Ryan dan Ling berlari mengendap melewati para petugas polisi itu. Lari mereka sangat cepat, sehingga para petugas polisi itu tidak mendengarnya dan tidak curiga. Dan, memang itu yang diharapkan. Setelah melewati beberapa mobil polisi, Ryan dan Ling tiba di depan sebuah jendela dekat pintu samping, dimana tidak ada yang menjaga.
“hay…kau duluan!” ucap Ling sambil mengamati sekelilingnya. Ryan masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat jendela itu. Disusul oleh Ling. Setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah, Ryan langsung berlari menyusuri ruangan, mencari Vivian.
Saran nih, sudut pandangnya mungkin bisa lebih rapi lagi, apakah sedang menceritakan Ryan atau yang lain. Konsistensi dan perpindahan sudut pandang bisa berpengaruh pada kenyamanan pembaca saat membaca.
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Vivian menulis apa yang ditulis oleh guru di papan tulis pada buku catatannya. Terkadang hal ini membuatnya bosan. Namun ia harus menjalaninya…naman ... lanjut baca
Ryan yang telah berubah menjadi orang lain itu menyeringai ke arah Vivian. Bibirnya melebar,- ia tersenyum santai. Tawa kecil terdengar dari balik bib ... lanjut baca
-Perpustakaan Daerah kota Danau Baru-
Ryan terkejut saat Ling melemparkan tumpukan buku-buku tebal ke hadapannya. Ia hampir saja meloncat dari temp ... lanjut baca
Selagi wanita itu memaki dan marah-marah, Ryan dan Ling menyusup ke dalam rumah. Ling langsung membuka album yang diambilnya kemarin dan membacanya de ... lanjut baca
Angin berhembus sepoi saat Ryan dan Vivian berjalan berbarengan di sebuah jalan setapak yang ada di pinggiran komplek perumahan. Masing-masing tidak b ... lanjut baca
Ryan dan Ling terdiam. Mereka berdiri saling berdekatan sedangkan Vivian ada di seberang mereka, mengamati mereka berdua dalam keresahan.
“jadi k ... lanjut baca
Tertulis di sana, Villa No.6
Ryan melirik ke dalam rumah, namun rumah itu gelap...yang ada hanya keheningan yang menusuk. Disipitkannya matanya ka ... lanjut baca
Beberapa saat sebelum Lucifer sampai ke daerah perkotaan...
Semua hanyalah masalah waktu sebelum Ryan benar-benar dikuasai Lucifer. Dan itu adalah ... lanjut baca
***
Vivian terdiam duduk di atas sebuah kursi di dalam kamar Ryan sementara kedua hunter kita memandanginya dengan tatapan sinis. Vivian merasa san ... lanjut baca
“ayo maju….” Ucap Ling berusaha bergerak menutupi lemah tubuhnya. Ia berusaha berdiri dan mengambil dua kertas mantera dari dalam sakunya. “AY ... lanjut baca
Saran nih, sudut pandangnya mungkin bisa lebih rapi lagi, apakah sedang menceritakan Ryan atau yang lain. Konsistensi dan perpindahan sudut pandang bisa berpengaruh pada kenyamanan pembaca saat membaca.