Koloni Hantu - 6

12/Pemahaman

“Apa caraku berpakaian berlebihan?”

“Apa artinya kau memikirkan soal itu sekarang?”

Demikian Zhao Leng, dengan tatatapan mata nanar, menjawab ucapan Xiao Er dengan dingin.

Gadis itu muncul kembali dari balik rerimbunan semak tempat ia berganti baju. Penampilannya sudah berbeda sekarang. Kini ia lebih tampak seperti sesosok gadis desa yang bersahaja. Tapi pandangan Zhao Leng terhadap dirinya sudah terlanjur sulit diubah.

Xiao Er balas menatapnya dengan tajam. Kurang suka dengan apa yang baru ia dengar.

Rating

36
points
Views: 29 reads
Comments: 5
Rating:
72

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
Alfare's picture
Alfare at Re: Koloni Hantu - 6 (8 weeks 1 day yang lalu)

Wuaah, sudah lama tak mendapatkan komentar yang kejam.

Ng, enggak kok. Segmen ke13 dan ke12 sebenernya kubikin sekaligus. Soal perubahan kata ganti, aku memang maksudnya ingin menunjukkan bahwa hubungan di antara mereka jadi agak berubah. Cuma kayaknya aku gagal menunjukkannya secara jelas.

Soal sudut pandang yang gonta-ganti itu beserta gaya narasinya, hmm, itu satu hal yang baru kusadar.

Mas Bam, Bung Villam, 145, dan el. trims banget.

Villam's picture
Villam at Re: Koloni Hantu - 6 (8 weeks 6 days yang lalu)
90

alfare, setuju dengan elbintang, kayaknya ada ketidakkonsistenan penyebutan 'saya' dan 'aku' dalam dialog, dan dialognya sendiri juga kurang terdengar wajar di telingaku (seandainya diucapkan).

ada potongan yang sangat wajar dan enak dicerna seperti "tunggu sebentar. apa sih yang kau bicarakan?", tapi lebih banyak kalimat yang panjang-panjang, dan kaku. atau memang kekakuan antar mereka berdua ini yang sengaja ditampilkan? hmmm...

narasinya juga, walaupun ada beberapa paragraf deskriptif yang sangat bagus, tapi ada juga yang penjelasannya agak berlebihan di beberapa tempat. mungkin karena pemakaian kamera / sudut pandang bercerita yang kamu pilih, tidak di belakang kepala zhao leng, tapi agak jauh di samping dia dan xiao er, sehingga segala sesuatu terpaksa dijelaskan dengan cara narasi 'menurut zhao leng begini', 'menurut zhao leng begitu'. jangan-jangan inilah perbedaan gaya bahasa yang kutemukan di bagian sebelumnya, dibandingkan cerita-ceritamu yang dulu, yang lebih lugas karena sudut pandangnya juga lebih dekat. tidak ada yang salah dg pemilihan sudut pandang ini kok, cuma aku pikir memang masih belum halus. lagian sebenarnya aku juga suka model gaya bahasa 'netral' begitu. tipikal epik.

eniwei, soal ceritanya sendiri, dimulai dengan tajam kok. cukup bagus menurutku. dan konflik sepasang manusia itu kayaknya mulai terbangun dengan menarik, dengan latar belakang coba dimasukkan lewat dialog ataw narasi.

yang aku rada heran kemudian, bab 13 terasa berjalan lebih wajar dibanding bab 12. dialog2nya terdengar jauh lebih enak. jangan-jangan, kamu bikin dua bab ini di selang waktu yang sangat berbeda ya? hahahah...

lanjut!
hmm... komentarku sotoy seperti biasa. heheheh...

145's picture
145 at Re: Koloni Hantu - 6 (8 weeks 6 days yang lalu)
80

Okay... dari bagian sini sedikit banyak kurasa aku mulai bisa mengikuti jalan cerita ini (gah padahal udah ep.12 tapi baru paham sigh...)

ada beberapa hal yang menarik.

elbintang's picture
elbintang at Re: Koloni Hantu - 6 (8 weeks 6 days yang lalu)
90

# apa memang dimaksudkan untuk membuat suasasanya terasa lain? kau membolak-balik penggunaan aku-saya juga nona-tuan-saudara-kau. Biasanya perubahan saya ke aku atau nona ke kau yang digunakan dalam satu crita memungkin perubahan (i)relationship(/i)nya.

# hah. kau mengambil semua kekuasaan narator yah.

# apakah semuanya harus diceritakan? aku seperti melihat adegan bersama seorang yang bercerita di samping ikut menjelaskan.

ha.ha.
seperti biasa, komentarku pom-pom girl kok Laughing
-----------------------------
pemandu sorak fantasi
cheers!

Bamby Cahyadi's picture
Bamby Cahyadi at Re: Koloni Hantu - 6 (9 weeks 39 min yang lalu)
100

Alfare. Seorang penulis cerita fantasi yang rapi dan sangat sistematis, tetapi membaca ceritanya tak membikin bosan, malah nambah penasaran dengan kesudahannya. So, cerita ini layak jual.