Senja menguning menyemai kehidupan
Mentari kunjung padam dalam kesunyian
Setitik sinaran penghantar kegelapan
Menebarkan harapan baru pada sebuah ketenangan
Wahai engkau, wahai kekasihku
Rembulan terbit bersama denganmu
Mentari malu melihat kehadiranmu
Karena engkau cahaya dalam hidupku
Wahai engkau, wahai kekasihku
Sungguhpun aku di sini.... jauh darimu
Tapi sanubari ini akan terbang padamu
Menyampaikan salam rindu yang syahdu
Wahai engkau, wahai kekasihku
Tak kiranya tiba suatu waktu
Engkau meninggalkan akhir kenangan
Dan yang maya menjadi nyata
Kaupun hilang dari pandangan
Wahai engkau, wahai kekasihku
Kuhaturkan kata-kata dari lidahku
Melantunkan beribu do'a meyertaimu
Dan kuteriakkan pada langit biru
Selamat tinggal wahai silamku
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
melepas dengan kerelaan..
jadi pengen belajar..
btw, entah sengaja atau tidah, tak terpisah bai ya?
aku kok agak bingung membacanya ya??
tp, i love it..
masa depan lebih menjanjikannya...hehe :\
masa lalu
biar aja berlalu
bener dikau
youk ke masa depan ajja ...
terasa dikejar rima, maksud yang disampaikn bertele tele. kurang komunikatif thadap pembaca, mungkin yang harus di telaah lebih dalam adalah, bagaimana mempercantik puici yang mencerminkan penulisnya..
yah, aku juga kurang paham sih... tapi bisa di coba...
masih datar nih... belum terasa hentakannya..
Assalamu'aalikum
Salam kenal.
Harmoninya hilang saat memasuki larik keenam.
Komposisi katanya berubah menjadi terlalu sederhana dan begitu mentah.