Malam itu dingin sekali. Nyaris aku tak mampu bertahan pada kondisi sedingin ini. Hidungku berair, kepalan tanganku kaku. Tapi, malam itu aku paksakan untuk terus berlari.
"Apa dosaku, apa dosaku ... "
Dari mulutku keluar kata-kata yang terus berulang disertai uap putih yang kemudian menghilang.
"Beri aku waktu... tolonglah"
Aku sangat memohon untuk diberi waktu sedikiiiiit lagi.
Lariku dipercepat, aku tidak mau sampai terlambat. Ingin ku berteriak pada seseorang untuk membantuku, aku sangat memerlukannya, tapi tak ada satu kepala pun yang aku temukan. Kemana mereka? kemana perginya mereka? disaat aku sangat membutuhkan mereka?
Dalam lariku aku merasakan keputusasaan yang begitu sangat mencabik-cabik asa-ku. Aku tak kuasa lagi menghadapi cobaan ini. Aku harus mengeluarkannya.
"Beri aku waktu sedikit lagi"
Tetesan keringat menodai keningku. Aku terhanyut dalam ribuan dugaan tak bermakna.
Di sela-sela pertarungan batin, aku menatap lurus ke depan, berharap masih ada sedikit asa lagi bagi diriku. Aku tak kan mampu lagi berjalan lebih lama, pikirku. Aku seorang lelaki buas, bahkan tak kuasa menanggung semua ini.
Tiba-tiba, sesosok gadis manis terlihat dalam pandangan. Entah dia berjalan ke arahku, entah aku melayang ke arahnya. Aku tak tahu lagi, pikiranku kalut. Semakin dekat, semakin dekat, dan semakin dekat.
Oh, betapa rupawannya, begitu cantik, begitu indah. Aku ingin sekali menyentuhnya, tapi... aku acuhkan pesona itu, aku hancurkan bayang-bayang manis itu. Aku tidak butuh dia saat ini, aku hanya butuh...
"Be-ri, to-long, be-ri a-ku wak-tu"
Aku terbata-bata, aku bagaikan seorang pejuang yang terkena ribuan panah. Aku tersungkur, keringatku bercucuran. Aku merasa gadis itu mendekatiku, dia menjulurkan tangannya untuk membantuku.
Aku masih belum bisa beranjak, aku menahan sesuatu. Bahkan, mengangkat tanganku pun tak mampu.
"Kamu kenapa sih?"
"A-a, aku..."
"Sakit?"
"E-e.. a-aku"
Dia makin tak mengerti.
"Kenapa sih?"
"Aku kebeleeeeeeeeeeeeeeeeeettttttt!!"
Sebel banget deh, dari tadi nggak ada yang ngerti, kalo aku lagi kebelet pingin ke toilet. Kenapa sih ga ada toilet umum di sekitar sini? kenapa sih ga ada orang yang bisa nunjukin toiletnya? Nyaris aku berteriak sekencang-kencangnya.
Imr
Rating
Comments: 12
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
asyik banget caranya cerita....
hehe
mo bilang pingin pup aja, susah amat seh ? sumpah lucu banget
LUCUUUU.....seru....he..he...
ceritanya lucu sampe jelasin mo ke toilet za susah bgt ngejelasin ke orang.Apa susahnya bilang ke orang kl mo ke toilet
untung baca reviewnya dulu
menurutku sih cukup, gak kepanjangan kok. bagus.
wah bagus bagus..tp bagusnya jgn sepanjang itu ceritanya..
aku kirain apaan.. anyway di awalnya bener2 lambat alurnya.. makanya pas di akhir udah kurang mengigit. gimana klo dibikin 100 kata aja
beraninya kamu menipu KD yang tampan ini!