Hunt : The Prologue Chapter 05 "Solving The Mystery"
Angin berhembus sepoi saat Ryan dan Vivian berjalan berbarengan di sebuah jalan setapak yang ada di pinggiran komplek perumahan. Masing-masing tidak bisa berhenti bercanda, dan tertawa dalam obrolannya. Wajah keduanya terlihat senang. Tidak terlihat sedikitpun wajah sedih meskipun tadi sempat terlihat. Saat-saat seperti ini telah menghapuskan rona sedih di wajah mereka.
“hey, kamu beneran nih nggak suka diliatin?” mata Ryan melirik ke arah Vivian.
waaa...itu udah ada yang ngeborong komen ^^ jadi secara garis besar setujus aja deh.
Oya, kenapa yang jaga rumah Jenny polisi Militer dan ABRI sih? emangnya kasusnya penting banget ya? kan kalo masalah warga sipil biasanya yang menangani cukup polisi biasa. Seragamnay beda lho Polisi militer, ABRI dan polisi biasa.
Lanjut baca...(eh, masih ada nggak?)
kata-kata kk kairei-chan mungkin benar juga. aku harus mencoba untuk tidak terlalu me-"manga" kan novel, ya...makasih kritikan PANAS nya yah. untuk kedepannya pasti lebih baik. =D> =D> =D>
Sebenarnya ide cerita dan setting sudah lumayan baik, tapi ada bebeapa saran yang semoga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk bab2x berikutnya:
~ Tampilan/Layout, ada baiknya kalau antarparagraf diberi jarak/spasi yang lumayan signifikan agar pembaca tidak lelah membaca atau kehilangan arah.
~ Huruf Kapital, masih banyak huruf2x yang seharusnya dikapitalkan tapi malah diketik dengan huruf kecil. Biasanya huruf kapital digunakan di awal kalimat dan setelah tanda titik, kecuali kalau menuliskan kalimat yang berada di antara 2 tanda koma (cth: "Ani," keluh Ibu, "kenapa kau malas?").
~ Karakterisasi, saya merasa kalau karakter Ling terlalu... tidak nyata? Walaupun karakter yang menarik dapat memberikan angin segar bagi pembaca, ada baiknya kalau kamu membuat karakter yang lebih terkesan nyata dan tidak terlalu... manga. Sama halnya dengan karakter Ryan yang marah dengan Ling dan bahkan sampai memukulnya tapi dalam waktu singkat meminta maaf padanya padahal Ling adalah pembunuh ortunya, dan Vivian di awal cerita yang digambarkan sebagai gadis manis pendiam dan anggun tapi bisa tiba2x berubah menjadi gadis tomboy dan agak terkesan (maaf) gahar yang membela wanita yang diganggu. Intinya, karakterisasi yang kamu berikan tidak konsisten. Coba tuliskan karakter masing2x tokoh dalam selembar dokumen word atau kertas dan jadikan itu referensi tiap kali kamu mau menempatkan suatu tokoh dalam keadaan tertentu agar sikap dan reaksinya dapat lebih konsisten.
~ Pengaruh Komik, saya juga merasa kalau plot dan gaya bercerita serta penokohan dalam cerita ini sangat terpengaruh oleh komik Jepang (manga). Hal ini baik kalau kamu menulis sebuah fanfiction, tapi terkesan kurang profesional jika digunakan untuk menulis sebuah novel. Mungkin kamu perlu membaca lebih banyak novel, baik lokal maupun mancanegara, agar wawasan penulisan kamu dapat diperluas.
