Task Force : Stradivarius (Episode Satu [Reloaded] - Akhir)
Lonant terus mengawasi sekitar desa dari balik tirai kamar yang disediakan untuk Stradivarius oleh Nikolai, semuanya aman, hanya kehidupan pedesaan yang aman dan damai, sepertinya musuh tak mengetahui pendaratan Stradivarius.
Ketika kondisi di luar jendela terlihat aman, ia kembali menutup tirai dan memperhatikan pembicaraan antara Nikolai dan Stradivarius sembari menggenggam erat tali senapan G3 rampasannya.
”Tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman...” gumam Nikolai sembari memandangi seisi kamar yang akan dipinjamkan untuk tamu dari jauhnya beristirahat.
@Alfare : Sebenarnya sih di nomer enam emang sengaja diturunin ritme ceritanya, tapi sayangnya kurang ngangkat neh pada adegan ketika Nikolai cs. berdebat ama pemberontak lainnya jadi rasanya yang terakhir ini bikin tidur yang baca.
And then, btw, nice oppinion, i'll think about it!..
Hmm. Kupikir alinea di sini masih bisa diatur lagi.
Soal isi, kurasa agak datar dan biasa ya? Aku mengerti apa yang ingin ditampilkan sih. Tapi kurasa masih bisa ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Kurasa, untuk setiap cerita ini, ada baiknya fokuskan sudut pandang cerita dari sisi Strad saja. Alasannya bisa kau lihat sendiri sesudah kau coba.
”Apa?!..” Kapten James menahan napasnya, “Indentifikasi pesawat tak dikenal itu, segera!” jawab Kapten James sembari mengatur ulang sistem nav ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Sedangkan di ruang Komando, Komandan Piccard terlihat semakin resah ketika melihat konvoy pengantar si jendral mulai memasuki lapangan upacara lewat c ... lanjut baca
Presiden Xavier mengusap rambut abu-abunya yang klimis itu, hadirin rapat bisa melihat wajah sang presiden yang berubah menjadi kusut dan lelah. Menja ... lanjut baca
HARI-H, PUKUL 0745
GEDUNG STRIFE
JUNON
REPUBLIK RUNE-MIDGARD
Dua mobil GMC hitam yang mengawal sedan lincoln tipe limousine warna hitamnya Jend ... lanjut baca
Sang Kolonel membaca susunan protokol acara yang akan dilaksanakan lusa sambil bergumam, jendral datang di pangkalan udara, jendral diantar ke lap ... lanjut baca
BRUMMM!!
Bunyi mesin ringkih truk uzur itu menuju pangkalan, semakin lama truk itu semakin menjauhi pandangan Stradivarius yang sedang meringkuk d ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Si penjaga terlihat sangat kesal, tanpa ragu ia mengokang dan menodongkan senapan G3-nya ke wajah si supir truk yang tersentak kaget dan memandangi se ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Komandan Piccard hanya bisa berusaha tenang dalam keadaan sangat terdesak itu, kapal akan lolos dan segera masuk ke wilayah Esthar, dan anakbuahnya se ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Satu Desember 149—Perjanjian Loire ditandatangani, Perang Estharian Pertama usai, Kaisar Galbadia waktu itu, Kaisar Damian Hans Deling, dihukum mati ... lanjut baca
Komandan Piccard hanya bisa mencoba mengatur napasnya, dan terus menunggu kabar Stradivarius yang sedang menukik tajam di udara.
Altimeter menunjuk ... lanjut baca
”Aku tidak bercanda.” jawab Stradivarius dingin.
Suasana kembali dingin, sedangkan sang pemimpin patroli itu hanya bisa tertawa satir sembari ... lanjut baca
“Pada pukul 0000, kau akan berangkat dengan menggunakan pesawat angkut C-17 menuju titik penerjunan pada pukul 0530, kau akan terjun dengan HALO.” ... lanjut baca
“M.. Mark... Do.. Dougherty.. Wart.. Wartawan The Mid.. Midgard Post!..” jawab Rubah yang susah bicara karena oksigen yang mulai habis karena piti ... lanjut baca
PUKUL 0100
KETINGGIAN 35 RIBU KAKI
PERBATASAN REPUBLIK RUNE-MIDGARD—REPUBLIK ESTHAR
SAMUDRA ESTHAR
Pesawat angkut militer C-17 Globemas ... lanjut baca
TF:S Episode Satu[Reloaded]-Akhir was updated (a little bit, tough...)
have fun:)
special thanks to Alfare
Ah, mungkin kita mesti ngobrolin soal tulisan lewat YM. Berjuanglah.
@Alfare : Sebenarnya sih di nomer enam emang sengaja diturunin ritme ceritanya, tapi sayangnya kurang ngangkat neh pada adegan ketika Nikolai cs. berdebat ama pemberontak lainnya jadi rasanya yang terakhir ini bikin tidur yang baca.
And then, btw, nice oppinion, i'll think about it!..
Hmm. Kupikir alinea di sini masih bisa diatur lagi.
Soal isi, kurasa agak datar dan biasa ya? Aku mengerti apa yang ingin ditampilkan sih. Tapi kurasa masih bisa ditampilkan dengan cara yang lebih menarik. Kurasa, untuk setiap cerita ini, ada baiknya fokuskan sudut pandang cerita dari sisi Strad saja. Alasannya bisa kau lihat sendiri sesudah kau coba.