“when there’s no more room in hell, the dead will walk the earth”
--George A. Romero, Dawn of the Dead
Scene 02
Didorong rasa penasaran yang tak tertahankan, Renal dan Barry bergegas turun ke lantai satu menuju ke ruang UKS. Sama halnya dengan mereka, siswa – siswa kelas 2-C yang sedang berolah raga juga menuju arah yang sama untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu sejak Pak Ghofar dirawat. Mereka tertarik oleh suara teriakan miris yang baru saja terdengar beberapa saat yang lalu.
Barry Langsung tahu kalau itu zombie, padahal bisa saja orang lagi kesurupan/kumat...tapi mending zombie aja deh daripada cerita hantu-hantuan
Aku kok lebih suka kalau gak ada penceritaan kejadian tempat lain yang tidak dialami tokoh utama kayak 'sementara itu---yang sampai di lantai dasar belum tentu selamat---'dst.
Di adegan terakhir kesan terornya menurun.
"Belum ada satupun yang kembali-"
Apa tiga tokoh ini gak mendengar jeritan2 yang memilukan?
VQ, ini idenya ngambil dari Raise of the Dead kan? Bukan Resident Evil kan? The Dead juga karena virus ya, kayak Resident Evil? Setau gw sih ya, zombie di Resident itu enggak mati karena mereka cuma mutant korban virus. Jadi mereka masih bisa dibunuh. CMIIW.
Saia hanya bisa bertepuk tangan. Cerita yang mendebarkan dan tempo yang singkat. hmm, mungkin menurut saia yak, kalimat-kalimatnya diperpendek lagi. Biar makin tertahan nafas pembaca. Hehehe
load your M4A1 with 5.56 mm armor piercing type ammo, aim for the head, then pul the trigger. remember one shoot, one kill. save your ammo, you'll need it and don't let them bite you. if you got bitten, make sure you kill your self, before your friend did.
Maaf ya. Tangan saya cuman ada dua. Jadi, two thumbs up untuk seri ROTD anda.
Saya ga habis pikir Naela punya mental kayak apaan udah sepanik itu dianya masih pasang muke golem...
Kalo make pelataran yang berzombie kayak gitu, ceritanya dibikin unik. Biar beda sama resident evil, alone in the dark, ato from dusk till dawn...
Sama... okelah kalao wayanasa itu kota bereferensikan jakarta. Kalo gitu adakan saja karakter-karakter yang pernah dideskripsikan di karya Benny & Mice. Itu punya banyak banget figur-figur unik khas jakarta dengan beragam ciri-cirinya.
Hmm. Enggak sedalam dua bagian sebelumnya, menurutku. Kupikir, orang akan mulai mengharapkan akan ada perkembangan plot yang lebih. Tapi segini dulu untuk bagian ini sudah bagus kok.
Bulan penuh bersinar menerangi suatu malam yang cerah di kota Cronos. Langit jernih tanpa satupun awan yang berani menutupi sang penguasa malam. Hanya ... lanjut baca
Suasana kamar masih gelap saat aku membuka mata. Rupanya hari masih malam. Tanganku bergerak – gerak meraba sekelilingku, mencari di mana aku meleta ... lanjut baca
Aku baru saja selesai mandi, tetapi rasanya badan sudah kembali lengket oleh keringat. Malam ini rasanya sangat gerah. Air dingin yang tadi hampir s ... lanjut baca
Scene 06
Distrik Jatiwaringin, satu bulan sebelumnya.
“Kenapa ayah masih di sini?”
Naela berbicara dengan nada datar, menyembunyikan emos ... lanjut baca
Scene 05
SMU Harapan Bangsa
10.40
“Apa yang kulakukan?” gumam Renal terdengar gemetar. Matanya terbelalak tak percaya melihat sosok guru ya ... lanjut baca
Tangan Yeni masih mengusap lembut kepala Dio, adik laki – lakinya yang tertidur lelap. Ia memperhatikan wajahnya yang tenang dan damai itu dan meras ... lanjut baca
[VQ : The mysterious girl]
Mungkin aku harusnya menyesal telah menghadiri pesta ulang tahun Meli yang ke-19. Bagaimana tidak, datang ke sana hanya ... lanjut baca
Page 2
“Apa kau mencariku?”
Suara yang masuk ke dalam telingaku terdengar lembut. Aku menoleh ke belakang dan aku terkejut.
