Senja menjelang Purnama

30307
18;57

Denting lonceng terdengar begitu keras
Memekakkan pikiran bukannya genderang telinga

Denting lonceng yang dipegang oleh pendeta suci pemuja Ida Sang Hyang Widi Wasa
Seperti membakar hangus batin seorang hawa
Yang berceloteh kalau ia adalah pemuja yang setia
Benar – benar menampar iman dan takwaku pada-NYA

Aku hanya seorang hawa yang telah dua abad melihat dunia
Tiba – tiba mengingat betapa hinanya perbuatan dan pikiran
Jika aku ingin menyebut dan menyembah pada-NYA

Malu dan terhina
Takut akan murka-NYA

Tapi dosa selalu mengikat perbuatan
Karena iman terpengaruh oleh dunia
Yang hampir menjelma menjadi neraka

Akhirnya akupun berlutut
Menunduk dan mengucap dengan terbata

“ Ya Tuhan. Tuntunlah aku kembali pada jalanMU. Kuatkan imanku agar tetap menyembah padaMU. Kumohon bukakanlah pintu maaf-Mu…”

Rating

23
points
Views: 162 reads
Comments: 4
Rating:
57.5

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
juned's picture
juned at judul bagus (1 year 5 weeks yang lalu)
50

tp klo menurut sy bhs lmbangnya kurang, sehingga sugestif n asosiatifnya kurang

angel0n3arth's picture
angel0n3arth at mm.. (1 year 11 weeks yang lalu)
50

maksi ya... tetep di comment pls...!

bl09on's picture
bl09on at hihi (1 year 13 weeks yang lalu)
80

Taqwa kali nulisnya, dunia itu tidak separah neraka tapi tak seindah surga..

mr.jay's picture
mr.jay at hai.. (1 year 13 weeks yang lalu)
50

Wah religius nih puisinya