Pagi itu hujan. Jam menunjukkan pukul 06.30, seperti biasa kuliah hari ini akan dimulai pukul 08.00. Aku pun menyiapkan keperluan kuliah, dan memasukannya ke dalam tas. Kamarku berada di lantai atas yang bersebelahan dengan kamar kakak. Tiba-tiba ada teriakan dari bawah.
"Imaaan, anterin adeknya ke sekolah!", terdengar suara Bapakku. Ah, tak biasa kumemanggilnya 'Ayah'.
azura7! Aku setuju dengan pendapatmu. Ini emang kurang hantaman! Cowok nggak boleh cengeng. Terus juga masalahnya kok Iman nangis itu nggak logis. Toh, dia udah kuliah. Masa' sama anak kecil aja bisa ikut-ikutan nangis.
..itu lelaki, ia menangis. kok kayaknya berlebihan ya? tapi alurnya dah bagus, idenya juga bisa diperdalam. hanya endingnya kurang naik, jadi datar.
secara keseluruhan baguus kok
tetep semangat nulis!
Aku suka tulisan kamu.Namun aku belum mengerti kenapa si "aku" mendapatkan perlakuan yang berbeda dari saudara2-nya yang lain.
Tidak jelas mengapa ?
Atau aku yang kurang menangkap dari ceritamu.
pertajam konfilknya, lalu hantam dengan klimaks sempurna. Kamu sudah suskses untuk itu. pertahankan. hidup itu keras jendral.
tapi tolong perketat konsistensi dari penggunaan kata.
Trus nulis! oce
What's on?
1 Muharram 0 Hijriah
Tahun baru Islam yang ditentukan
bukan pada kelahiran atau kematian Rasulullah
tetapi pada momen ketika jelas ter ... lanjut baca
Tuhan
kau larang aku dekati zina
hingga aku tak pacaran
tetapi kenapa orang-orang bersahutan
aku tidak boleh menikah duluan
hanya karena aku pu ... lanjut baca
Kurang apa aku?
sampai kau meninggalkan aku.
Sepatu?
aku punya.
Baju?
aku punya.
Buku?
tidak terkira.
Uang saku?
jangan ditanya.
Tapi kau ... lanjut baca
saat ku tulis tentang Pencinta Sejati
dan saat ku ungkap akan Bidadari Surgaku
saat ku harapkan cintailah Cinta
dan saat ku putuskan tentang Aku da ... lanjut baca
SkenarioMu ya Allah
menghujam bumi
menembus cakrawala
luar biasa...
SkenarioMu ya Allah
menembus ruang waktu
melewati ribuan zaman
luar biasa ... lanjut baca
Siang itu seperti biasa Si Parmin pergi ke masjid untuk shalat Dzuhur. Resah rasanya kalau adzan memanggil dia tidak langsung pergi ke masjid. Apalagi ... lanjut baca
lepas
bebas
iri gua
sama mereka
berpesta pora
tidak memikirkan apa-apa
lakuin semau gua
haha
kayak setan aja
tapi iri gua sesaat
barang ... lanjut baca
haha
luar biasa
kau memang cantik
membuatku tak berkutik
tapi justru itu
kau menakutiku
aku menjauh darimu
aku menjauh menenangkanku
kenap ... lanjut baca
sial !
binal
berandal
lebih rendah dari sandal
tak sanggup menghadapi rintangan terjal
sampai tubuhmu pun kau jual
tak ada iman untuk menjadi ... lanjut baca
kamu tahu?
kemarin malam aku menangis karena merindu..
lalu aku memandang gambaran wajahmu dalam imajiku..
teringat olehku hari-hari yang pernah me ... lanjut baca
“Coba lihat,” teriakanmu seketika memisahkan kepalaku dari lamunan yang tengah aku ciptakan bersama jendela dan atap bangunan menjulang yang n ... lanjut baca
By : Miela EL-ZahRah
Karang kenangan disudut pusaran air
sungai nil isyarat cinta negri padang pasir
tak mampu berdiri dengan hasrat angin yang b ... lanjut baca
Gue dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Mana mungkin sih, gue minta dilahirkan dari keluarga yang kaya. Nggak mungkin dong. Semenjak kecil gue di ... lanjut baca
Matahari terbenam di horizontal itu
Membuat semua mata tertuju padanya
Namun pandanganku hanya tertuju padamu
Kau, yang berdiri di sampingku
Di ... lanjut baca
Papa dan aku... entahlah...
Sejenak ku termangu, pikiranku kosong yang dengan mudahnya dirasuki oleh jin manapun. Deret tulisan formal yang hanya t ... lanjut baca
Beberapa kali dalam mimpi kujumpai dia
sang perawat berkacamata tebal
sangat biasa
bila dia bukan lah perawatmu, ksatria ku
wajahnya pasti tidak a ... lanjut baca
Kepekaan dah terasa...
Andai lebih peka lagi dalam menyajikannya....
Asah teruzzz
Chatarou
tingkatkan!
sakit banget yah...
(ga tau kenapa aR merinding bacanya...)
taPi sebagai cowok memang harus tegar !
azura7! Aku setuju dengan pendapatmu. Ini emang kurang hantaman! Cowok nggak boleh cengeng. Terus juga masalahnya kok Iman nangis itu nggak logis. Toh, dia udah kuliah. Masa' sama anak kecil aja bisa ikut-ikutan nangis.
So, kesimpulannya. Kurang logis...
(Sori. kalau tajem)
n_n
..itu lelaki, ia menangis. kok kayaknya berlebihan ya? tapi alurnya dah bagus, idenya juga bisa diperdalam. hanya endingnya kurang naik, jadi datar.
secara keseluruhan baguus kok
tetep semangat nulis!
... setuju dengan azura.
^_^
Aku suka tulisan kamu.Namun aku belum mengerti kenapa si "aku" mendapatkan perlakuan yang berbeda dari saudara2-nya yang lain.
Tidak jelas mengapa ?
Atau aku yang kurang menangkap dari ceritamu.
penggunaan kata yang mana yang kurang konsisten?
biar bisa diperbaiki
Keren abissssss...
pertajam konfilknya, lalu hantam dengan klimaks sempurna. Kamu sudah suskses untuk itu. pertahankan. hidup itu keras jendral.
tapi tolong perketat konsistensi dari penggunaan kata.
Trus nulis! oce