Minyak Tanah

“Ti ... Sitiiii ... “
“Iya Mak ...”

Siti yang sedang asik bermain lompat tali dengan teman-temanya segera pulang lari kerumah karena mendengar teriakan Emaknya. Siti adalah gadis kecil yang gesit dan selalu patuh pada Emaknya. Banyak yang berdecak kagum pada Siti, karena meskipun masih kecil Siti sudah bisa di andalkan oleh Emaknya, di suruh apa saja bisa.

“Ada apa Mak ?”
“Ti .. tolong beliin Emak minyak tanah ya Neng!”
“Dimana Mak?”
“Di warungnya Bang Ucok. Beli seliter aja!”
“Iya Mak”

Siti segera mengambil botol minyak tanah dari dapur, dan menggenggam uang untuk beli minyak tanah dengan erat. Siti keluar rumah “Bissmillah ... “ gumamnya dalam hati.

“Emaaak .. di Bang Ucok minyak tanahnya abis”
“Ya ... coba beli di warung lain deh Ti!”
“Udah .. Mak. Siti udah ke warung Mbak Sur, ke warung Bang Kuple, ke warung Tante Rini. Malahan Siti juga udah ke warung Madura yang di pinggir jalan raya sono”
“Aduuhh .. kalo gak ada minyak tanah, Emak gak bisa masak Ti”

Siti yang masih lugu .. ikutan bingung seperti Emaknya, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Di luar sana teman-teman Siti sudah memanggilnya untuk bermain lompat tali lagi, Namun Siti tidak memperdulikanya, baginya Emaknya lebih penting. Dan saat ini yang ia tahu Emaknya sedang bingung karena tidak punya minyak tanah, dan sebagai anak yang baik Siti tidak mau meninggalkan Emaknya dalam kebingungan memikirkan kompornya yang tidak berisi minyak tanah.

“Mak .. kalo gak ada minyak, kita gak makan dong?”
“Iya .. gimana Emak mau masak, kalo minyak tanaknya kagak ada”
“Masak pake kayu aja Mak”
“Boleh ....! Siti mau bantu Emak cari kayu buat masak?'
“Mau Mak ... ayoo Siti bantuin”

Siti dan Emaknya sepakat untuk mencari kayu bersama. Mereka berjalan ke kebon yang berada di pinggir kali, menurut info yang Emaknya Siti dapat di kebon pinggir kali itu banyak kayu yang bisa di gunakan untuk masak. Dan untuk beberapa hari ini Emaknya Siti akan masak pake kayu, sampai minyak tanah mudah di dapat dan harganya mudah di jangkau bagi Emaknya Siti.

^anaknyaemak^

Rating

108
points
Views: 150 reads
Comments: 15
Rating:
72

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
Tedjo's picture
Tedjo at themenya oke (1 year 12 weeks yang lalu)
70

setuju..nieh, temanya oke..cuman perlu diperpanjang dikit kali ya..kasih latar belakang ..apa gituh..hehehe...Smile

salam kenal Smile

noir's picture
noir at Hm (1 year 14 weeks yang lalu)
70

temanya bagus, tp kurang dieksplor nih vie Big Grin

bluer's picture
bluer at Vivi (1 year 17 weeks yang lalu)
70

hehehe...minyak tanah emang lagi langka ya. Tambahain sedikit merica, biar nabok. hehehehe

putra_pena's picture
putra_pena at saluut... (1 year 17 weeks yang lalu)
60

descript condoition-nya,ok banget, terus juga felling inside bisa tergambarkan jelas... tapi nulisnya kurang ati2 tuh ada salah2 ketiknya

chiku's picture
chiku at mmmm (1 year 17 weeks yang lalu)
80

blom selesai ya vie. kok datar banget. gak ada gregetnya sama sekali.

sendal jepit's picture
sendal jepit at minyak (1 year 17 weeks yang lalu)
70

iyah masih kurang nampol, lagi mentok yah Ananda.

“Iya .. gimana Emak mau masak, kalo minyak tana'k'nya kagak ada” salah ketik atu nih heheee

fortherose's picture
fortherose at vie... (1 year 18 weeks yang lalu)
60

...endingnya kok gitu? nggak nampol ah^^

gheta's picture
gheta at kecewa... (1 year 18 weeks yang lalu)
60

ratu dudulz...
aku kira bakal ngakak

tapi untuk cerita macam begini kurang jelas masih terlalu singkat ve..

chau's picture
chau at yupssss (1 year 18 weeks yang lalu)
80

up to date ni cerita
minyak tanah dan back to nature(baca:minyak tanah)
^^
nanggung parah dullzzz
lanjuttin aja dehh

stars's picture
stars at vie.. (1 year 18 weeks yang lalu)
70

vie, segitu doang ceritanya..bener bener dahhh..