~ SARA, hati-hati dalam menulis novel yang dapat menyinggung SARA. Karakter Ling dalam cerita kamu dapat disalah-kaprahkan beberapa orang kaum Tinghoa sebagai penghinaan, karena selain kamu pada awalnya menyebutnya sebagai "pria cina" (biasanya penggunaan kata "cina" untuk sebutan orang Tionghoa dianggap kasar), kamu juga menggambarkannya sebagai pembunuh dan buronan yang melakukan tindak piracy terhadap Indonesia (meledakkan kapal2x RI di perairan Cina?). Saya pribadi agak mengernyitkan dahi saat membaca deskripsi yang kamu berikan itu dan, sejujurnya, merasa agak tersinggung. Mungkin kamu bisa lebih hati2x di bab berikutnya, karena saya yakin kamu bukan orang rasis yang sengaja mau menyinggung pihak2x tertentu. Mungkin juga kata "Cina" yang kamu digunakan bisa diganti dengan "asia" atau "timur".
Di lain pihak, saya sangat menyukai kalimat2x yang dilontarkan antara Ryan dan Ling, dimana Ryan mengatakan kalau Ling mengerikan tapi ia malah teripu malu (lucu sekali! XD). Teruslah menulis dan belajar agar kelak dapat menulis dengan lebih baik lagi.
dua kali dalam kegelapan masih ada sebercak cahaya di dinding.
bukan, itu bukan fosfor, bodoh.
itu adalah cahaya harapan semua orang. cahaya harapan kita.
cahaya harapanmu.
janganlah masuk lebih dalam ke dalam kegelapan, Ryan... dirimulah yang sanggup menyelamatkan banyak orang nantinya!!
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Ryan terbangun dari lelap tidurnya. badannya basah kuyup oleh keringat dingin yang ternyata semenjak ia bermimpi tadi sudah membasahi tubuhnya yang ge ... lanjut baca
Ryan dan Ling terdiam. Mereka berdiri saling berdekatan sedangkan Vivian ada di seberang mereka, mengamati mereka berdua dalam keresahan.
“jadi k ... lanjut baca
Tertulis di sana, Villa No.6
Ryan melirik ke dalam rumah, namun rumah itu gelap...yang ada hanya keheningan yang menusuk. Disipitkannya matanya ka ... lanjut baca
Beberapa saat sebelum Lucifer sampai ke daerah perkotaan...
Semua hanyalah masalah waktu sebelum Ryan benar-benar dikuasai Lucifer. Dan itu adalah ... lanjut baca
Ryan sekarang sedang berada di depan kedua orang tuanya. meskipun ini hanya sebuah makam, tidak membuat rasa hormatnya hilang. Ryan tetap berdiri meng ... lanjut baca
Ryan terbangun dengan mata terpejam. matanya begitu berat untuk dia buka. Ia masih sulit bernafas. Untuk beberapa saat ia merasa dunia ini miring,- ... lanjut baca
"kaulah yang membunuh kedua orangtuaku. tapi kenapa kau datang mencariku?" tanya Ryan pada Ling yang terlihat menikmati kemarahan Ryan.
"aku ingin ... lanjut baca
Vivian merogoh sakunya yang mash terasa mengganjal. Ia mendapati saputangan yang pernah dulu ia berikan pada Ryan. Ia mendekatkannya ke wajahnya, lalu ... lanjut baca
Karmin membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Kumisnya yang tebal mengganggu tidurnya. Meskipun ia sudah terbiasa dengan hal itu selama bertahun ... lanjut baca
Noghas segera mengambil tas kecilnya dan melompat turun dari lokomotif. Aerynt mendekati masinis yang bergetar ketakutan itu, “Kau cari tempat sembu ... lanjut baca
waaa...itu udah ada yang ngeborong komen ^^ jadi secara garis besar setujus aja deh.
Oya, kenapa yang jaga rumah Jenny polisi Militer dan ABRI sih? emangnya kasusnya penting banget ya? kan kalo masalah warga sipil biasanya yang menangani cukup polisi biasa. Seragamnay beda lho Polisi militer, ABRI dan polisi biasa.
