SHOOT UP!
Ekira, memulai harinya di Tokyo dengan panggilan wawancara di sebuah Perusahaan Publishing terbesar di Jepang yang sebelumnya membuka lowongan kerja untuk Juru Foto. Hari itu juga, ia gagal tes karena ulah seorang pesaing yang licik. Kesedihan siang itu hampir membuat Ekira celaka, karena melamun nyaris saja ia terjatuh ke jalur subway andai saja tidak ada Tsuma, seorang pria yang kebetulan lewat dan menolong Ekira dari maut.
Kegagalan bukan akhir segalanya, sedih karena nasib kemarin, Ekira menjadi Paparazzi di Perusahaan Publishing tersebut dengan nama samaran Peri Tidur. Ia merahasiakan identitas asli dan selalu bertransaksi melalui internet. Ternyata, menjadi Paparazzi adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi Ekira. Selain tidak terikat jadwal kerja, ia bebas berekspresi dan sungguh-sungguh mencintai pekerjaan itu. Nafas dan jiwanya seakan berada di setiap bidikan kamera fotonya. Ada tantangan pada setiap freelance yang diambilnya dari job Perusahaan Publishing itu. Dan hasil luar biasa membuktikan semua karya fotonya tidak mudah ditiru orang lain. Nilai lebih Ekira menjadikannya sebagai supplier tetap yang masih tersembunyi.
Suatu hari, Ekira mendapat job yang sulit ditolak. Sangat menantang dan berkomisi sangat besar. Namun ia harus menyusup ke acara besar pertemuan kedutaan dunia di Tokyo. Sialnya, ada larangan membawa kamera di acara tersebut sehubungan putra Kaisar yang turut hadir sangat anti kamera dan tidak suka difoto. Alasan itu membuat Ekira harus lebih jenius agar bisa menyusup dengan menyelipkan lensa-lensa mini yang berbasis sinyal saat pemotretan nanti.
Saat acara berlangsung, terjadi insiden penembakan yang menewaskan 3 orang duta luar negeri dan seorang putri menteri Jepang. Ini sangat di luar dugaan karena pasukan keamanan sudah beroperasi sangat ketat.
Foto-foto yang diambil Ekira adalah satu-satunya bukti yang bisa mengungkap insiden penembakan itu. Demi keselamatannya, Ekira memilih untuk tidak muncul ke permukaan. Namun lagi-lagi secara kebetulan, kehadiran Tsuma di tengah-tengah situasi seperti itu, ternyata ia adalah seorang aktivis negara yang menjadi salah satu tersangka pelaku penembakan, memaksa Ekira untuk menunjukkan kebenaran melalui foto-fotonya, sekaligus menyelamatkan pria itu dari hukuman mati. Saat itu juga, Ekira terpaksa menampakkan samarannya sebagai Peri Tidur yang selama ini menggebrak dunia publishing. (Tamat)
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Sinopsis yang sangat luar biasa. Alangkah baiknya segera di posting ceritanya, karena cerita genre misteri petualangan sudah agak jarang di k.com
berarti ada novelnya dong?
?????
fiktif ?
.ajuin ke PH ajd .
biar dipelemin