Bagi yang nyaman dengan hanya bercakap Melayu dialek Betawi, disediakan versi berterjemahan di sini.
2008/06/03
$[Frenzy] I don't speak Shakespearean--who does? As for the story, this is the baddest to sell by a long chalk as some of my regular readers kinda backed off at the first sight.
2008/05/27
$[Elbintang] Lagi? Bayar! Becanda! Tapi jelasnya, Wim masih hidup, masih eksis. Sayangnya gue masih belum rela ngarahin Saga buat misteri-misterian mulu.
$[Avian Dewanto] Chincha who? Soal ‘arena’—whatever that means—plis, jalanlah pelan dulu buat mastiin. Ini prosa loh, Bro; bukan sinetron ato klip ato iklan nsp/rbt/i-ring/pangkalan-ojeg yang bikin informasi jadi visual dan instan sekaligus narik orang balik lagi ke jaman tradisi lisan—yang ngomong bukan gue loh, tapi Neal Stephenson di Snow Crash, diamini Stephen King di On Writing, dicuekin Bret Ellis pas ditanya Mark Amerika, dan pastinyah ditentang Harry Tanoesoedibjo sama Raam Punjabi. Jangan balik ke jaman prasejarah, dong. Peace!
$[Azelia] Maap dah bikin pontang-panting, yah? Ngikutin beberapa tradisi, versi berterjemahan—bukan diterjemahkan—dah diunggah, tapi di blog aja. Eniwei, sebelum gue bikin novel misteri, nanya dulu neh, "Bersediakah engkau menjadi agenku?"
$[Villam] Frase ‘E.G.P.’-nya ituh, yang berpotensi ngurangin keterbacaan oleh khalayak. Wahai Guru [bersimpuh dan menyembah], bantu aku menemukan jalan tengah! Kalo soal klon [sigh], demikianlah resiko pake 1st person PoV; yang kentara hanya yang ada di kepala ‘aku’. Suatu saat biar Sondang ato Jenny deh, yg ngasi narasi. Tapi gak janji!
i love you, Andrea!
gila yak bisa mencecar pembaca dengan tensi tinggi dan rapat
aku kok ya jadi malu punya ekspektasi tinggi terhadap keahlian Wim yang ternyata hanya sebegitu saja. ha.ha
------------------
aku kecanduan. lagi dong!
------------------
cheers!
I don't find arena where is story happen. Coz arena is the main element in a story where a writer put character background. so please give us -readers- where is the story last.
kalau memakai kosa kata Chincha Lawra, komentarnya i think like this, maybe cerita ini take place in somewhere yang Cincha not knowing betul.
Nanti kalo bikin novel detektif ato misteri, jangan pake banyak bahasa/istilah asing yah. Udah pontang panting nih buat menterjemahkan bhs inggrisnya, eh ada sundanya pula.
Benernya nih aku masih blom ngerti 100% jalan ceritanya, hiehehe. Kayaknya, perlu baca sekali lagi neh
damn. i like it.
huh. seluruh pesannya begitu keras. aku gak tau apa bacaan kegemaranmu, atau renungan di toilet macam apa yang kamu lakukan sebelum ini, tapi jelas, aku senang ada satu jenis cerita seperti ini di k.com, yang mungkin bisa membuat banyak orang berkerut dahi, tapi... emang gue pikirin...
aku belum dapat celahnya, jadi maaf belum bisa mencelamu kali ini. awalnya aku heran melihat karakter jenny yang bisa mendominasi keadaan sehabis aku membaca cerita sebelumnya, yang... sangat berbeda. tapi rupanya, memang itu kejutan yang kamu siapkan. salut.
saga tiga betina. aku kok seperti melihat dirimu sedang mengklon diri menjadi tiga ya... hahaha... (tidak usah pedulikan ucapan terakhir ini, yang semata-mata becanda).
bagus, andrea. jangan benci kalau aku semakin mengagumi gayamu.
