Stasiun Saga hari itu tak terlalu padat seperti biasanya. Hanya sekitar dua puluh orang yang terlihat di sekelilingku menunggu kereta. Beberapa dari mereka tampak tak sabar meskipun sudah jelas tertera waktu kereta tiba, yang tentu jarang sekali meleset. Paling tidak satu dua menit terlambat adalah hal yang wajar. Berbeda dengan kereta Bandung-Jakarta yang telat hanya beberapa jam. "Hanya"... MasyaAllah, ukuran kuantitatif tak pernah berarti di negeriku.
Pagi terasa sejuk dan indah. Itu sekiranya aku tak melihat foto manis itu di seberang rumahku. Foto seorang wanita muda lengkap dengan lesung pipitnya ... lanjut baca
Alkisah ...
[Ja ilah, belum apa-apa udah alkisah aja nih... ]
Konon kabarnya, aroma romantis itu benar-benar masih terasa jauh sebelum tahun delap ... lanjut baca
Jika usai sudah ...
Maka semua tinggal tutup saja.
Tak perlu berkata,
Tak perlu memaksa,
Cukup rasakan, dan pergilah segera.
Udah menjelang ... lanjut baca
Ada satu masalah dalam perkara percintaanku ... masalah kecil namun berefek besar. Meski semua orang mendukung dan percaya bahwa kami adalah pasangan ... lanjut baca
Jika sejalan dengan waktu, mampu ku sadari ...
Sebuah laku, seuntai kata, dan salah duga ...
Kan Cemari hati nan kotori diri
Dosa laksan ... lanjut baca
Berbicara tentang dunia dan akhirat, berbicara tentang kehidupan sosial dan agama, berbicara tentang sesuatu yang bersangkutan dengan hubungan antar m ... lanjut baca
Waktu itu aku masih bisa jatuh cinta. Aliran darahku masih baik. Jantung di dalam dadaku masih berdetak sewajarnya. Dengan mataku dan otakku, ku atur ... lanjut baca
Aku ini lelaki, fisik ku lelaki, tapi tak murni lelaki.
Aku cukup jantan untuk menerkam, cukup beringas untuk melawan, namun begitu mudah terhempas d ... lanjut baca
Ketika ku duduk di tepi kursi di lantai dua di satu ruangan. Pandanganku jauh ke depan ke daerah lapang ke sebuah rumput hijau.
Sambil mendengar se ... lanjut baca
Serumpuyuk muda-mudi berjalan berhaha hihi, wajahnya ceria dan penuh percaya diri. Dengan bebasnya mereka berekspresi.
"Ya iya lah masa ya iya donk ... lanjut baca
Krishna
Aku kesiangan lagi... Sebenarnya tidak terlalu siang sih, hanya sedikit telat. Dan tak akan ada pengurangan premi jika setelah menuruni mot ... lanjut baca
Aku kehilanganmu di hari itu
Di mana matahari bersinar redup
Dan awan hujan menari di atasku
Sampai terakhir kau melangkah pergi
Tak setetes pun a ... lanjut baca
Merengkuh bayang.
Lelah-lelah aku merindukan sekilas mentari untuk mengelus-elus kegelapan, aku malah mendapati kekonyolan. Kamu malah pergi dan b ... lanjut baca
Semua hari-hariku yang diisi oleh senyummu telah pergi
Itu terjadi hanya seperti sebuah mimpi, datang dan pergi terlalu cepat
Saat itu ketika kau me ... lanjut baca
sesaat sebelum aku benar-benar terhenyak dari lamunan
sekali kujumpai lagi sesuatu yang kian mengusik itu
entah darimana mulanya, ada degup yang pe ... lanjut baca
berita duka dari gubuk reyot amat tua tak terawat,
mata sayu tertuang di gelas kaca pada janji siang hari,
ada kata tergurat di setiap bait terlipat ... lanjut baca
Sesuatu yang tidak kau tahu...
Engkau tak akan pernah tau…
Bila aku sangat mencintaimu,
Karena semua itu akan terus tersimpan di hati…
E ... lanjut baca
Jabatan
Yang selalu menawarkan kekuasaan dan kesenangan………..
Orang menghalalkan segala cara demi mendapatkannya
Manusia dapat dikatakan ber ... lanjut baca
Hari itu terasa begitu indah
Siang malam terus gembira
Semua karena aku mencinta
Terus, terus cinta dirinya
Senyum indahnya terus terbayang di d ... lanjut baca
Ku masih menjaga hatimu,
dengan debaran di jantungku
dengan hatiku yang terus melukiskan namamu
rasa yang ada tak pernah berubah
rasa yang ... lanjut baca
kenapa ya?
tiap baca ceritmu,
di akhir aku selalu tersenyum,
hehe..
wah, sampah jadi tema yg populer di kemudian.com belakangan ini. semoga negeri ini bisa bersih dari sampah dan 'sampah'.
gmana yah.... Agak bingung awalnya. Tapi dari tema menarik.
udaaaaah dagang aja sana....^_^
kalo gw baca cerita2 lu, gw bisa ngeliat ide2 biasa yang ternyata bisa jadi oke sama lu. cuman kurang polesan sedikiiiit ajah.. maju terus, bro!
Imr... Gominya dibuang dulu hehehehehhe....
Nice story.
Kadang kita tak sadar pada diri kita. Bisanya melihat keluar bukan kedalam..
keep writing...