Lanjut baca...(eh, masih ada nggak?)
kata-kata kk kairei-chan mungkin benar juga. aku harus mencoba untuk tidak terlalu me-"manga" kan novel, ya...makasih kritikan PANAS nya yah. untuk kedepannya pasti lebih baik. =D> =D> =D>
Meskipun minor, ada baiknya setelah mendapat komplain tentang layout sedapat mungkin segera dikau perbaiki (tinggal klik tombol edit
)
Lalu, meskipun ceritanya bersambung saya rasa ada baiknya dipertimbangkan disebelah mana pemotongan dilakukan. semoga yang berikutnya bisa lebih baik.
baru tapi pagi aku baca....
hehehe
tapi aku masih binggung ceritanya
Sebenarnya ide cerita dan setting sudah lumayan baik, tapi ada bebeapa saran yang semoga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk bab2x berikutnya:
~ Tampilan/Layout, ada baiknya kalau antarparagraf diberi jarak/spasi yang lumayan signifikan agar pembaca tidak lelah membaca atau kehilangan arah.
~ Huruf Kapital, masih banyak huruf2x yang seharusnya dikapitalkan tapi malah diketik dengan huruf kecil. Biasanya huruf kapital digunakan di awal kalimat dan setelah tanda titik, kecuali kalau menuliskan kalimat yang berada di antara 2 tanda koma (cth: "Ani," keluh Ibu, "kenapa kau malas?").
~ Karakterisasi, saya merasa kalau karakter Ling terlalu... tidak nyata? Walaupun karakter yang menarik dapat memberikan angin segar bagi pembaca, ada baiknya kalau kamu membuat karakter yang lebih terkesan nyata dan tidak terlalu... manga. Sama halnya dengan karakter Ryan yang marah dengan Ling dan bahkan sampai memukulnya tapi dalam waktu singkat meminta maaf padanya padahal Ling adalah pembunuh ortunya, dan Vivian di awal cerita yang digambarkan sebagai gadis manis pendiam dan anggun tapi bisa tiba2x berubah menjadi gadis tomboy dan agak terkesan (maaf) gahar yang membela wanita yang diganggu. Intinya, karakterisasi yang kamu berikan tidak konsisten. Coba tuliskan karakter masing2x tokoh dalam selembar dokumen word atau kertas dan jadikan itu referensi tiap kali kamu mau menempatkan suatu tokoh dalam keadaan tertentu agar sikap dan reaksinya dapat lebih konsisten.
~ Pengaruh Komik, saya juga merasa kalau plot dan gaya bercerita serta penokohan dalam cerita ini sangat terpengaruh oleh komik Jepang (manga). Hal ini baik kalau kamu menulis sebuah fanfiction, tapi terkesan kurang profesional jika digunakan untuk menulis sebuah novel. Mungkin kamu perlu membaca lebih banyak novel, baik lokal maupun mancanegara, agar wawasan penulisan kamu dapat diperluas.
~ SARA, hati-hati dalam menulis novel yang dapat menyinggung SARA. Karakter Ling dalam cerita kamu dapat disalah-kaprahkan beberapa orang kaum Tinghoa sebagai penghinaan, karena selain kamu pada awalnya menyebutnya sebagai "pria cina" (biasanya penggunaan kata "cina" untuk sebutan orang Tionghoa dianggap kasar), kamu juga menggambarkannya sebagai pembunuh dan buronan yang melakukan tindak piracy terhadap Indonesia (meledakkan kapal2x RI di perairan Cina?). Saya pribadi agak mengernyitkan dahi saat membaca deskripsi yang kamu berikan itu dan, sejujurnya, merasa agak tersinggung. Mungkin kamu bisa lebih hati2x di bab berikutnya, karena saya yakin kamu bukan orang rasis yang sengaja mau menyinggung pihak2x tertentu. Mungkin juga kata "Cina" yang kamu digunakan bisa diganti dengan "asia" atau "timur".
Di lain pihak, saya sangat menyukai kalimat2x yang dilontarkan antara Ryan dan Ling, dimana Ryan mengatakan kalau Ling mengerikan tapi ia malah teripu malu (lucu sekali! XD). Teruslah menulis dan belajar agar kelak dapat menulis dengan lebih baik lagi.