Task Force : Stradivarius (Episode Dua [Reloaded] - Dua)
Nikolai terlihat begitu resah, ia khawatir kalau apa yang dilakukan oleh kawan sekutunya itu gagal. Arloji yang melingkari pergelangan tangan kanan Nikolai sudah menunjukkan pukul 0130.
”Jam berapa?” tanya Visier yang masih sibuk mengawasi kota kecil seluas 20 hektar itu dengan teropong malamnya, teropong malam hasil rampasan seorang perwira Galbadia yang minggu lalu jadi korban menyergapan Nikolai dan anakbuahnya.
Luar biasa! Sci-fi lagi! Kalian buat aja milis khusus atau komunitas pencerita indonesian-sci-fi! Nyaris semuanya layak angkat ke layar lebar, bung! LETS KILL POTTER AND NARNIA WITH NEW GUNDALA AND RAGABESI!!!!!
”Apa?!..” Kapten James menahan napasnya, “Indentifikasi pesawat tak dikenal itu, segera!” jawab Kapten James sembari mengatur ulang sistem nav ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Sedangkan di ruang Komando, Komandan Piccard terlihat semakin resah ketika melihat konvoy pengantar si jendral mulai memasuki lapangan upacara lewat c ... lanjut baca
Presiden Xavier mengusap rambut abu-abunya yang klimis itu, hadirin rapat bisa melihat wajah sang presiden yang berubah menjadi kusut dan lelah. Menja ... lanjut baca
HARI-H, PUKUL 0745
GEDUNG STRIFE
JUNON
REPUBLIK RUNE-MIDGARD
Dua mobil GMC hitam yang mengawal sedan lincoln tipe limousine warna hitamnya Jend ... lanjut baca
Sang Kolonel membaca susunan protokol acara yang akan dilaksanakan lusa sambil bergumam, jendral datang di pangkalan udara, jendral diantar ke lap ... lanjut baca
BRUMMM!!
Bunyi mesin ringkih truk uzur itu menuju pangkalan, semakin lama truk itu semakin menjauhi pandangan Stradivarius yang sedang meringkuk d ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Si penjaga terlihat sangat kesal, tanpa ragu ia mengokang dan menodongkan senapan G3-nya ke wajah si supir truk yang tersentak kaget dan memandangi se ... lanjut baca
“M.. Mark... Do.. Dougherty.. Wart.. Wartawan The Mid.. Midgard Post!..” jawab Rubah yang susah bicara karena oksigen yang mulai habis karena piti ... lanjut baca
“Kalau mereka mengikuti setiap butir-butir kesepakatan yang mereka langgar sendiri, Nicholas! Mereka berusaha menduduki kota, padahal kesepakatannya ... lanjut baca
Sedangkan di dalam lambung kapal, beberapa anakbuah kapal—dengan bersenjatakan berbagai macam senapan, baik G3, Uzi, maupun senapan MP5A5—terlihat ... lanjut baca
Sang Kolonel membaca susunan protokol acara yang akan dilaksanakan lusa sambil bergumam, jendral datang di pangkalan udara, jendral diantar ke lap ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Komandan Piccard hanya bisa berusaha tenang dalam keadaan sangat terdesak itu, kapal akan lolos dan segera masuk ke wilayah Esthar, dan anakbuahnya se ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Satu Desember 149—Perjanjian Loire ditandatangani, Perang Estharian Pertama usai, Kaisar Galbadia waktu itu, Kaisar Damian Hans Deling, dihukum mati ... lanjut baca
Komandan Piccard hanya bisa mencoba mengatur napasnya, dan terus menunggu kabar Stradivarius yang sedang menukik tajam di udara.
Altimeter menunjuk ... lanjut baca
@ Sikado: Hihihi, sorii..
Tapi nggak pa-pa, sekali-kali, hueheheh.. 
@Satanicide: Makasih banyak atas apresiasinya.
Luar biasa! Sci-fi lagi! Kalian buat aja milis khusus atau komunitas pencerita indonesian-sci-fi! Nyaris semuanya layak angkat ke layar lebar, bung! LETS KILL POTTER AND NARNIA WITH NEW GUNDALA AND RAGABESI!!!!!
waaah si rubah belom terselamatkan juga, kasian tuh kelamaan di tahanan.
Sound effect na akang...
Lets the action begin:D, hope this part cool...