Dua hari lagi di sekolahku akan mengadakan study tour. Sebenarnya aku tak mau pergi, karena daerah yang akan dikunjungi terletak jauh di atas gunung. Tahu tidak, kalau aku paling benci naik gunung ? Apalagi perasaanku belum pulih benar semenjak mimpi aneh itu. Makin hari, aku makin merasa aneh jika melihat Radi.
“Nena...?”panggil Dinar untuk yang kesekian kalinya.
“Eh, ya ?”sahutku tersentak dari lamunanku.
“Seminggu terakhir ini, aku lihat kamu melamun terus. Kamu sedang punya masalah ?”tanya Dinar khawatir.
You have done a great job. Terus nulis. Amatilah sekitarmu, rasakan apa yang orang lain tidak rasakan, lihat apa yang tidak orang lihat, dan dengar apa yang tidak orang lain dengar... dan tentu saja tuliskan.
Seperti biasa. Seperti malam-malam yang kemarin juga. Saya hanya terdiam memandangi layar laptop sambil sesekali tertawa. Menuliskan beberapa kata, ha ... lanjut baca
mengintai hati,
tak kudapatimu pasti.
tanya masih bergelung
dalam relung.
biar saja aku menepi
di sisi sepi,
ah, tak apa...
aku sudah biasa.
... lanjut baca
Malam bercerita padaku tentang bulannya yang kini terpenggal gerhana. Juga tentang mimpi yang selalu mengiringinya sebelum terjaga.
Aku selalu mend ... lanjut baca
Dia adalah matahari yang menyinari hati. Menerangi ketika kelabu mewarnai langit pagi. Mengajarkan saya tersenyum, tertawa. Menuntun kepada jalan caha ... lanjut baca
Kami adalah anak-anak pecinta hujan. Kami mencintai hujan karena bersama hujan kami memiliki begitu banyak kenangan. Karena hujan membuat kami saling ... lanjut baca
[b]gerimis salju malam ini
membekukan raga--mungkin juga hati
gemeletuk gigi beradu sunyi
kamu tertawa, aku juga -dalam hati-
kita tak saling meny ... lanjut baca
Sudah lama saya merindukan hujan. Hujan yang rintiknya menyusun kembali kenangan. Hujan yang mampu mengusir harapan saya pada rembulan. Karena hujan m ... lanjut baca
malam kemarin, aku mengintip langit.
kulihat rembulan tersenyum pahit.
bergantung sendiri dalam kegelapan,
kutawarkan bintang tapi dia enggan.
m ... lanjut baca
Tadi malam, saya mengintip lewat jendela. Mendapati bulan yang tinggal separuh sedang terjaga. Melihatnya menatap langit yg telah dimilikinya dengan s ... lanjut baca
Di bawah halte saya tenggelam dalam lamunan. Menapaki masa lalu yang enggan saya tinggalkan. Menangis bersama tetes hujan yang berjatuhan di jalan. Sa ... lanjut baca
Koq postingan _aR_ "The First Love Journey [part 6]" yang 9 jam lalu dipost gak muncuL ?
Padahal pas liat di account ada...
Mohon bantuannya... bi ... lanjut baca
A. Di Kelas VIII
Aku bergidik saat merasakan aura aneh di kelas baruku. Aku langsung menuju kursi paling belakang, tempat Daisy duduk karena kami ... lanjut baca
5. Sebuah Pengakuan
Sudah tiga hari aku berada di Lovina. Jujur saja aku merasa betah. Kalau bukan karena teringat akan tes-tes yang menungguku di ... lanjut baca
2. Mimpi Aneh di Awal Kelas IX !
Langit begitu cerah. Hari ini tahun ajaran baru dimulai. Kelas IX yang kutunggu. Tanpa para trouble maker itu te ... lanjut baca
4. Senyum dan Tangis...
Tawa Dinar tak terkendali ketika aku memberitahunya kalau aku terkena karma, menyukai Radi. Sepanjang perjalanan pulang ... lanjut baca
“Ya sudah, Ma. Nena berangkat dulu.”kataku melejit keluar rumah.
Matahari belum tampak. Udara masih dipenuhi embun. Tapi, aku tak peduli. Kusus ... lanjut baca
“Ya sudah, Ma. Nena berangkat dulu.”kataku melejit keluar rumah.
Matahari belum tampak. Udara masih dipenuhi embun. Tapi, aku tak peduli. Kusus ... lanjut baca
sudah dua hari
internetku mati
buat aku keki
karena rindu dihati
makin menjadi
pada sang pujaan hati
sudah dua hari
internetku mati
bikin ak ... lanjut baca
makin menarik..lanjut ahh
hoho
You have done a great job. Terus nulis. Amatilah sekitarmu, rasakan apa yang orang lain tidak rasakan, lihat apa yang tidak orang lihat, dan dengar apa yang tidak orang lain dengar... dan tentu saja tuliskan.
w suka ceritanya...seting ceritanya juga dah lengkap...w tunggu kelanjtan crtnya.
lancar bercerita dan mencipta dialog...mungkin cara penulisan yang perlu diperhatikan lebih dalam..
terus menulis !