Pemuda itu memasuki pintu depan kafe dengan beringas. Mukanya ditekuk. Matanya menatap garang ke seluruh isi toko.
Dia jelas bukan pengunjung. Mungkin hanya kebetulan melihat kafe ini lalu masuk.
Aku menoleh pada kakak laki-lakiku yang sedang mengelap permukaan meja bar. Dia tersenyum penuh arti padaku sambil mengangguk sekilas. Yang manapun sama saja, selama dia bisa masuk ke sini. Begitu kira-kira arti tatapannya.
Aku membalasnya dengan sedikit nyengir, lalu bangkit dari kursi di meja bar dan berjalan ke arah si pemuda yang masih berdiri di dekat pintu.
Dimulai dgn membaca versi seth-shot1, kmudian jadi ketagihan dan mulai membaca cerita yang ini, hebat.. Selain penggambaran tokoh & setting yg detail, alur mengalir dgn semestinya, dan kemasannya dibuat seolah2 kembali ke zaman rennaisance/victorian..
hmm udah dulu ya.. ga sabar pengen baca yg bagian 2nya.. =D>
Hwaah~ nyesel bgt gw selama ini gag baca cerita ini. Gaya penceritaanmu mulus sekali, dan suasana 'hii'nya sangat terasa. Idenya jg menarik. Kuputuskan, gw mau lanjut baca!
Hallooow.....thanks udah mampir ke blog aku. Cuma mau bales mampir, meski belum sempet baca semua so...masih jam kantor sih... laen kali ya. Sukses terus ok!
Aku bisa merasakan kebingungannya. Aku bisa merasakan pertanyaan-pertanyaan yang berkelebat di benaknya. Namun, Missa tidak berkata apa-apa lagi. Dia ... lanjut baca
Missa berkedip sekali. Dua kali.
Aku bergeming, menunggu reaksi berikutnya.
Mulutnya terbuka seolah dia mau bicara, tapi kemudian dia menutupnya ... lanjut baca
Tahukah kau kisah tentang Elizabeth Bathory?
[i]And the demon’s arms clung around her waist[/i].
Bangsawan cantik jelita yang disebut sebagai ... lanjut baca
Tak lama setelah insiden gagak tadi, Gabriel membelokkan mobilnya dari jalan raya dan memasuki sebuah jalan kecil yang tidak rata dan berbatu. Sebuah ... lanjut baca
Kami berjalan menjauhi daerah pemakaman, sampai nisan-nisan itu tidak terlihat lagi, dan aku mulai sedikit merasa lega. Perasaan tertekan yang bikin f ... lanjut baca
Gabriel dan Steve membawaku menaiki tangga yang mereka lalui saat datang tadi. Aku menyadari, ruang bawah tanah itu hanya terdiri dari satu sel saja, ... lanjut baca
Langkah kaki itu terdengar makin dekat. Dari siluet yang membayang pada lantai di luar tempatku berada, aku bisa tahu kalau yang datang jumlahnya dua ... lanjut baca
Ketika aku sadar dan membuka mata, cahaya kuning temaram yang menyambutku langsung membuat mataku berkunang-kunang. Aku mengerang dan kembali memejamk ... lanjut baca
Aku menelan ludah. Kupaksakan senyum ketika melihat pada Seth dan berkata, “Ah, tugas lagi.”
Seth keluar dari balik meja bar dan mendekatiku. ... lanjut baca
Bayi yang aku ajak berbicara rupanya tidak mau tumbuh menjadi seorang dewasa. Baru kali ini dalam percakapanku dengan bayi, aku mendapatkan jawaban se ... lanjut baca
Estafet 8 : Silet
Dengan terburu – buru, Ruben dan kedua satpam melangkah cepat ke dalam kafe. Setelah masuk ke dalam kafe, alangkah terkejutnya ... lanjut baca
Frame 20 : Festival of Death (part 2)
“Claire . . . Claire!”
Samar – samar terdengar suara seseorang memanggil Claire, tetapi gadis itu be ... lanjut baca
********************
1. Pulang
Rasanya seperti sudah berbulan-bulan Taylor meninggalkan rumah ketika pagi itu dia kembali menginjakkan kaki dan men ... lanjut baca
Di tengah tandusnya gurun, terlihat Alice sedang berlari sekuat tenaga, dibelakangnya tiga orang pria sedang mengejarnya dengan menunggangi Borrock, s ... lanjut baca
Ruang studio sore itu mulai lengang. Lampu-lampu panggung kini menggelap, hanya lampu ruangan yang masih berpendar, memberi nyala bagi dua kru ... lanjut baca
Segera setelah menutup telepon dari Rick, Cali sudah berada di atas sepeda motornya, memacunya secepat mungkin melewati jalan yang masih sepi. Dia mas ... lanjut baca
Chapter sebelumnya.....
Clarke Hamilton berkenalan dengan Vincent dan Wayne beberapa waktu setelah kepindahannya ke rumahnya yang baru. Dia gembira ... lanjut baca
Dimulai dgn membaca versi seth-shot1, kmudian jadi ketagihan dan mulai membaca cerita yang ini, hebat.. Selain penggambaran tokoh & setting yg detail, alur mengalir dgn semestinya, dan kemasannya dibuat seolah2 kembali ke zaman rennaisance/victorian..
hmm udah dulu ya.. ga sabar pengen baca yg bagian 2nya..
=D>
waawwwww....
penggambarannya menarik
kamu punya alasan mengapa judulnya seperti itu...
dan karena judulnya itu, aku tidak menemukan jalan cepat ke sini. Untung bagi diriku kau mengunakan tag fantasi-fantasy...
aku menikmati membacanya
-------------------------
cheers!
Hwaah~ nyesel bgt gw selama ini gag baca cerita ini. Gaya penceritaanmu mulus sekali, dan suasana 'hii'nya sangat terasa. Idenya jg menarik. Kuputuskan, gw mau lanjut baca!
Bener2 keren X3
deskripsinya detail bgt suasana hororny brasa bgt hehe lanjut baca ah..
ihihi... ternyata ada yg ngeliat lucunya ya...
lucu story nya
Hallooow.....thanks udah mampir ke blog aku. Cuma mau bales mampir, meski belum sempet baca semua so...masih jam kantor sih... laen kali ya. Sukses terus ok!
huaa.. keren banget!
deskripsinya begitu detail, cerita mengalir, dan sungguh menarik.. hii, kafenya juga unik banget. ditunggu lanjutannya!
wii kafenya keren, gothic abizz
dan cerita ini juga keren, nuansa misterius amat terasa >