“Kepada para penumpang roda ferris, kami mohon maaf atas gangguan karena masalah teknis ringan. Roda akan kembali berputar dengan normal.”
Demikian pemberitahuan petugas melalui pengeras suara diikuti dengan berputarnya kembali roda Ferris yang sempat berhenti sebentar.
Sementara di dalam kabin, Tanpa disengaja Rei berada dalam pelukan Hendra. Wajah mereka berhadapan. Dekat sekali. Sesuatu perasaan yang aneh mulai dirasakan mereka berdua. Tak satupun dari mereka yang mendengarkan petugas tadi.
aku agak gmn gitu ma bag terakhir ini... ga bisa komen,tidak menemukan kata2 yg pas sih(tipe Org yg ga Bisa ngasih penilaian buat diri sendiri..Pa lg org lain)^_^
Terimakasih yg pertama pada pada Allah SWT yg telah memberiku ide, Dewi Arayani yg juga memberi inspirasi nama, Mbak Widdy & Cyco crew yg telah menyewakan pc dan internetnya sekaligus memberi kenang2an berupa virus, dan para pembaca yg telah membaca dari awal hingga akhir. I LOVE U ALL, I KEEP WRITING TILL THE END
Bulan penuh bersinar menerangi suatu malam yang cerah di kota Cronos. Langit jernih tanpa satupun awan yang berani menutupi sang penguasa malam. Hanya ... lanjut baca
Suasana kamar masih gelap saat aku membuka mata. Rupanya hari masih malam. Tanganku bergerak – gerak meraba sekelilingku, mencari di mana aku meleta ... lanjut baca
Aku baru saja selesai mandi, tetapi rasanya badan sudah kembali lengket oleh keringat. Malam ini rasanya sangat gerah. Air dingin yang tadi hampir s ... lanjut baca
Scene 06
Distrik Jatiwaringin, satu bulan sebelumnya.
“Kenapa ayah masih di sini?”
Naela berbicara dengan nada datar, menyembunyikan emos ... lanjut baca
Scene 05
SMU Harapan Bangsa
10.40
“Apa yang kulakukan?” gumam Renal terdengar gemetar. Matanya terbelalak tak percaya melihat sosok guru ya ... lanjut baca
Tangan Yeni masih mengusap lembut kepala Dio, adik laki – lakinya yang tertidur lelap. Ia memperhatikan wajahnya yang tenang dan damai itu dan meras ... lanjut baca
[VQ : The mysterious girl]
Mungkin aku harusnya menyesal telah menghadiri pesta ulang tahun Meli yang ke-19. Bagaimana tidak, datang ke sana hanya ... lanjut baca
Page 2
“Apa kau mencariku?”
Suara yang masuk ke dalam telingaku terdengar lembut. Aku menoleh ke belakang dan aku terkejut.
Dia ada di b ... lanjut baca
Page 1
Matahari sudah condong ke barat saat aku tiba di persimpangan Burrows. Sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan “sofa” jerami yang empuk ... lanjut baca
[b]Scene 04[/b]
Tanpa alasan, wanita itu tiba – tiba melompat menerjang Ahmad yang berada di hadapannya tepat ketika polisi itu teralih perhatian ... lanjut baca
Bandung SuperMall (BSM) adalah salah satu mall terbesar di kota Bandung yang sudah terkenal. Mall yang berukuran besar dan memiliki empat lantai ini m ... lanjut baca
Mereka terus berlari. Menghindari barang atau orang yang menghalangi, hampir tertabrak motor, tak peduli kemana tujuan mereka yang penting bisa lolos ... lanjut baca
Fly me to the moon
flames burning
and the sky turn into dark cloud
against a will of mine
Fly me to the moon
stars shining
and the wind blow m ... lanjut baca
Sebuah pagi yang berbeda di hari yang berbeda. Sinar matahari masuk menembus jendela kamar bagai sebuah selendang putih sang bidadari yang beruntaikan ... lanjut baca
Mereka berjalan menyusuri pusat kota Bandung, melewati Plaza Bandung Indah, menapak Jalan Dago yang terkenal di kalangan remaja se-Indonesia, melewati ... lanjut baca
Final Fantasy 7 (Fan Art Story)
Cloud: Crisis Core to the Main Story
Sebuah suara yang tak asing bagi cloud dan Zack terdengar. Tembakan senapan ... lanjut baca
Ravhael, Aqvana dan Aerynt menoleh ke arah Shivee.
“Apa katamu?” tanya Ravhael berdiri.
Shivee tidak menjawab. Ia masih memandang langit-lan ... lanjut baca
“A-apa ini??” seru Ravhael kaget sambil meletakkan peralatan makannya.
“Aku setuju kepada sang Shadow Knight untuk menangkap kalian agar ia m ... lanjut baca
Sementara itu, Aqvana, Shivee, dan Ravhael yang berusaha berlari untuk menyelamatkan diri, akhirnya tiba di sebuah hutan suram di samping istana. Mere ... lanjut baca
Three boxes of Marlboro menthol and a bottle of vodka were ornamenting the coffee table where I put my legs above it carelessly. I don’t give a damn ... lanjut baca
baGuz ju9a
simpLe tapi 9iMaNa 9iTuh...
huhuhh
miris amat nasib hendra, vq jaat banget kan kacian hendra nyah
Bukannya udah pernah waktu jaman kapan gitu ni cerita ditampilin ya?
aku agak gmn gitu ma bag terakhir ini... ga bisa komen,tidak menemukan kata2 yg pas sih(tipe Org yg ga Bisa ngasih penilaian buat diri sendiri..Pa lg org lain)^_^
antiklimaks
idem
kok jadi simple dan klise banget... huhuhuuuu. tapi bagus aja.
cinta?
rei?
gadis?
hendra?
.......?
Terimakasih yg pertama pada pada Allah SWT yg telah memberiku ide, Dewi Arayani yg juga memberi inspirasi nama, Mbak Widdy & Cyco crew yg telah menyewakan pc dan internetnya sekaligus memberi kenang2an berupa virus, dan para pembaca yg telah membaca dari awal hingga akhir. I LOVE U ALL, I KEEP WRITING TILL THE END