“ayo maju….” Ucap Ling berusaha bergerak menutupi lemah tubuhnya. Ia berusaha berdiri dan mengambil dua kertas mantera dari dalam sakunya. “AYO MAJU!!” teriaknya kesal.
Makhluk itu seketika berlari secepat angin, merobek udara dan menciptakan gelombang udara yang sangat kuat, menerjang Ling dengan kecepatan penuh. Erangannya kini terdengar seperti sebuah teriakan yang membuat kuping ngilu.
“sudah seharusnya.” Jawab Ling kesal. “kau tahu bahwa permainan jelangkung itu sangat beresiko meskipun dilakukan oleh ahlinya sekalipun?”
“dua orang yang tidak dikenal, masing-masing berumur sekitar 15 dan 25-an, menyelinap masuk ke TKP yang sebelumnya tidak dijaga ketat. Hingga kini mereka yang melarikan diri masih belum tertangkap. Disinyalir salah satu tersangka adalah Ling Yao, warga negara RRC, yang merupakan buronan internasional. Apa yang menjadi maksud dari Ling Yao dan komplotannya? Apa yang sedang mereka rencanakan?”
“apa ini?” tanya Ryan.
“papan Ouija. Kau tidak tahu? Papan ini terkenal di daratan Cina dan negeri matahari sakura. Gunanya untuk berkomunikasi dengan roh.” Jawab Ling sambil menjaga api lilin dari angin tahu-tahu mungkin nanti apinya mati.
“dan satu lagi, Ryan...” lanjut Ling. “hati-hatilah.”
Ucapan Ling yang terdengar seperti ucapan seseorang yang ia kenal. Suaranya mirip, nadanya datar,- namun ketus....seperti suara ayahnya...dan Ryan yakin, kali ini Ling mengatakannya dengan serius.
“mana bisa santai, Ryan...kalau aku disuruh manggil hantu lagi...aku kan nggak berani...aku...aku takut...” Ryan melihat ekspresi ketakutan yang terpancar di wajah Vivian. Dan itu membuatnya kasihan.
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Ling menyiapkan segel di empat lokasi, membentuk sebuah gambaran kubus untuk membungkus tubuh makhluk ini. Dan itu dilakukannya dengan cepat. Dibantu ... lanjut baca
Ryan dan Ling terdiam. Mereka berdiri saling berdekatan sedangkan Vivian ada di seberang mereka, mengamati mereka berdua dalam keresahan.
“jadi k ... lanjut baca
Ryan berusaha untuk bertahan hidup saat Ling memberikan nafas buatan padanya. Bukan oleh atmosfernya, ataupun bau belerangnya, melainkan dari bibir Li ... lanjut baca
"kaulah yang membunuh kedua orangtuaku. tapi kenapa kau datang mencariku?" tanya Ryan pada Ling yang terlihat menikmati kemarahan Ryan.
"aku ingin ... lanjut baca
Beberapa saat sebelum Lucifer sampai ke daerah perkotaan...
Semua hanyalah masalah waktu sebelum Ryan benar-benar dikuasai Lucifer. Dan itu adalah ... lanjut baca
Ryan masih meringkuk di dalam ruangan gelap yang tak berpintu. Sementara bayangan orang-orang yang memakinya masih menghantui.
“maafkan aku...maa ... lanjut baca
Ryan dan Ling berlari mengendap melewati para petugas polisi itu. Lari mereka sangat cepat, sehingga para petugas polisi itu tidak mendengarnya dan ti ... lanjut baca
***
Vivian terdiam duduk di atas sebuah kursi di dalam kamar Ryan sementara kedua hunter kita memandanginya dengan tatapan sinis. Vivian merasa san ... lanjut baca
Ling melepaskan tusukan tangannya dari tubuh Lucifer. Lucifer mengerang kesakitan. Ia melayangkan pukulan ke arah Ling sebagai reaksi sakitnya, namun ... lanjut baca
Vivian merogoh sakunya yang mash terasa mengganjal. Ia mendapati saputangan yang pernah dulu ia berikan pada Ryan. Ia mendekatkannya ke wajahnya, lalu ... lanjut baca
yah malah ryan yang kemasukan roh?
niat menindungi sih eh malah jadi ngerepotin
heheheh