Task Force : Stradivarius (Episode Satu [Reloaded] - Empat)
Komandan Piccard hanya bisa mencoba mengatur napasnya, dan terus menunggu kabar Stradivarius yang sedang menukik tajam di udara.
Altimeter menunjukkan 6500 kaki, dan terus menghitung mundur dengan sangat cepat. Kumpulan awan sudah mulai menyibakkan pemandangan indah kawasan berbukit-bukit Mirkovii dari langit.
Hutan belantara yang terpaparkan dari ujung ke ujung mata memandang, bagaikan sebuah permadani hijau raksasa ciptaan alam yang tak akan ada tandingannya.
Hmm. Masih agak kasar di beberapa bagian. Bahasa, diksi, dan tanda baca masih bisa diedit dan diperhalus lagi. Tapi menurutku, ini JAUH lebih bagus dibandingkan versi yang awalnya. Kali ini aku bisa menikmati saat-saat aku membacanya.
Untuk usul, demi menarik perhatian pembaca lain, bagaimana kalau mengubah sedikit tampilan judulnya? Maksudnya, untuk bagian ini, jadi 'TFS 1-4R: Pendaratan', misalnya. Soalnya setahuku judul itu hal pertama yang menarik perhatian.
Yah, itu usul yang minim sih. Usul yang besarnya akan kusampaikan di episode reloaded berikutnya.
”Apa?!..” Kapten James menahan napasnya, “Indentifikasi pesawat tak dikenal itu, segera!” jawab Kapten James sembari mengatur ulang sistem nav ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Sedangkan di ruang Komando, Komandan Piccard terlihat semakin resah ketika melihat konvoy pengantar si jendral mulai memasuki lapangan upacara lewat c ... lanjut baca
Presiden Xavier mengusap rambut abu-abunya yang klimis itu, hadirin rapat bisa melihat wajah sang presiden yang berubah menjadi kusut dan lelah. Menja ... lanjut baca
HARI-H, PUKUL 0745
GEDUNG STRIFE
JUNON
REPUBLIK RUNE-MIDGARD
Dua mobil GMC hitam yang mengawal sedan lincoln tipe limousine warna hitamnya Jend ... lanjut baca
Sang Kolonel membaca susunan protokol acara yang akan dilaksanakan lusa sambil bergumam, jendral datang di pangkalan udara, jendral diantar ke lap ... lanjut baca
BRUMMM!!
Bunyi mesin ringkih truk uzur itu menuju pangkalan, semakin lama truk itu semakin menjauhi pandangan Stradivarius yang sedang meringkuk d ... lanjut baca
Selama perjalanan pulang, Jendral von Lierben hanya bisa memandangi cahaya lalulintas jalan, tubuhnya yang tua itu terduduk pasrah di kursi belakang m ... lanjut baca
Si penjaga terlihat sangat kesal, tanpa ragu ia mengokang dan menodongkan senapan G3-nya ke wajah si supir truk yang tersentak kaget dan memandangi se ... lanjut baca
Satu Desember 149—Perjanjian Loire ditandatangani, Perang Estharian Pertama usai, Kaisar Galbadia waktu itu, Kaisar Damian Hans Deling, dihukum mati ... lanjut baca
“Pada pukul 0000, kau akan berangkat dengan menggunakan pesawat angkut C-17 menuju titik penerjunan pada pukul 0530, kau akan terjun dengan HALO.” ... lanjut baca
Dengan cepat pengait kecil terbuat dari metal titanium yang kokoh itu meluncur cepat menuju sela-sela pagar buritan kapal.
Kait titanium yang berb ... lanjut baca
Lonant terus mengawasi sekitar desa dari balik tirai kamar yang disediakan untuk Stradivarius oleh Nikolai, semuanya aman, hanya kehidupan pedesaan ya ... lanjut baca
“Sudah aman!” pekik seorang prajurit SS setelah mengawasi setiap sudut gedung yang menjadi saksi bisu perlawanan sengit mereka dengan para pembero ... lanjut baca
“M.. Mark... Do.. Dougherty.. Wart.. Wartawan The Mid.. Midgard Post!..” jawab Rubah yang susah bicara karena oksigen yang mulai habis karena piti ... lanjut baca
Presiden Xavier mengusap rambut abu-abunya yang klimis itu, hadirin rapat bisa melihat wajah sang presiden yang berubah menjadi kusut dan lelah. Menja ... lanjut baca
”Aku tidak bercanda.” jawab Stradivarius dingin.
Suasana kembali dingin, sedangkan sang pemimpin patroli itu hanya bisa tertawa satir sembari ... lanjut baca
Komandan Piccard hanya bisa berusaha tenang dalam keadaan sangat terdesak itu, kapal akan lolos dan segera masuk ke wilayah Esthar, dan anakbuahnya se ... lanjut baca
Sang kopilot bisa melihat kepulan asap bewarna merah muncul tipis-tipis dari dalam lebatnya hutan di sekitar titik penjemputan setelah tiga detik meng ... lanjut baca
Hmmm, masih kasar yah?.. Oke, sep, thx sudah mengingatkan!..
Hmmm, saran yang bagus dan berarti, bisa dicoba!..
Hmm. Masih agak kasar di beberapa bagian. Bahasa, diksi, dan tanda baca masih bisa diedit dan diperhalus lagi. Tapi menurutku, ini JAUH lebih bagus dibandingkan versi yang awalnya. Kali ini aku bisa menikmati saat-saat aku membacanya.
Untuk usul, demi menarik perhatian pembaca lain, bagaimana kalau mengubah sedikit tampilan judulnya? Maksudnya, untuk bagian ini, jadi 'TFS 1-4R: Pendaratan', misalnya. Soalnya setahuku judul itu hal pertama yang menarik perhatian.
Yah, itu usul yang minim sih. Usul yang besarnya akan kusampaikan di episode reloaded berikutnya.
Sekian untuk bagian ini. Jangan nyerah ya!