Ada apaan sih? Siapa plagiat siapa? Maklum member baru. Cerita dong. Tapi aku dulu pernah baca cerpen ini, cuman judulnya beda. aku masih inget soalnya endingnya berkesan banget. karena ternyata si lelaki itu pasien penyakit jiwa. kalau yang ini ternyata mimpi. Bingung euy
kayaknya di K dot com ada yang bisa sensor meskipun tidak bertentangan dengan SARA-pun..meskipun ini soal hebat dalam debat plagiarisme yang belum selesai..kayak orde baru masih berkuasa sajah..menutupi hal-hal yang layaknya dibuka:)
Nggak tau malu atau saking gak punya malu-kah? sepantasnya anda minta maaf kepada pengarang aslinya, mbak ima…itu akan menjadikan anda lebih dihargai, daripada dicacimaki sejagat raya?
Dalam peraturan komunitas ini (helo para pengurus?), ada hak cipta yang harus dijunjung tinggi, namun saya mempertanyakan untuk kasus tulisan IBLIS MENANGIS di sini, mengapa tidak ada tindak lanjut dari pengurus komunitas ini? Malah anda para pengurus berani membredel komen penulis asli. Ha? *geleng-geleng kepala*
Untuk diketahui, penulis asli mungkin akan mencoba untuk meng-ikhlas-kan, padahal dukungan data dari beliau kuat, apalagi sudah pernah dimuat di KotaSantri.com, tahun 2005. Namun apakah penulis bernama ima ini akan terus membohongi nurani-nya sebagai penulis?
Saya sebagai rekan penulis asli (mas denny) tentu tidak dapat tinggal diam melihat keadilan diperkosa di sini.
Mohon tanggapan pengurus komunitas ini yang telah semena-mena menghapus komentar mas denny di sini, dan silahkan rekan-rekan semua melihat pandangan penulis asli dalam kasus ini, di sini: http://dennybaonk.multiply.com/journal/item/117
Bila mbak ima & pengurus komunitas ini yang sempat membredel tanggapan mas denny (atau komen saya ini juga akan di-bredel???) tidak segera mohon maaf kepada mas denny, sungguh memalukan. Sangat memalukan dunia penulisan.
Maaf, tanpa bermaksud untuk membuat masalah, saya ingin mengomentari cerpen ini.
Inti dan jalan cerita cerpen ini sama persis dengan apa yang telah saya baca dan publikasikan di KotaSantri.com pada pertengahan tahun 2005 yang lalu. Walaupun ternyata dalam cerpen ini sebagian isinya telah dimodifikasi.
Saran saya, jika memang penulis cerpen ini mengutip dari sebuah tulisan, alangkah lebih baik jika sang penulis menulis judul tulisan, nama penulis, dan sumber tulisan dari tulisan yang dikutip. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari adanya kesan bahwa penulis ini merupakan seorang plagiat ulung.
Sekedar sharing, sebagai redaksi sebuah portal, saya sering dihadapkan pada hal yang serupa dengan ini. Dan saya pun beberapa kali diprotes oleh penulis asli dan penulis asli tersebut memberikan bukti yang kuat.
Semua itu memberikan pelajaran berharga bagi saya. Sebelum saya mempublikasikan sebuah tulisan yang masuk, atau saya sendiri ingin membuat sebuah tulisan, saya selalu mengecek ke Google dengan memasukan kata kunci judul tulisan atau beberapa penggalan kalimat. Jika dirasa tidak ada tulisan yang sama atau menyerupai, saya baru mempublikasikannya.
Sekali lagi, maaf, ini hanya sekedar sharing saja sesama pengelola portal.