“Adalah komitmen saya pribadi, bersama Scripta tentunya, untuk kembali ke duduk perkara yang sebenarnya. Kami hanya ingin menekankan bahwa, seba ... lanjut baca
«SIDE B Aku diseret ke bawah, menuruni tangga yang semakin gelap. Teman-teman Jaket Jingga sudah lebih dulu menghilang.
Setelah turun satu lan ... lanjut baca
«SIDE A Sebut aku kleptomania. Nyatanya, aku hanya pembosan. Kalian tuduh aku tukang pamer, menunjuk-nunjukkan curian ke orang yang tidak punya i ... lanjut baca
Aku bilang, buku itu hanyalah buang waktu.
Aku berani katakan itu, tak peduli apa yang kalian pikirkan. Tentu aku tidak akan bilang kalau John ... lanjut baca
Selamat malam.
Ada satu kata yang menggambarkan saya: was-was. Bahasa sekarangnya: obsesif-kompulsif, o-bé-ès-é-ès-i-èf. Saya tidak akan l ... lanjut baca
Penulis terang menolak segala bentuk penyensoran-diri. Walau demikian, kelanjutan cerita ini berpotensi menyalahi peraturan kemudian.com perihal Perat ... lanjut baca
Berdasarkan cerpen Naik dengan Percuma.
| format standard PDF
FADE IN:
EXT. CERUKAN BUKIT - SENJA
Langit hampir gelap di sebuah bukit y ... lanjut baca
Kan…cud! Bikin kaget saja. Untung tidak ada mobil yang menyeruduk.
Tanpa menengok spion, aku tepikan motor. Kutarik telpon di pinggang. Masih ... lanjut baca
“Ceritakanlah!” Sondang memaksa.
Andai Sondang bukan kawan karib yang lama tak bertemu muka, aku enggan. Dia pesan kwetiaw porsi kedua sewa ... lanjut baca
Kata orang hari jum’at hari pendek...tapi buat gw hari jum’at hari yang panjaanggg...banget. Target gw hari ini kerjaan gw harus kelar, gw nggak m ... lanjut baca
Kawanku Jennifer Liem orangnya ceria, cerewet, aku tidak tahu bedanya. Begitu cerianya—atau cerewetnya—dia, sampai ketika anjingnya tewas terl ... lanjut baca
“Lepas HMD itu. Ayo! Lepas!”
Kagetnya aku, sampai geraham bawahku berkontraksi sendiri. Saat paling menyebalkan adalah mendengar hardikan i ... lanjut baca
“Ceritakanlah!” Sondang memaksa.
Andai Sondang bukan kawan karib yang lama tak bertemu muka, aku enggan. Dia pesan kwetiaw porsi kedua sewa ... lanjut baca
Kan…cud! Bikin kaget saja. Untung tidak ada mobil yang menyeruduk.
Tanpa menengok spion, aku tepikan motor. Kutarik telpon di pinggang. Masih ... lanjut baca
Berdasarkan cerpen Naik dengan Percuma.
| format standard PDF
FADE IN:
EXT. CERUKAN BUKIT - SENJA
Langit hampir gelap di sebuah bukit y ... lanjut baca
Penulis terang menolak segala bentuk penyensoran-diri. Walau demikian, kelanjutan cerita ini berpotensi menyalahi peraturan kemudian.com perihal Perat ... lanjut baca
Selamat malam.
Ada satu kata yang menggambarkan saya: was-was. Bahasa sekarangnya: obsesif-kompulsif, o-bé-ès-é-ès-i-èf. Saya tidak akan l ... lanjut baca
Aku bilang, buku itu hanyalah buang waktu.
Aku berani katakan itu, tak peduli apa yang kalian pikirkan. Tentu aku tidak akan bilang kalau John ... lanjut baca
andrea, you're damn good!
You don't follow the stream, you make your own flow, and come out with totally different kind of writing.
It takes several time to read the story before i finally get it, but I don't mind at all; this story is worth enough.
Ah, that sundanese, i miss it a lot!
ehm..!!
Ceritanya ok banget.

Bahasa sunda!!!!

(cari kamus bahasa sunda!!)
well I dont know which you excel better in, writing in Indo or English. Both are great.
