Task Force : Stradivarius (Episode Dua [Reloaded] - Tiga)
Lalu, ia berjalan menuju pintu belakang pos polisi, dan mengambil detonator C4 yang berhasil ia susupkan ke dalam barak garnisun itu. Dengan mantapnya ia memencet tombol detonator itu.
BLARRRRRRR!!
Motel berlantai tiga itu hancur berkeping-keping, suara dan cahayanya makin mengacaukan Primea-Murkovii. Banyak pasukan Galbadia yang tewas seketika dalam ledakan C4 milik Stradivarius itu.
”Apa?!..” Kapten James menahan napasnya, “Indentifikasi pesawat tak dikenal itu, segera!” jawab Kapten James sembari mengatur ulang sistem nav ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Sedangkan di ruang Komando, Komandan Piccard terlihat semakin resah ketika melihat konvoy pengantar si jendral mulai memasuki lapangan upacara lewat c ... lanjut baca
Presiden Xavier mengusap rambut abu-abunya yang klimis itu, hadirin rapat bisa melihat wajah sang presiden yang berubah menjadi kusut dan lelah. Menja ... lanjut baca
HARI-H, PUKUL 0745
GEDUNG STRIFE
JUNON
REPUBLIK RUNE-MIDGARD
Dua mobil GMC hitam yang mengawal sedan lincoln tipe limousine warna hitamnya Jend ... lanjut baca
Sang Kolonel membaca susunan protokol acara yang akan dilaksanakan lusa sambil bergumam, jendral datang di pangkalan udara, jendral diantar ke lap ... lanjut baca
BRUMMM!!
Bunyi mesin ringkih truk uzur itu menuju pangkalan, semakin lama truk itu semakin menjauhi pandangan Stradivarius yang sedang meringkuk d ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Si penjaga terlihat sangat kesal, tanpa ragu ia mengokang dan menodongkan senapan G3-nya ke wajah si supir truk yang tersentak kaget dan memandangi se ... lanjut baca
Di ruang logistik, Stradivarius bersandar pada dinding, memikirkan perlengkapan apa saja yang akan ia bawa dalam penugasan satu minggu nanti. Ia pun m ... lanjut baca
Nikolai terlihat begitu resah, ia khawatir kalau apa yang dilakukan oleh kawan sekutunya itu gagal. Arloji yang melingkari pergelangan tangan kanan Ni ... lanjut baca
BRAK!
Bunyi suara pintu yang dibuka dengan kasar oleh Lonant, namun langkahnya terhenti, napas Lonant terhenti ketika Stradivarius terjaga dan men ... lanjut baca
“Sudah aman!” pekik seorang prajurit SS setelah mengawasi setiap sudut gedung yang menjadi saksi bisu perlawanan sengit mereka dengan para pembero ... lanjut baca
“Pada pukul 0000, kau akan berangkat dengan menggunakan pesawat angkut C-17 menuju titik penerjunan pada pukul 0530, kau akan terjun dengan HALO.” ... lanjut baca
HARI-H, PUKUL 0745
GEDUNG STRIFE
JUNON
REPUBLIK RUNE-MIDGARD
Dua mobil GMC hitam yang mengawal sedan lincoln tipe limousine warna hitamnya Jend ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
@ Sikado : Hehehe, thx 4 the appretiation!
akhirnya rubah terevakuasi jg.
Deskripsinya mantap, jadi kebawa suasana bacanya
duh mo ngasih saran apa ya? udah bagus sih menurut gw.
kelanjutannya ditunggu hip hip hurray
Have fun to read it..