Ryan berusaha untuk bertahan hidup saat Ling memberikan nafas buatan padanya. Bukan oleh atmosfernya, ataupun bau belerangnya, melainkan dari bibir Ling yang sebenarnya ia tak ingin merasakannya!!
“bleeeehhh!!” Ryan langsung terbangun dan langsung mendorong Ling ke depan sambil menggosokkan bibirnya ke lantai. “hueeeek, beeeuuuhhhh!!!”
“kau memilih kematian, anak muda...” Ling kesal karena Ryan sudah benar-benar menyebalkan baginya. Apalagi hari ini saat ia memberikan nafasnya untuk menolong anak muda tak tahu terimakasih ini...tapi nafas buatan tadi mengerikan juga...
“The Lady”…wanita misterius yang meneror anak-anak sewaktu tidur...eh, bukan...itu kembang api tahun baru. Yang dilakukan oleh The Lady adalah m ... lanjut baca
[img]http://i164.photobucket.com/albums/u27/messedUPmind666/sad.jpg[/img]
Meyakinkan satu kenangan yang tersambung menjadi satu
Paham akan hujan, ... lanjut baca
Tony berjalan mendekati Edward dan menepuk pundaknya.
“Ed...kamu sakit?” ujarnya penuh rasa penasaran, dan sedikit rasa syukur. Hehehe...syukur ... lanjut baca
cerita sebelumnya, Bodyguard Trouble! - part 11
Jonathan masih membisu dalam keheningan dan saling berpandangan dengan papanya Luna. Pikiran Jonath ... lanjut baca
Berngiang di dalam genderang telinga
Senyata nada yang mengharus, menggaruk, perih, sakit.
Parade keretakan musnah dihantam maksiat
Seperti yang la ... lanjut baca
Jam makan abis mandi, Edward dkk, selain Hans, uda selese mandi. Edward keluar dari kamar mandi dengan boneka bebek kesayangannya. Lho, boneka bebek? ... lanjut baca
1 September 2008
gw memang suka ma dy, tapi entah kenapa gw gak bisa nerima sikapnya itu…ga tau kenapa rasanya gw kesal pas dia bicarain tentang ... lanjut baca
“jadi….” Edward memandangi pak Sly peter yang berdiri dengan satu kaki dan bergaya kayak penari balet kejepit pintu. “gimana cara ngeluarin si ... lanjut baca
Jonathan berjalan dalam ketenangan seperti biasanya. Hanya saja hari ini ada yang aneh menurutnya. Ada yang mengikutinya dari tadi. Jonathan tahu itu. ... lanjut baca
Ryan sekarang sedang berada di depan kedua orang tuanya. meskipun ini hanya sebuah makam, tidak membuat rasa hormatnya hilang. Ryan tetap berdiri meng ... lanjut baca
Ryan dan Ling terdiam. Mereka berdiri saling berdekatan sedangkan Vivian ada di seberang mereka, mengamati mereka berdua dalam keresahan.
“jadi k ... lanjut baca
Ling menyiapkan segel di empat lokasi, membentuk sebuah gambaran kubus untuk membungkus tubuh makhluk ini. Dan itu dilakukannya dengan cepat. Dibantu ... lanjut baca
Vivian menulis apa yang ditulis oleh guru di papan tulis pada buku catatannya. Terkadang hal ini membuatnya bosan. Namun ia harus menjalaninya…naman ... lanjut baca
“ayo maju….” Ucap Ling berusaha bergerak menutupi lemah tubuhnya. Ia berusaha berdiri dan mengambil dua kertas mantera dari dalam sakunya. “AY ... lanjut baca
Ryan terbangun dengan mata terpejam. matanya begitu berat untuk dia buka. Ia masih sulit bernafas. Untuk beberapa saat ia merasa dunia ini miring,- ... lanjut baca
Ryan dan Ling berlari mengendap melewati para petugas polisi itu. Lari mereka sangat cepat, sehingga para petugas polisi itu tidak mendengarnya dan ti ... lanjut baca
***
Vivian terdiam duduk di atas sebuah kursi di dalam kamar Ryan sementara kedua hunter kita memandanginya dengan tatapan sinis. Vivian merasa san ... lanjut baca
Ryan masih meringkuk di dalam ruangan gelap yang tak berpintu. Sementara bayangan orang-orang yang memakinya masih menghantui.
“maafkan aku...maa ... lanjut baca
Karmin membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Kumisnya yang tebal mengganggu tidurnya. Meskipun ia sudah terbiasa dengan hal itu selama bertahun ... lanjut baca
lanjut....
waaa udah sampe chap 20 ya? harus baca 1-19 neh
menarik..