Hunt : The Prologue Chapter 13 "Unmelodical Drama"
Ling melepaskan tusukan tangannya dari tubuh Lucifer. Lucifer mengerang kesakitan. Ia melayangkan pukulan ke arah Ling sebagai reaksi sakitnya, namun meleset. Ling melakukan lompatan salto dua kali ke belakang. Lucifer memegangi bagian tubuhnya yang ditusuk Ling. Bagian itu terlihat berasap. Asap ungu. Ia meringis kesakitan, lalu kemudian mengambil dua buah reruntuhan besar di tangan kiri dan kanannya.
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Ryan masih meringkuk di dalam ruangan gelap yang tak berpintu. Sementara bayangan orang-orang yang memakinya masih menghantui.
“maafkan aku...maa ... lanjut baca
"kaulah yang membunuh kedua orangtuaku. tapi kenapa kau datang mencariku?" tanya Ryan pada Ling yang terlihat menikmati kemarahan Ryan.
"aku ingin ... lanjut baca
***
Vivian terdiam duduk di atas sebuah kursi di dalam kamar Ryan sementara kedua hunter kita memandanginya dengan tatapan sinis. Vivian merasa san ... lanjut baca
Beberapa saat sebelum Lucifer sampai ke daerah perkotaan...
Semua hanyalah masalah waktu sebelum Ryan benar-benar dikuasai Lucifer. Dan itu adalah ... lanjut baca
Vivian merogoh sakunya yang mash terasa mengganjal. Ia mendapati saputangan yang pernah dulu ia berikan pada Ryan. Ia mendekatkannya ke wajahnya, lalu ... lanjut baca
Tertulis di sana, Villa No.6
Ryan melirik ke dalam rumah, namun rumah itu gelap...yang ada hanya keheningan yang menusuk. Disipitkannya matanya ka ... lanjut baca
Ryan terbangun dengan mata terpejam. matanya begitu berat untuk dia buka. Ia masih sulit bernafas. Untuk beberapa saat ia merasa dunia ini miring,- ... lanjut baca
Vivian sedang berada dalam kamarnya, berguling sesekali sambil tangannya tetap memegang erat telepon rumah yang sengaja dipasang di dalam kamarnya. ma ... lanjut baca
Angin berhembus sepoi saat Ryan dan Vivian berjalan berbarengan di sebuah jalan setapak yang ada di pinggiran komplek perumahan. Masing-masing tidak b ... lanjut baca
Ryan dan Ling berlari mengendap melewati para petugas polisi itu. Lari mereka sangat cepat, sehingga para petugas polisi itu tidak mendengarnya dan ti ... lanjut baca
ayo aku akan terus komen biar ada lanjutannya
Malah lebih mengarah ke cerita Wiro Sableng.
Nggak seru.
lanjut ceritanyaaaa....
:D