30307
18;57
Denting lonceng terdengar begitu keras
Memekakkan pikiran bukannya genderang telinga
Denting lonceng yang dipegang oleh pendeta suci pemuja Ida Sang Hyang Widi Wasa
Seperti membakar hangus batin seorang hawa
Yang berceloteh kalau ia adalah pemuja yang setia
Benar – benar menampar iman dan takwaku pada-NYA
Aku hanya seorang hawa yang telah dua abad melihat dunia
Tiba – tiba mengingat betapa hinanya perbuatan dan pikiran
Jika aku ingin menyebut dan menyembah pada-NYA
Malu dan terhina
Takut akan murka-NYA
Tapi dosa selalu mengikat perbuatan
Karena iman terpengaruh oleh dunia
Yang hampir menjelma menjadi neraka
Akhirnya akupun berlutut
Menunduk dan mengucap dengan terbata
“ Ya Tuhan. Tuntunlah aku kembali pada jalanMU. Kuatkan imanku agar tetap menyembah padaMU. Kumohon bukakanlah pintu maaf-Mu…”
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
tp klo menurut sy bhs lmbangnya kurang, sehingga sugestif n asosiatifnya kurang
maksi ya... tetep di comment pls...!
Taqwa kali nulisnya, dunia itu tidak separah neraka tapi tak seindah surga..
Wah religius nih puisinya