Aku tak lagi menjadi [i]Rembulan[/i]
Sebab luka itu kau anggap karena ku
Lantas semuanya diam sembilu
Kemudian di sini aku hening
Menunduk kembali ... lanjut baca
Diriku sampai pada taraf telah jatuh cinta
Namun hanya dapat kugapai sebatas punggung
Seseorang yang hadir sekelebat bintang jatuh
Yang lenyap kelu ... lanjut baca
Kembali menunduk
Melihat pada genangan keruh
Tertatap dengan seribu pelik
Kemudian jatuh dan berpeluh
Terlalu kotor, hingga ku sendiri tak dapat ... lanjut baca
"Buat apa kamu ikut itu? sadar diri to yo!!Ngaca kalo perlu!" Hardik Ayah Ananda sambil memalingkan muka.
Ananda meninggalkan ayahnya dengan tubuh ... lanjut baca
Cinta terbinasa waktu
Dengan hukum yang penuh palsu
Aku sadar dan sangat paham
Hadir kembali tanpa rasa
Hambar, kering dan lusuh
Datang, menyer ... lanjut baca
Setengah Nyawaku Hilang
Di malam ganjil bulan ramadhan
Gaung takbir tidak lama lagi membahana
CaraMU menguatkan hati, cukup menyentakkan
Terisa ... lanjut baca
Sampah?
Kau atau kami yang sampah ?
Tempat sampah ?
Komunitas kami atau komunitas mu yang sampah ?
Kau belum mengenal kami
untung gak kenal ... lanjut baca
Semalam ganjil di bulan yang sangat indah
Tuhan tahu apa yang ku rasa
Tenggelam di dasar laut yang paling dasar
Menggapai namun tak mampu
Ada ... lanjut baca
Luka lamaku masih menganga
Sekarang kau sayat luka baru diatas luka lama
Haruskah aku masih mengagungkanmu, cinta?
Kabupaten,28 Septemb ... lanjut baca
Dalam keadaan yang seperti ini, aku mencoba bersikap tenang. Membawa ayat-ayat suci yang hanya bisa aku ucap dalam hati. Kelu rasanya lidah ini untuk ... lanjut baca
CHOKIBERS
Di bawah Pohon besar nan rindang, saat matahari masih nampak terik dan menyengat. Aku dan ketiga temanku sedang asyik berteduh dan mengi ... lanjut baca
Keramaian senja, Tanah basah sehabis Hujan siang tadi, pantai Kampung Melayu Besar masih ramai di sibukkan oleh pasangan muda yang sedang memadu kasih ... lanjut baca
Helena (part 1)
Angin yang berhembus di kala senja menerbangkan dedaunan ke udara, menggoyangkan rumput yang tertanam kuat di tanah. Awan beriak me ... lanjut baca
Sejak dihilangkannya fitur favourite di K.com, aku jadi pingin tahu siapa sih penulis K.com favorit kalian???
Bagi yang user yang difavoritkan, kuu ... lanjut baca
Maaf bila sebelumnya saya telah meributkan hal ini di sini:
http://kemudian.com/forum/berita_terbaru_dan_pengumuman/60847#comment-8767
namun demikia ... lanjut baca
Andai Istriku Bekas … (Bukan perjaka? - Bagian 17)
Hari baru setelah ‘malam pertama’, dari apartemen Dave tidak terdengar suara adzan subuh, ... lanjut baca
Malam ini aku kembali menangis. Menangisi atas apa yang sudah kita lakukan. Menangisi keluangan waktu yang tercurah untuk kita. Menangisi setiap g ... lanjut baca
Based on True Story…
Dilihat
dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun ... lanjut baca
Masih ingatkah saat-saat kita bersama
Melewati jalan-jalan berkerikil
Menembus hutan-hutan belantara
Mendaki gunung-gunung tinggi
Dalam satu selim ... lanjut baca
Kekasih Yang Datang Bersama Gelombang
Suara-suara bising burung-burung camar yang berteriak dan deburan ombak yang terdengar bergemuruh membangun ... lanjut baca
Ada apaan sih? Siapa plagiat siapa? Maklum member baru. Cerita dong. Tapi aku dulu pernah baca cerpen ini, cuman judulnya beda. aku masih inget soalnya endingnya berkesan banget. karena ternyata si lelaki itu pasien penyakit jiwa. kalau yang ini ternyata mimpi. Bingung euy
kayaknya di K dot com ada yang bisa sensor meskipun tidak bertentangan dengan SARA-pun..meskipun ini soal hebat dalam debat plagiarisme yang belum selesai..kayak orde baru masih berkuasa sajah..menutupi hal-hal yang layaknya dibuka:)
because this story is created by my friend: denny (http://dennybaonk.multiply.com)
Nggak tau malu atau saking gak punya malu-kah? sepantasnya anda minta maaf kepada pengarang aslinya, mbak ima…itu akan menjadikan anda lebih dihargai, daripada dicacimaki sejagat raya?