Dia ada di b ... lanjut baca
Page 1
Matahari sudah condong ke barat saat aku tiba di persimpangan Burrows. Sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan “sofa” jerami yang empuk ... lanjut baca
[b]Scene 04[/b]
Tanpa alasan, wanita itu tiba – tiba melompat menerjang Ahmad yang berada di hadapannya tepat ketika polisi itu teralih perhatian ... lanjut baca
Scene 03
Angin ketegangan menyusup di sela – sela keheningan di ruang kelas 2-D. Tak sepatah katapun keluar dari mulut Renal, Naela, dan Brady k ... lanjut baca
Scene 01
Wanayasa, kota metropolitan di pesisir utara perfektur Jawa Barat, merupakan kota percontohan bagi kota – kota lain di Republik Indonesi ... lanjut baca
[b]Scene 04[/b]
Tanpa alasan, wanita itu tiba – tiba melompat menerjang Ahmad yang berada di hadapannya tepat ketika polisi itu teralih perhatian ... lanjut baca
Scene 05
SMU Harapan Bangsa
10.40
“Apa yang kulakukan?” gumam Renal terdengar gemetar. Matanya terbelalak tak percaya melihat sosok guru ya ... lanjut baca
Scene 06
Distrik Jatiwaringin, satu bulan sebelumnya.
“Kenapa ayah masih di sini?”
Naela berbicara dengan nada datar, menyembunyikan emos ... lanjut baca
Wanayasa Metropolitan, 11.00
Enam ratus meter menuju gerbang tol lingkar luar
”Sekitar dua jam lalu terjadi keributan massa di distrik Mampang. ... lanjut baca
Pagi itu saat fajar mulai menyingsing, Azziz terlihat telah keluar dari rumahnya, ia berdiri di sebelah ladang. Matanya menatap lurus ke langit biru y ... lanjut baca
chapter dimulai dari cerita Angelus yang berbincang2 dengan Naga. Naga mengatakan bahwa keberadaan Dragon di Gaia sudah waktunya diakhiri.
Gaia ... lanjut baca
Kami masih berada didalam mobil, menuju tempat meteor itu jatuh. Aku sangat penasaran, sebab aku melihat kepulan asap yang menyelimuti pemandangan di ... lanjut baca
Oleh Mikael Johani
In the Cold November Rain
The Bus Driver’s Wife
Five Minutes
Oleh
FrenZy
Not only are these stories written in English, ... lanjut baca
Barry Langsung tahu kalau itu zombie, padahal bisa saja orang lagi kesurupan/kumat...tapi mending zombie aja deh daripada cerita hantu-hantuan
Aku kok lebih suka kalau gak ada penceritaan kejadian tempat lain yang tidak dialami tokoh utama kayak 'sementara itu---yang sampai di lantai dasar belum tentu selamat---'dst.
Di adegan terakhir kesan terornya menurun.
"Belum ada satupun yang kembali-"
Apa tiga tokoh ini gak mendengar jeritan2 yang memilukan?
Sori kalau sotoy.
HA HA HA HA! Pembantaian dimulai! >
VQ, ini idenya ngambil dari Raise of the Dead kan? Bukan Resident Evil kan? The Dead juga karena virus ya, kayak Resident Evil? Setau gw sih ya, zombie di Resident itu enggak mati karena mereka cuma mutant korban virus. Jadi mereka masih bisa dibunuh. CMIIW.
Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^=D> =D> =D>
Saia hanya bisa bertepuk tangan. Cerita yang mendebarkan dan tempo yang singkat. hmm, mungkin menurut saia yak, kalimat-kalimatnya diperpendek lagi. Biar makin tertahan nafas pembaca. Hehehe
setuju nih....
ama yang dibawah....
efektif bgt.....
load your M4A1 with 5.56 mm armor piercing type ammo, aim for the head, then pul the trigger. remember one shoot, one kill. save your ammo, you'll need it and don't let them bite you. if you got bitten, make sure you kill your self, before your friend did.
-remember always kill, before get killed-
-your friend, shining_star_13-
Maaf ya. Tangan saya cuman ada dua. Jadi, two thumbs up untuk seri ROTD anda.
Saya ga habis pikir Naela punya mental kayak apaan udah sepanik itu dianya masih pasang muke golem...
Kalo make pelataran yang berzombie kayak gitu, ceritanya dibikin unik. Biar beda sama resident evil, alone in the dark, ato from dusk till dawn...
Sama... okelah kalao wayanasa itu kota bereferensikan jakarta. Kalo gitu adakan saja karakter-karakter yang pernah dideskripsikan di karya Benny & Mice. Itu punya banyak banget figur-figur unik khas jakarta dengan beragam ciri-cirinya.
Keep writing, melbani!
GYABOOOOO.... =D> =D> lanjutannya kapan viq ?? iya ni, explicit content,,ntar ntu suster jadi setan baru dun,,weks...keep up the fabulous work dah ^^
Hmm. Enggak sedalam dua bagian sebelumnya, menurutku. Kupikir, orang akan mulai mengharapkan akan ada perkembangan plot yang lebih. Tapi segini dulu untuk bagian ini sudah bagus kok.
Hmm.
Asal jangan tiru plot mentah2, ya?
mantab man, ini fanfic, ya? kayak cerita High School of The Dead... pernah baca manganya kan?
Row row
row your boat
gently down the stream
Merrily Merrily
Merrily Merrily
Life is but a dream 8>
yah, kalo ada kemiripan dengan film atau game, namanya juga fanfic