Gomi, sesuatu yang terbuang ...

Stasiun Saga hari itu tak terlalu padat seperti biasanya. Hanya sekitar dua puluh orang yang terlihat di sekelilingku menunggu kereta. Beberapa dari mereka tampak tak sabar meskipun sudah jelas tertera waktu kereta tiba, yang tentu jarang sekali meleset. Paling tidak satu dua menit terlambat adalah hal yang wajar. Berbeda dengan kereta Bandung-Jakarta yang telat hanya beberapa jam. "Hanya"... MasyaAllah, ukuran kuantitatif tak pernah berarti di negeriku.

Rating

45
points
Views: 76 reads
Comments: 6
Rating:
75

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
mey's picture
mey at ^^ (1 year 32 weeks yang lalu)
70

kenapa ya?
tiap baca ceritmu,
di akhir aku selalu tersenyum,
hehe..

brown's picture
brown at sampah (1 year 32 weeks yang lalu)
80

wah, sampah jadi tema yg populer di kemudian.com belakangan ini. semoga negeri ini bisa bersih dari sampah dan 'sampah'.

wehahaha's picture
wehahaha at hmm.... (1 year 32 weeks yang lalu)
70

gmana yah.... Agak bingung awalnya. Tapi dari tema menarik.

my bro's picture
my bro at sampah?? (1 year 32 weeks yang lalu)
80

udaaaaah dagang aja sana....^_^

evikaye's picture
evikaye at imr (1 year 32 weeks yang lalu)
80

kalo gw baca cerita2 lu, gw bisa ngeliat ide2 biasa yang ternyata bisa jadi oke sama lu. cuman kurang polesan sedikiiiit ajah.. maju terus, bro!

arien arda's picture
arien arda at wahhhhhh (1 year 32 weeks yang lalu)
70

Imr... Gominya dibuang dulu hehehehehhe....

Nice story.
Kadang kita tak sadar pada diri kita. Bisanya melihat keluar bukan kedalam..
keep writing...