Jam satu lewat dua belas menit, di malam ke-21 Ramadhan, di kesunyian malam, aku masih berada di depan komputerku. Berkutat dengan tugas-tugas dan lima laporan praktikum yang harus segera aku rampungkan sebelum hari Senin.
“Ya Allah, sesungguhnya aku lelah sekali,” itulah curahan hatiku pada-Nya. “Bolehkah aku mengeluh sebentar saja?”
Saat-saat seperti ini, ketika banyak orang sibuk dengan ritual ibadahnya, aku justru terbenam dalam kesibukan duniawi yang cukup menguras pikiran ini.
Di depan layar monitorku aku terdiam, sesaat kucoba untuk menyelami makna hidupku saat ini. Kusetel pelan alunan musik yang menenangkan hati, Winder Waltz –kitaro. Kaca jendela kamarku terbuka lebar, bulan terlihat sangat terang, namun perlahan tertutup awan. Rasa kantuk mulai menghinggapiku, namun kucoba untuk mengusirnya jauh-jauh. Pikirku tak bisa begini, aku tidak boleh terlelap walau sedikitpun. Kuambil nafas dalam-dalam, sebentar kututup mata perlahan sambil kuingat potongan-potongan episode hidupku beberapa hari yang lalu.
“Apa yang telah kulakukan satu minggu ini Ya Allah? “
Sibuk kuliah, buka puasa bersama, bercanda dengan teman-teman, taraweh. Seakan-akan semuanya hanya untuku, hidupku hanya untuku. Beribu kehampaan menyelimuti hati ini.
“Aku ingin bahagia. Sungguh aku ingin merasakan kemerdekaan jiwa ini. Hidup seperti apa yang harus aku jalani? Sholat, puasa telah aku tunaikan….
Aku tersadar, sepertinya itu saja tidak cukup.
Tak terasa air mata menggenagi pipiku, tak terbendung. Begitu banyak perasaan berkecamuk dalam hati. Keinginan yang luar biasa untuk menemukan sebuah kebahagiaan hakiki yang hanya akan ku dapat di atas kebenaran yang hakiki.
“Seperti apa kebenaran itu wahai Penciptaku yang Rahman dan Rahim?”
“Tunjukanlah aku ke jalan-Mu yang Engkau ridhoi…..”
“ Tunjukanlah kepadaku, hidup seperti apa yang harus aku jalani”
Rasa kantuk yang luar biasa tak bisa aku abaikan lagi. Semangatku untuk menyelesaikan laporan terkalahkan oleh insting manusiawiku. Akhirnya aku terlelap…… di depan layar monitorku yang masih menyala….
Kulewati malam ke-21 Ramadhan di depan layar monitorku yang masih menyala, diiringi alunan musik kesukaanku….. dengan setumpuk tugas kuliah yang belum aku selesaikan, juga setumpuk tugas hidup yang belum tertunaikan…. Selesai…….
Rating
Comments: 3
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hm.hm.hm
justru disitu asiknya mba...
ada tantangan tersendiri buat bagi wktu ibadah sma kuliah...
nuntut ilmukan ibdah juga...
smangat!
askhirnya selese ga tuch tugasnya?
n_n
lam knal...
A-eF
saya juga bingung dengan proposal PKM yang tak kelar2.. padahl ingin mudik!
semangat....
skali saja....saya ingin menomorduakan kesibukkan duniawi saya!
Berkutat dengan tugas-tugas dan lima laporan praktikum yang harus segera aku rampungkan sebelum hari Senin Yg ini kayakna kurang tepat deh
wah, endingna bener2 membingungkan saia
Salam