Palestina...
Masih terpancar darinya...
Kengerian dan berjuta kepedihan
Dari buah senjata yang merajam
Oleh Yahudi penghuni Jahannam
Aku...
Masih dibuat kaku..
Seperti terpaku pada sebuah papan
Melihat kezaliman bak setan menghantam
Amarah, tangis dan rasa sakit
Memenuhi seonggok hati yang kian hitam
Seakan semuanya termuntahkan dan menyatu kembali
Dan ibuku...
Sungguh janganlah ku korbankan dia
Dialah permata hatiku...
Namun sekarang apa???
Tertawan, tersekap dan tak berdaya
Dihadapkan pada teriknya matahari...
Disodorkan selongsong senapan
Yang siap menghujam pelipisnya
Sementara aku...
Masih terbujur kaku... bersama tentara Gaza
Hanya bisa meremas sebuah batu
Gigiku gemeretak hingga bercampur dengan darah
Hingga...
Semuanya tergerak dengan gila
Berlari kakiku memburu amarah
Hanya batulah senjata dan tamengku.
Teriakan mengiringi tekadku
Terlempar batu dari tanganku
Hingga hancur robohlah para iblis
dan segala bentuk kesombongannya
Gaza pun akhirnya meneriakkan
Semangat, getir dan segenap perjuangan
Pertempuran menuju kemenangan
Akhirnya gelap yang menghiasi mataku
Terjatuh di pangkuan ibuku tercinta
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Assalamu'alaikum wrwb
Wa'iyaqum
Syukron, atas komen nya
lebih pada sebuah cerita, bukan puisi.
tapi bagus untuk menggugah nurani kita.
Amin ya robbal alamiiiin...
Jadi ngebayangin di medan perang nie..
Assalamualaikum..
Karya yang sangat bagus kawan...