi kepala tante Ima."Aku punya ide! Di sumur rumah kita aja! Kan sumurnya asat tuh! Jadi Afgan nggak bakal tenggelam!"
Rating
Comments: 8
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
"Nyemplungin Afgan ke sumur" adalah ide yang brilian ^^. Kulanjutkan ceritany, ya?
akkakakka.....akakkakakka......sinih sinih, sembunyiin di tempat akuh aja...akakkakak..!!!!
Mampus dah Afgan-nya kalo di-cemplungin ke sumur
Haha afgan d cemplungin kesumur?
Hehehe rambut Pikanisa berdiri, kayak orang kesetrum gitu yak...?
top buat 'kegilaan' kamu.........
top buat 'kegilaan' kamu.........
lebih banyak dialog bakalan seru