Anak-anakku masih sibuk merapikan peralatan sekolah meraka, karena beberapa hari lagi mereka sudah harus kembali ke sekolah. Sementara aku sedang asik duduk di ruang tamu, entah mengapa malan ini perasaan ku tidak enak sekali, rasanya aku selalu gelisah.
Idenya memang dah bagus. Firasat ayah pun cukup tergambar dengan baik. Tapi tehnik penulisan memang harus banyak belajar lagi. Gimana caranya? Gampang, harus banyak baca buku buat referensi. Baca kumpulan2 cerpen penulis2 yang dah matang, atau sekadar baca novel atau apa pun lah yang digemari. Dengan begitu, tehnik akan semakin berkembang.
Keep on writing Ananda!
Tante Pikanisa dan tante Ima, sibuk memsaukan Afgan ke dalam lemari pakaian, sementara Ananda sudah merasa lelah, alhasil dia tertidur di kasur sebela ... lanjut baca
"Duh ... kok makin muncul suara-suara aneh di rumah ini" bisik Ananda pada dirinya sendiri.
Ananda memang hanya anak yang masih berusia enam tahun, ... lanjut baca
Ananda dan Ayahnya saling berpandangan, mata mereka seolah saling bertanya.
"Siapa yang menjatuhkan guci itu?" tanya Ananda
"Mungkin kucing." A ... lanjut baca
Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama berdebat alot dengan Ayah, hasilnya dia menyetujui aku untuk mengikuti kursus menyanyi dan menari. Dan aku ... lanjut baca
Nama saya Ananda, saya anak seorang petani kecil, Ibu saya sudah lama meninggal. Saat ini saya duduk di bangku Sekolah Dasar.
Cita-cita saya ingin ... lanjut baca
DAMAR dan Mawar. Padahal mereka anak-anakku. Dua-duanya lahir dari rahimku, buah percintaanku dengan satu-satunya lelaki bernama Danu. Demi Tuhan, aku ... lanjut baca
[b]surat terbuka untuk anak-anakku[/b]
nak,
seperti ibumu,
betapa tak berdayanya kau dalam tidur
mungkin aku tak akan cukup memberimu bekal
j ... lanjut baca
maaf dia bukan istriku ,dia hanya ibunya anak-anak
yumi@yu
aku keren,aku beken,aku ngetrend
aku dipuja banyak wanita,dielukan,diidolakan
... lanjut baca
Kamarku sudah rapi. Benar-benar rapi.
Buku-bukuku sudah tersusun dengan teratur di rak buku milikku. Baju-bajuku sudah masuk semua ke dalam lemari. ... lanjut baca
"Dasar maling. Pembantu tidak tahu diri!” teriak Nyonya Hana masih berapi-api. Wanita paruh baya itu meronta, berusaha melepaskan diri dari tangan- ... lanjut baca
“Selamat datang di penerbangan Lintas Air,” sapa wanita cantik di pintu ketika aku menapakkan kakiku di anak tangga terakhir, di pintu pesawat ter ... lanjut baca
1>Sahabat atau Pacar
cintailah sahabatmu seperti mencintai kekasih mu. Karena
Belum tentu cinta kekasih mu
Sebesar cinta sahabat kepada mu
... lanjut baca
Awal Pertemuan
SMA Pesona 8, masih terlihat sepi tetapi sudah terlihat hiasan merah-putih di setiap sudut ruanganya. Kemarin pengurus OSIS memang ... lanjut baca
Suatu siang di depan sebuah masjid tua sehabis sholat Dzuhur aku terdiam merenungi beberapa kejadian yang baru saja terjadi di tempat dimana aku menco ... lanjut baca
kok bisa ya ngobrol ditengah2 kalimat
dengan teknik penulisan
aku sedih bacanya,,,
Ho oh niy Vi..agak berantakan nulisnya..Padahal tulisan gw juga brantakan siy! hehehehe...penggambaran siy dah bagus kok! cayo!
masih banyak yang kurang seputar teknik penulisan, banyak baca deh and perhatiin detailnya...
Ide ceritanya bagus... alurnya keliatan... tapi pemilihan kata dan penyusunnan kalimatnya banyak yang janggal.
baca judulnya, orang sudah males baca
Idenya memang dah bagus. Firasat ayah pun cukup tergambar dengan baik. Tapi tehnik penulisan memang harus banyak belajar lagi. Gimana caranya? Gampang, harus banyak baca buku buat referensi. Baca kumpulan2 cerpen penulis2 yang dah matang, atau sekadar baca novel atau apa pun lah yang digemari. Dengan begitu, tehnik akan semakin berkembang.
Keep on writing Ananda!
wauw... idemu bagus nih!
cuma coba deh kamu baca lagi, apa kamu gak ngerasa kekakuan tulisanmu.
aku tunggu cerpenmu selanjutnya!
Lumayan detil juga
Ceritanya bagus..and great ending..!