"Buat apa kamu ikut itu? sadar diri to yo!!Ngaca kalo perlu!" Hardik Ayah Ananda sambil memalingkan muka.
Ananda meninggalkan ayahnya dengan tubuh lemah menuju kamarnya. Dilihatnya kaca. Mungkin ada sesuatu yang salah dengan mukanya, hingga dia tak diperbolehkan ikut. Dalam hatinya ia berpikir, "Mungkin suara dan gemulai tubuhku kurang bagus ya?"
Rating
112
points
Views: 44 reads
Comments: 16
Rating:
Comments: 16
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
yah, begini doang...
akhirannya berksan mengundang tanda
:?
aQ' tunggu kelanjutanya y!!
kok pendek di halaman ini?
pemotongan cerita kurang menarik kawan...kurang enak membacanya...kurang membuat penasaran untuk kisah selanjutnya...
sudut pandangnya mulai beda ya?
Lanjut deh!
buat teaser mungkin perlu ditambah kekuatan...
lanjut lagi ahh
^___^
lanjut
hehehe,,,,
seriusnya jadi agak ilang nih...