“Ya sudah, Ma. Nena berangkat dulu.”kataku melejit keluar rumah.
Matahari belum tampak. Udara masih dipenuhi embun. Tapi, aku tak peduli. Kususuri jalan setapak yang biasanya kulewati saat ke sekolah. Aku tak peduli bagaimana lelahnya aku saat ini. Yang aku pikirkan hanya datang ke sekolah lalu bertemu semua temanku.
Seperti biasa. Seperti malam-malam yang kemarin juga. Saya hanya terdiam memandangi layar laptop sambil sesekali tertawa. Menuliskan beberapa kata, ha ... lanjut baca
mengintai hati,
tak kudapatimu pasti.
tanya masih bergelung
dalam relung.
biar saja aku menepi
di sisi sepi,
ah, tak apa...
aku sudah biasa.
... lanjut baca
Malam bercerita padaku tentang bulannya yang kini terpenggal gerhana. Juga tentang mimpi yang selalu mengiringinya sebelum terjaga.
Aku selalu mend ... lanjut baca
Dia adalah matahari yang menyinari hati. Menerangi ketika kelabu mewarnai langit pagi. Mengajarkan saya tersenyum, tertawa. Menuntun kepada jalan caha ... lanjut baca
Kami adalah anak-anak pecinta hujan. Kami mencintai hujan karena bersama hujan kami memiliki begitu banyak kenangan. Karena hujan membuat kami saling ... lanjut baca
[b]gerimis salju malam ini
membekukan raga--mungkin juga hati
gemeletuk gigi beradu sunyi
kamu tertawa, aku juga -dalam hati-
kita tak saling meny ... lanjut baca
Sudah lama saya merindukan hujan. Hujan yang rintiknya menyusun kembali kenangan. Hujan yang mampu mengusir harapan saya pada rembulan. Karena hujan m ... lanjut baca
malam kemarin, aku mengintip langit.
kulihat rembulan tersenyum pahit.
bergantung sendiri dalam kegelapan,
kutawarkan bintang tapi dia enggan.
m ... lanjut baca
Tadi malam, saya mengintip lewat jendela. Mendapati bulan yang tinggal separuh sedang terjaga. Melihatnya menatap langit yg telah dimilikinya dengan s ... lanjut baca
Di bawah halte saya tenggelam dalam lamunan. Menapaki masa lalu yang enggan saya tinggalkan. Menangis bersama tetes hujan yang berjatuhan di jalan. Sa ... lanjut baca
“Ya sudah, Ma. Nena berangkat dulu.”kataku melejit keluar rumah.
Matahari belum tampak. Udara masih dipenuhi embun. Tapi, aku tak peduli. Kusus ... lanjut baca
Koq postingan _aR_ "The First Love Journey [part 6]" yang 9 jam lalu dipost gak muncuL ?
Padahal pas liat di account ada...
Mohon bantuannya... bi ... lanjut baca
3. OMG, I Like Him !!!
Dua hari lagi di sekolahku akan mengadakan study tour. Sebenarnya aku tak mau pergi, karena daerah yang akan dikunjungi terl ... lanjut baca
2. Mimpi Aneh di Awal Kelas IX !
Langit begitu cerah. Hari ini tahun ajaran baru dimulai. Kelas IX yang kutunggu. Tanpa para trouble maker itu te ... lanjut baca
5. Sebuah Pengakuan
Sudah tiga hari aku berada di Lovina. Jujur saja aku merasa betah. Kalau bukan karena teringat akan tes-tes yang menungguku di ... lanjut baca
A. Di Kelas VIII
Aku bergidik saat merasakan aura aneh di kelas baruku. Aku langsung menuju kursi paling belakang, tempat Daisy duduk karena kami ... lanjut baca
4. Senyum dan Tangis...
Tawa Dinar tak terkendali ketika aku memberitahunya kalau aku terkena karma, menyukai Radi. Sepanjang perjalanan pulang ... lanjut baca
Malamnya sewaktu Inet lagi seru – serunya main PS dan menelepon sobatnya Ambo buat ngerjain PR fisikanya yang mau dikumpul besok.
“ Mbow…tolon ... lanjut baca
di tunggu lanjutannya^^
Inget juga kala cinta pertama itu hadir...
Bila saja kegundahan Nena soal
Radi diperparah, misalnya dengan "bumbu" Radi malah ngomongin soal cewe lain...
Tapi bagus ko...membawaku kembali ke masa SMP.
Chatarou
Aku suka prolognya, moga bisa saling membantu ya...