Perang Mercon the Beginning

waktu pertama aku nulis ini, aku ngerasa bego. waktu selesai makan, aku ngerasa kenyang. (eh, emang gitu, kan?) tahu gak, baru aja tadi pagi aku masuk ke kelas dan begitu lonceng berbunyi, langsung terjadilah "perang kemerdekaan" di area kelas XI IPS.

apa itu "perang kemerdekaan"? itu adalah julukan untuk "perang mercon" pada kalangan anak-anak IPS. sekali lagi, apa itu "perang kemerdekaan?" semuanya bermula pada awal bulan ramadhan, ketika seluruh umat islam lagi khusyuk-khusyuknya berjuang melawan hawa nafsunya. ketika murid-murid sedang asyiknya bercengkerama pada jam istirahat. ketika penulis, Hiro, lagi asyik-asyiknya ngerjain anak cewek. sebuah ledakan terdengar dari depan kelas.

DUAR

"waaaaah!" anak-anak IPS langsung ribut. ada yang menangis, ada yang menjerit sambil berpelukan, semuanya menjadi nyata! mereka menyerbu! ada yang digigit...ada yang dimakan...ada yang...eh, tunggu dulu...itu berlebihan. kita ambil adegan yang lebih normal. mereka berhamburan keluar kelas. mencari asal suara mencurigakan itu. jangan-jangan ada teroris yang menyerang sekolah dan bermaksud mendudukinya demi terbebasnya kawan-kawan mereka di penjara federal? tapi aku segera membuang pikiran itu, dan langsung berbaur dengan teman-temanku.

"apaan neh? apaan?" tanyaku.

"ada orang maen latupan." ujar salah satu temanku. catatan, Latupan adalah sebutan kami dan sekaligus bahasa daerah-nya dari mercon ledak. tapi darimana asal usulnya aku gak ngerti, nggak tahu dan gak mau tau.

"maen latupan? siapa sih?" tanyaku lagi. dia cuma menggeleng.

tiba-tiba sebuah benda kecil, berwarna putih strip merah dan berasap terguling di bawah kami. perlu waktu sekitar 4,05 detik untuk menyadari bahwa itu adalah....

"BOOOOOMMM!!!" teriak seorang murid dari seberang kelas. dengan respon geledek nyambar po'on, aku langsing eh...langsung melakukan manuver menghindar ke samping. dan jelas saja...benda kecil itu meledak.

DUAR!

satu kelas langsung riuh tak terkendali. para siswi langsung masuk ke dalam kelas dan berkumpul jadi satu. sedangkan yang siswa berkumpul di luar kelas, memperhatikan berlangsungnya awal dari "perang kemerdekaan" yang akan segera memulai saga legendarisnya. kata-kata yang terakhir itu aku buat keren, supaya menutupi kelakuan siswanya yang (sebenernya) lari terbirit-birit dan menutup pintu kelas serapat mungkin setelah serangan pertama.

Rating

24
points
Views: 26 reads
Comments: 3
Rating:
60

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
d757439's picture
d757439 at Re: Perang Mercon the Beginning (14 weeks 6 days yang lalu)
60

oh kayaknya seru tuh...boleh ikutan

hikikomori-vq's picture
hikikomori-vq at Re: Perang Mercon the Beginning (14 weeks 6 days yang lalu)
80

Waahh grafik novel nih? Sebenarnya ceritanya sih ga terlalu istimewa, tapi aku ngakak melihat gambarnya. Maaf aku nggak tahu mana yang kamu tonjolkan, jujur aku lebih suka gambarnya. Gimana cara masukinnya? Ajarin dong. . .

Eh eh, gimana kalau bikin graphic novel aja, jadi cerita menjelaskan gambar gitu

100

Hahahahaha.... 100 ringgit buatku ngakak.

Ternyata Om Ray masih kelas XI alias kelas 2 sma, jadi sebaya dong! Ughhh..., nyesel panggil kamu Om.

Cerita yang seperti ini nih yang bisa membangkitkan selera. Tak bisa berkomen banyak nih!