Namaku berubah menjadi Marini sejak ibuku menginginkannya.Ayahku entah dimana keberadaannya. Yah...ayah meninggalkan ibu karena ibu seorang narapidana. Ibu pernah membunuh kakak ayahku karena dia telah memperkosa ibu. Kini, ayah juga ikut meninggalkan diriku karena kelaminku.
Kematian memang tragis dan sungguh sengsara, tapi tidak buat aku dan ibu. Aku sangat bahagia saat itu, karena ibu telah membunuhnya. Paling tidak, ibu tidak harus menjadi alat untuk memuaskan nafsu hewaninya. Marini, bukan nama yang diberikan ayahku. Dia sangat kecewa karena tingkah dan sifatku mirip ibuku.
Kali ini, aku telah menikah, dan tentunya ayah tak akan mau tahu dengan siapa aku menikah. Kelamin ini telah menjadi saksi. Saksi bahwa pasanganku seorang homo. Hanya dua pintaku. Suamiku...Jangan engkau mengharapkan anak dari rahim yang sama sekali aku tak punya dan jangan engkau berharap untuk bisa mengeluarkan anak dari lubang kemaluanku.
Rating
Comments: 26
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Pengen tahu aja tulisan-tulisanmu hehehe =D>
kayaknya perlu dibuat deh, awal sebelum crita ne ditulis, gmn kasus ibunya bisa masuk penjara
endingnya bagus.. tapi kog pendek bangat.. kalo panjang bagus kali
ma, tadinya sih aku bermaksud baca cerpenmu yg terakhir "Memoar Sang 'Wanita' Cantik", tapi berhubung di catatan penulis kamu blg ada hubungannya dgn cerpen yg satu ini, aku buru2 lari ke sini sebelum sempat membacanya.
untuk yg satu ini, mmg singkat banget dan kurang eksplorasi. sayang sekali, padahal idenya menarik sekali loh. aku berharap cerpen yg terbaru yg kamu sebut itu bisa lebih menjawab pertanyaan2 yg timbul di kepalaku setelah melihat 'KELAMIN'mu. :DDDD
wihh..
ternyata dan ternyata...
walopun ceritanya singkat..
tp cukup nyenengin buat dibaca
ending yang BAGUS.greget cerita di ending bikin kaget!!!!
bukannya membela hewan...
tapi....
hewan aja kawin ada musimnya lho, dan hanya sekali setiap musimnya melakukan itu ""...
just comment....hehehe
kelaminnya dipanjangin dunk..
Tapi jangan melihat nafsu dengan hewan, tapi dengan hati nurani..... temannn
biasanya saya nulis kayak gini kalo pas baru dapet ide cerita
ditunggu versi lengkapnya!
pasti lebih HOT