Cerita yang bikin menahan napas. It's crazy, it's intense, I love it!
Bagi yang nyaman dengan hanya bercakap Melayu dialek Betawi, disediakan versi berterjemahan di sini.
2008/06/03
$[Frenzy] I don't speak Shakespearean--who does?
As for the story, this is the baddest to sell by a long chalk as some of my regular readers kinda backed off at the first sight.
2008/05/27
$[Elbintang] Lagi? Bayar!
Becanda! Tapi jelasnya, Wim masih hidup, masih eksis. Sayangnya gue masih belum rela ngarahin Saga buat misteri-misterian mulu.
$[Avian Dewanto] Chincha who?
Soal ‘arena’—whatever that means—plis, jalanlah pelan dulu buat mastiin. Ini prosa loh, Bro; bukan sinetron ato klip ato iklan nsp/rbt/i-ring/pangkalan-ojeg yang bikin informasi jadi visual dan instan sekaligus narik orang balik lagi ke jaman tradisi lisan—yang ngomong bukan gue loh, tapi Neal Stephenson di Snow Crash, diamini Stephen King di On Writing, dicuekin Bret Ellis pas ditanya Mark Amerika, dan pastinyah ditentang Harry Tanoesoedibjo sama Raam Punjabi. Jangan balik ke jaman prasejarah, dong. Peace!
$[Azelia] Maap dah bikin pontang-panting, yah? Ngikutin beberapa tradisi, versi berterjemahan—bukan diterjemahkan—dah diunggah, tapi di blog aja. Eniwei, sebelum gue bikin novel misteri, nanya dulu neh, "Bersediakah engkau menjadi agenku?"
$[Villam] Frase ‘E.G.P.’-nya ituh, yang berpotensi ngurangin keterbacaan oleh khalayak. Wahai Guru [bersimpuh dan menyembah], bantu aku menemukan jalan tengah! Kalo soal klon [sigh], demikianlah resiko pake 1st person PoV; yang kentara hanya yang ada di kepala ‘aku’. Suatu saat biar Sondang ato Jenny deh, yg ngasi narasi. Tapi gak janji!
i love you, Andrea!
gila yak bisa mencecar pembaca dengan tensi tinggi dan rapat
aku kok ya jadi malu punya ekspektasi tinggi terhadap keahlian Wim yang ternyata hanya sebegitu saja. ha.ha
------------------
aku kecanduan. lagi dong!
------------------
cheers!
sesuai judulnya, saya hanya bereksperimen melihat comment mas bows di kolomku
I don't find arena where is story happen. Coz arena is the main element in a story where a writer put character background. so please give us -readers- where is the story last.
kalau memakai kosa kata Chincha Lawra, komentarnya i think like this, maybe cerita ini take place in somewhere yang Cincha not knowing betul.
Hayah.
Nanti kalo bikin novel detektif ato misteri, jangan pake banyak bahasa/istilah asing yah. Udah pontang panting nih buat menterjemahkan bhs inggrisnya, eh ada sundanya pula.
Benernya nih aku masih blom ngerti 100% jalan ceritanya, hiehehe. Kayaknya, perlu baca sekali lagi neh
damn. i like it.
huh. seluruh pesannya begitu keras. aku gak tau apa bacaan kegemaranmu, atau renungan di toilet macam apa yang kamu lakukan sebelum ini, tapi jelas, aku senang ada satu jenis cerita seperti ini di k.com, yang mungkin bisa membuat banyak orang berkerut dahi, tapi... emang gue pikirin...
aku belum dapat celahnya, jadi maaf belum bisa mencelamu kali ini. awalnya aku heran melihat karakter jenny yang bisa mendominasi keadaan sehabis aku membaca cerita sebelumnya, yang... sangat berbeda. tapi rupanya, memang itu kejutan yang kamu siapkan. salut.
saga tiga betina. aku kok seperti melihat dirimu sedang mengklon diri menjadi tiga ya... hahaha... (tidak usah pedulikan ucapan terakhir ini, yang semata-mata becanda).
bagus, andrea. jangan benci kalau aku semakin mengagumi gayamu.