Seseorang yang selalu menghadap ke arah berlawanan

Aku dan Sabrina memandang ke arah berlawanan dengan tatapan kosong,
hanya badan kami yang terbungkus kain saja yang saling bersentuhan.
Pikiran kami bercabang dua, satu masalah pelik bertengger
antara nasib kami dan nasib teman kami.

Ada satu sisi di hati-hati kami yang mendesak ingin menyuarakan
keresahan. Tiga orang teman dekat di DO (drop out).

"Sab, mereka nggak salah Sab, lu tau itu kan?... setidaknya
beri surat peringatan dulu"
"Gue tau... gue tau", Sabrina menahan haru.

Mereka, aku dan Sabrina sama-sama pernah ber-ospek ria.
Dari situ lah hati kami terpaut satu sama lainnya. Tak ada
satu masalah yang tertutup di antara kami. Termasuk
soal rasa cinta yang Sabrina pendam kepadaku, yang sempat
menggoncang benteng persahabatan kami.

"Teman kita besok dieksekusi Sab"
"Tapi kita sudah berusaha kan...", Sabrina kali ini berusaha
meyakinkanku. Tampaknya wanita lebih tegar menghadapi masalah.

"Mereka juga sudah berusaha Sab, tapi masih juga dianggap
satu kesalahan..."
Kali ini Sabrina hanya terpaku. Mengingat-ingat kejadian yang
membuat mereka di DO. Seorang dosen melaporkan bahwa mereka
teledor dan bermain-main di dalam pengerjaan eksperimen di Lab,
yang menyebabkan sebagian alat berharga mahal mendekati
ajalnya.

Beberapa tahun kemudian, mereka, aku dan Sabrina berjalan sendiri
sendiri. Nyaris tak ada kontak di antara kami. Mungkin juga
Sabrina atau mereka telah berkeluarga.

Kali ini ...

Hanya aku tanpa Sabrina memandang layar monitor dengan tatapan kosong,
pikiran ku kembali bercabang dua, ada satu masalah pelik bertengger
antara nasib aku dan nasib temanku. Di sela itu, aku berharap kehadiran
Sabrina.

Satu temanku di PHK tanpa sebab, kabarnya alasannya hanya
karena ketidaksukaan manajer baru pada karyawan itu karena pernah
menolak perintah yang sebenarnya bukan wilayah kerjanya.

"Sab, dia nggak salah Sab, lu tau itu kan?... setidaknya
beri surat peringatan dulu"

Tentu saja tak ada suara Sabrina yang menenangkan hatiku kali ini.
Hanya seorang wanita yang memandang ke arah berlawanan yang kuliat
di sebuah icon ym-ku.

Di depan kepalaku sendiri aku menyaksikan ketidak adilan
yang merenggut temanku satu-persatu. Bagimana jika itu terjadi
pada diriku? aku berpikir. Akankah ada yang membelaku?

Aku rubah status YM ku :

"Apakah ada keadilan di bumi ini?"

Beberapa teman di alam maya menyahut dan meyakinkan aku
bahwa keadilan pasti ada.

Lalu bagaimana aku meyakinkan mereka yang menghilang?

imr_aja

Rating

72
points
Views: 59 reads
Comments: 9
Rating:
80

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
70

ya iyalah...
cuma ga tau kapan datengnya..

windymarcello's picture
windymarcello at menarik sekali... (1 year 32 weeks yang lalu)
80

isinya semenarik judulnya...

brown's picture
brown at suka (1 year 35 weeks yang lalu)
80

aku suka nih! dr tulisanmu yg satu ini, kamu terlihat lbh matang dr yg sebelum2nya. good...

90

cerpen yang nikmat untuk di baca, bahasanyapun mudah di cerna.

"Hanya seorang wanita yang memandang ke arah berlawanan yang kuliat
di sebuah icon ym-ku". hehhehe aku jadi malu ^_*

F_Griffin's picture
F_Griffin at sangat (1 year 37 weeks yang lalu)
70

berbau koran nasional minggu pagi

imoets's picture
imoets at realitas (1 year 38 weeks yang lalu)
70

masalah sosial yang akan selalu dan selalu ada...

splinters's picture
splinters at fiuuuuhhhhh... (1 year 38 weeks yang lalu)
90

Aku suka cerita ini. Suka dengan judulnya. Suka dengan jalan ceritanya yang agak 'abstrak'. Bentuk cerita seperti ini memang cocok untuk membuat orang berpikir setelah selesai membaca. Memikirkan hidup. Berhenti sejenak. Menarik napas panjang. Bukan terlarut dalam cerita dan alur, tapi larut dalam ide. Bisa dibilang, inilah ceritamu yang paling aku suka sejauh ini di kemudian Smile

M4N GalinGing's picture
M4N GalinGing at seriussssssss (1 year 38 weeks yang lalu)
80

endding yang mempunyai nilai
bisa dipahami
dan yakinlah keadilan pasti ada

simukaramai's picture
simukaramai at wah... tampak serius (1 year 38 weeks yang lalu)
90

kalau ada kesempatan yang hilang pasti datang kembali