Kisah Amalia sudah berlalu lama, aku tak tak perlu mencarinya. Benda-benda peninggalan gadis itu sudah sangat berdebu di sudut ruangan yang tak terjamah lagi. Semua untuk menjaga sisi hati istriku. Menjaga agar separuh hatinya tak ikut menghilang karena diriku. Mmm... Anggap saja gadis itu bukan soulmate-ku.
Soulmate... ah kata itu begitu asing dalam pikiranku. Aku tak pernah percaya akan hal itu, berbeda dengan puluhan rekanku yang selalu yakin akan kehadirannya. Mereka berkata, sekalipun kamu menikah belum tentu itu adalah soulmate mu. Lantas, mengapa kita menikahi seseorang yang bukan soulmate kita? untuk apa? toh kita pasti akan tetap mencarinya ? Sebab itu aku tak pernah percaya.
Aku lelaki buas, tapi aku bertanggung jawab, itu kelebihanku.
Laksana prajurit di kancah Mahabarata. Aku menatap tajam ke arena, di bawah sana ribuan petaka terhampar. Di samping sana ribuan gadis manis berdada menantang siap membelai.
Aku terpaku, memantapkan berdiriku sambil membawa sebuah bendera yang dititipkan padaku. Dan sebuah lagi.
Panji-panji yang tak boleh terlepas dari genggamanku sampai ajal merenggutku.
Aku menatap lurus ke depan, sambil berkata lirih, tolong jangan palingkan mukaku. Hatiku mungkin berkarat, tapi hanya sebatas itu. Aku ingin hidup lebih lama bersama panji-panjiku. Satu lagi, satu lagi, cukuplah kami berlima.
the end.
Rating
Comments: 5
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
mungkin benar adanya soulmate itu....
Terkesan jujur dan tidak dibuat-buat...
Awal memukau ..
pertengahan gue bingung' agak kehilangan makna dan ending tiba-tiba ajah dipenuhi kesedihan.. lebih panjang kayaknya menarik shg lebih menyentuh ke emosional
Bagaimanapun cerita ini mampu membuat gue sbg pembaca tersenyum dan berpikir ' terbawa dalam suasana cerita .. keren !
mong, kalo ceritanya real jadi hidup gini yah..
aah...ngeliat tulisan lo, gue jadi inget sama penulis motinggo busye..
kenapa endingnya begitu sedih? sebenarnya di awal udah sangat menjanjikan, tapi di cerita kedua dan ketiga menurutku adalah permainan perasaan yang dalam, padahal sebenarnya tak banyak yang diceritakan tentang kisah dua 'soulmates' ini. Kalau ada elaboration cerita dan detail tentang Amalia pasti lebih menarik lg