Hunt : The Prologue Chapter 05 "Solving The Mystery"

Angin berhembus sepoi saat Ryan dan Vivian berjalan berbarengan di sebuah jalan setapak yang ada di pinggiran komplek perumahan. Masing-masing tidak bisa berhenti bercanda, dan tertawa dalam obrolannya. Wajah keduanya terlihat senang. Tidak terlihat sedikitpun wajah sedih meskipun tadi sempat terlihat. Saat-saat seperti ini telah menghapuskan rona sedih di wajah mereka.
“hey, kamu beneran nih nggak suka diliatin?” mata Ryan melirik ke arah Vivian.

Rating

25
points
Views: 31 reads
Comments: 5
Rating:
50

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
yosi_hsn's picture
yosi_hsn at (21 weeks 5 days yang lalu)
80

waaa...itu udah ada yang ngeborong komen ^^ jadi secara garis besar setujus aja deh.
Oya, kenapa yang jaga rumah Jenny polisi Militer dan ABRI sih? emangnya kasusnya penting banget ya? kan kalo masalah warga sipil biasanya yang menangani cukup polisi biasa. Seragamnay beda lho Polisi militer, ABRI dan polisi biasa.
Lanjut baca...(eh, masih ada nggak?)

hirokakkuen's picture
hirokakkuen at hmmmm.... (22 weeks 2 days yang lalu)

kata-kata kk kairei-chan mungkin benar juga. aku harus mencoba untuk tidak terlalu me-"manga" kan novel, ya...makasih kritikan PANAS nya yah. untuk kedepannya pasti lebih baik. =D> =D> =D>

145's picture
145 at Hm hm hm (22 weeks 2 days yang lalu)
80

Meskipun minor, ada baiknya setelah mendapat komplain tentang layout sedapat mungkin segera dikau perbaiki (tinggal klik tombol edit Smile )

Lalu, meskipun ceritanya bersambung saya rasa ada baiknya dipertimbangkan disebelah mana pemotongan dilakukan. semoga yang berikutnya bisa lebih baik.

d757439's picture
d757439 at (22 weeks 2 days yang lalu)
50

baru tapi pagi aku baca....
hehehe

tapi aku masih binggung ceritanya Cool

Kairei-chan's picture
Kairei-chan at Hm... (22 weeks 3 days yang lalu)
40

Sebenarnya ide cerita dan setting sudah lumayan baik, tapi ada bebeapa saran yang semoga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk bab2x berikutnya:

~ Tampilan/Layout, ada baiknya kalau antarparagraf diberi jarak/spasi yang lumayan signifikan agar pembaca tidak lelah membaca atau kehilangan arah.

~ Huruf Kapital, masih banyak huruf2x yang seharusnya dikapitalkan tapi malah diketik dengan huruf kecil. Biasanya huruf kapital digunakan di awal kalimat dan setelah tanda titik, kecuali kalau menuliskan kalimat yang berada di antara 2 tanda koma (cth: "Ani," keluh Ibu, "kenapa kau malas?").

~ Karakterisasi, saya merasa kalau karakter Ling terlalu... tidak nyata? Walaupun karakter yang menarik dapat memberikan angin segar bagi pembaca, ada baiknya kalau kamu membuat karakter yang lebih terkesan nyata dan tidak terlalu... manga. Sama halnya dengan karakter Ryan yang marah dengan Ling dan bahkan sampai memukulnya tapi dalam waktu singkat meminta maaf padanya padahal Ling adalah pembunuh ortunya, dan Vivian di awal cerita yang digambarkan sebagai gadis manis pendiam dan anggun tapi bisa tiba2x berubah menjadi gadis tomboy dan agak terkesan (maaf) gahar yang membela wanita yang diganggu. Intinya, karakterisasi yang kamu berikan tidak konsisten. Coba tuliskan karakter masing2x tokoh dalam selembar dokumen word atau kertas dan jadikan itu referensi tiap kali kamu mau menempatkan suatu tokoh dalam keadaan tertentu agar sikap dan reaksinya dapat lebih konsisten.

~ Pengaruh Komik, saya juga merasa kalau plot dan gaya bercerita serta penokohan dalam cerita ini sangat terpengaruh oleh komik Jepang (manga). Hal ini baik kalau kamu menulis sebuah fanfiction, tapi terkesan kurang profesional jika digunakan untuk menulis sebuah novel. Mungkin kamu perlu membaca lebih banyak novel, baik lokal maupun mancanegara, agar wawasan penulisan kamu dapat diperluas.

~ SARA, hati-hati dalam menulis novel yang dapat menyinggung SARA. Karakter Ling dalam cerita kamu dapat disalah-kaprahkan beberapa orang kaum Tinghoa sebagai penghinaan, karena selain kamu pada awalnya menyebutnya sebagai "pria cina" (biasanya penggunaan kata "cina" untuk sebutan orang Tionghoa dianggap kasar), kamu juga menggambarkannya sebagai pembunuh dan buronan yang melakukan tindak piracy terhadap Indonesia (meledakkan kapal2x RI di perairan Cina?). Saya pribadi agak mengernyitkan dahi saat membaca deskripsi yang kamu berikan itu dan, sejujurnya, merasa agak tersinggung. Mungkin kamu bisa lebih hati2x di bab berikutnya, karena saya yakin kamu bukan orang rasis yang sengaja mau menyinggung pihak2x tertentu. Mungkin juga kata "Cina" yang kamu digunakan bisa diganti dengan "asia" atau "timur".

Di lain pihak, saya sangat menyukai kalimat2x yang dilontarkan antara Ryan dan Ling, dimana Ryan mengatakan kalau Ling mengerikan tapi ia malah teripu malu (lucu sekali! XD). Teruslah menulis dan belajar agar kelak dapat menulis dengan lebih baik lagi. Smile