Aku menginjakkan kakiku di bandara Soekarno-Hatta, tanpa kata, tanpa cinta, tanpa cerita lama. Aku pesakitan, tapi harus tetap bertahan.
Tahun lalu, nyaris saja aku menikah dengan wanita itu. Perusahaanku dengan gagahnya mengabarkan berita tentang pengirimanku Kyushu. Berita baik untuk ibuku, berita duka bagi kasihku, berita ... suka dan duka bagi diriku. Tapi aku memilih pergi, hanya untuk mencari sebuah rezeki untuk menambah pundi-pundi di hari pernikahan kami. Keputusan yang menyesakkan sebenarnya.
"Aku akan menikah bulan depan", Amalia berkata.
Aku terdiam,
"Nanti aku kirimkan undangannya"
"Sejak kapan kamu bertemu dia?"
"Agustus yang lalu"
Pikiranku terbang ke awang-awang, sebulan setelah kami bersepakat tentang satu kata yang MENYAKITKAN, mana mungkin? secepat itukah?
Aku seorang lelaki buas, tapi pantang berkata kotor, jorok, pada seorang wanita. Sejahat itukah aku? Apakah kasar adalah alasan yang tepat untuk menyingkirkan aku?
- ooo -
Hari-hari berlalu. Sayang, di negeri ini tidak ada musim semi, jika ada mungkin dapat kujadikan sebuah momen menghibur diri.
Aku selalu memandang dari kejauhan, beberapa meter dari tempat yang mungkin tak pernah dia sadari, seorang gadis bernama AMALIA. Di saat dia diterima kerja, di saat neneknya meninggal, di saat pernikahannya, di saat dia mengandung, di saat dia melahirkan. Aku tahu.
- ooo -
Istriku, tak jauh beda dengan gadis itu, mungkin aku memang mencari duplikasinya, mencari yang sangat mirip dengannya.
Malam ini aku memandanginya. Istri dan anakku. Aku mencintai kalian dengan cara berbeda...
LAlu apa salahku ...
Imr
Rating
Comments: 6
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
bagus neng....tapi gw ga ngerti....
7 aja deh!!!
padahal ceritanya oke banget loh! walaupun pendek, tapi dalem banget. masalahnya, judulnya itu rada gimana...gitu kalo menurutku. apa judulnya emang punya arti khusus?
aq kurang begitu ngerti ama ceritanya.tapi yang pasti, uda lumayan kok.
Bahasa yang dipilih bung imr indah. Rangkaian kata dan cerita yang dipilih menunjukkan bung imr bukan penulis yang pemula (minimal mungkin rajin membuat karangan pribadi). Dalam pendeknya, cerita ini berhasil menarik emosi pembaca. Seperti kegeraman dan kegundahan karakter cerita, yang terpampang jelas di hadapan pembaca. Singkat, rapi, bagus.
Gue kaget dengan semua kata-kata dalam pembukaan awal cerita ini, sebenarnya masuk ke selera pribadi ya, kayaknya nyindir gue banget hiks.. 10 for u ..
it's not me!! imr