Ryan terkejut saat Ling melemparkan tumpukan buku-buku tebal ke hadapannya. Ia hampir saja meloncat dari tempatnya berdiri karena saking terkejutnya.
“whoa! Ling, apa perlu sebanyak ini?” keluh Ryan ketika memperhatikan buku-buku tebal itu.
“iya. Kau pikir jadi Hunter itu tak perlu belajar? Semua pekerjaan itu perlu pengetahuan dan akal serta otak, Ryan. Dan itu sebagian didapat dari buku. Ingat, buku adalah....”
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Karmin membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Kumisnya yang tebal mengganggu tidurnya. Meskipun ia sudah terbiasa dengan hal itu selama bertahun ... lanjut baca
Tertulis di sana, Villa No.6
Ryan melirik ke dalam rumah, namun rumah itu gelap...yang ada hanya keheningan yang menusuk. Disipitkannya matanya ka ... lanjut baca
Beberapa saat sebelum Lucifer sampai ke daerah perkotaan...
Semua hanyalah masalah waktu sebelum Ryan benar-benar dikuasai Lucifer. Dan itu adalah ... lanjut baca
Ling menyiapkan segel di empat lokasi, membentuk sebuah gambaran kubus untuk membungkus tubuh makhluk ini. Dan itu dilakukannya dengan cepat. Dibantu ... lanjut baca
Ryan terbangun dengan mata terpejam. matanya begitu berat untuk dia buka. Ia masih sulit bernafas. Untuk beberapa saat ia merasa dunia ini miring,- ... lanjut baca
Vivian sedang berada dalam kamarnya, berguling sesekali sambil tangannya tetap memegang erat telepon rumah yang sengaja dipasang di dalam kamarnya. ma ... lanjut baca
Ryan yang telah berubah menjadi orang lain itu menyeringai ke arah Vivian. Bibirnya melebar,- ia tersenyum santai. Tawa kecil terdengar dari balik bib ... lanjut baca
Ryan masih meringkuk di dalam ruangan gelap yang tak berpintu. Sementara bayangan orang-orang yang memakinya masih menghantui.
“maafkan aku...maa ... lanjut baca
Ryan terbangun dari lelap tidurnya. badannya basah kuyup oleh keringat dingin yang ternyata semenjak ia bermimpi tadi sudah membasahi tubuhnya yang ge ... lanjut baca
Ryan sekarang sedang berada di depan kedua orang tuanya. meskipun ini hanya sebuah makam, tidak membuat rasa hormatnya hilang. Ryan tetap berdiri meng ... lanjut baca
iya.........
aku rindu bnget....
sering aja di lanjutnnya
wow keren"
penasaran nie ama kelanjutanya
o ia baca juga ya krya ku!
keep writing