Dalam peraturan komunitas ini (helo para pengurus?), ada hak cipta yang harus dijunjung tinggi, namun saya mempertanyakan untuk kasus tulisan IBLIS MENANGIS di sini, mengapa tidak ada tindak lanjut dari pengurus komunitas ini? Malah anda para pengurus berani membredel komen penulis asli. Ha? *geleng-geleng kepala*
Untuk diketahui, penulis asli mungkin akan mencoba untuk meng-ikhlas-kan, padahal dukungan data dari beliau kuat, apalagi sudah pernah dimuat di KotaSantri.com, tahun 2005. Namun apakah penulis bernama ima ini akan terus membohongi nurani-nya sebagai penulis?
Saya sebagai rekan penulis asli (mas denny) tentu tidak dapat tinggal diam melihat keadilan diperkosa di sini.
Mohon tanggapan pengurus komunitas ini yang telah semena-mena menghapus komentar mas denny di sini, dan silahkan rekan-rekan semua melihat pandangan penulis asli dalam kasus ini, di sini:
http://dennybaonk.multiply.com/journal/item/117
Bila mbak ima & pengurus komunitas ini yang sempat membredel tanggapan mas denny (atau komen saya ini juga akan di-bredel???) tidak segera mohon maaf kepada mas denny, sungguh memalukan. Sangat memalukan dunia penulisan.
salam,
-ari-
kok posting ima soal crpen ini di http://kemudian.com/forum/berita_terbaru_dan_pengumuman/59877 ilang?
ada apa? ada apa?
lg comment dbaonk dibwh jg dihps?
ada apa? ada apa?
Maaf, tanpa bermaksud untuk membuat masalah, saya ingin mengomentari cerpen ini.
Inti dan jalan cerita cerpen ini sama persis dengan apa yang telah saya baca dan publikasikan di KotaSantri.com pada pertengahan tahun 2005 yang lalu. Walaupun ternyata dalam cerpen ini sebagian isinya telah dimodifikasi.
Saran saya, jika memang penulis cerpen ini mengutip dari sebuah tulisan, alangkah lebih baik jika sang penulis menulis judul tulisan, nama penulis, dan sumber tulisan dari tulisan yang dikutip. Hal ini harus dilakukan untuk menghindari adanya kesan bahwa penulis ini merupakan seorang plagiat ulung.
Sekedar sharing, sebagai redaksi sebuah portal, saya sering dihadapkan pada hal yang serupa dengan ini. Dan saya pun beberapa kali diprotes oleh penulis asli dan penulis asli tersebut memberikan bukti yang kuat.
Semua itu memberikan pelajaran berharga bagi saya. Sebelum saya mempublikasikan sebuah tulisan yang masuk, atau saya sendiri ingin membuat sebuah tulisan, saya selalu mengecek ke Google dengan memasukan kata kunci judul tulisan atau beberapa penggalan kalimat. Jika dirasa tidak ada tulisan yang sama atau menyerupai, saya baru mempublikasikannya.
Sekali lagi, maaf, ini hanya sekedar sharing saja sesama pengelola portal.
Maaf jika ada tulisan saya yang tidak berkenan.
---telah diedit oleh tiva---
keren
aku sudah pernah baca yang serupa...
di the madness of god-nya shawni
cuma latarnya aja yang beda...
di buku itu, iblis berdialog dg bukhairah
bagus jeng.

tapi gada darah-darahnya yah?
bagus... keren... tp berani juga untuk nulis yg kyk ginian .