Adakalanya kita meninggalkan sesuatu yang enak-enak untuk sesuatu yang berbeda. Bukan apa-apa, karena kita pun membayangkan yang lebih enak berikutnya. Orang bilang sih yang namanya puas ga pernah bertahan lama. Artinya, selama di dunia, ga pernah ada yang bisa puas 100%. Buktinya, bokap gue puasnya cuman lima menit,
kalo gue berapa yah? gehehehe
Itulah juga mengapa gue berpikiran untuk menggali potensi untuk kerja ditempat yang sama sekali baru dan tidak begitu keliatan enaknya. Ya itu tadi, membayangkan tentang yang lebih enak berikutnya. Ilmu baru.
"Kok loe pindah mendadak sekali?"
Seorang wanita yang dikenal sejak lima taun yang lalu bertanya pasrah.
"Iya nih, takut"
Si akang menjawab alakadarnya
"Loh, kok takut? serius loe?"
"Ya, serius, akang takut"
"Takut apa?"
"Takut, kalo lama-lama disini, akang malah terobsesi ngehamilin nadia"
Dan sepatu berhak 5 cm itu pun melayang ke jidat si akang yang bersih dan hitam mengkilat. Tempat kreatifitas beranak pinak. Cewek yang satu ini, katakanlah namanya Nadia, kependekan dari Na-dia lagi dia
lagi, itu karena saking empeknya ketemu dia. Nadia, cewek yang sensitif, kesenggol dikit
aja langsung belingsatan kayak mau diperkosa. Lah, giliran si akang mau menghadap ilahi robi, getol banget dia noel-noel.
Nadia menambahkan siksaannya dengan melemparkan beberapa kertas ke arah muka si akang. Untung saja sebagai legenda pasundan, akang mampu berkelit dengan lincah dan penuh keluwesan.
"Udah donk Nad, akang belum e-e-in juga kok dah dirajam"
"Lagian, ngomongnya ngawur sih"
"Loh, ngawur apaan? bener Nad"
Kembali kertas melayang. Dan si akang mulai menyerah. Sehingga percakapan menjadi lebih serius.
"Iya, akang takut kalo kerja terus disini bisa keenakan"
"Lah, bukannya, orang nyari yang enak-enak"
"Bener, tapi kan kalo enak tapi itu mulu pasti lama-lama bosen"
"Gini nih, tipe manusia nggak loyal"
"Loh, Nad, otak manusia seumuran kita nih harus terus berkembang, kalau mulai merasa enak di satu tempat bisa bisa pikiran kita beku, nah saat itulah kita harus mencari yang baru"
Si akang berseloroh lancar. Mulutnya berbusa, pandangannya terfokus ke satu tempat.
"Tapi kan ga mesti pindah, lah wonk otak bisa diasah dengan berbagai cara"
"Betul, nah cara yang cocok sama akang itu pindah, mencari tempat dimana akang bisa menemukan ilmu baru"
Mata si akang masih saja fokus ke satu arah.
"Tapi gue jadi pingin nanya"
"Nanya apa?"
"kok loe ga bosen2 ma pikiran kotor loe yak?Lama-lama bisa2 otak loe beku loh ga berkembang"
seru Nadia sambil menutup belahan dadanya. Si akang tersenyum.
"Ya kan, akang belum merasa enaknya, masih banyak yang perlu diekplorasi"
Sambil bergerak bebas tak beraturan, mencegah dari benturan benda keras yang dilemparkan.
Ah, manusia, giliran bikin dosa aja, ga ada bosennya... Napa yah ?
Rating
Comments: 14
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hehe.. speechless ah.. sambil nyengir..
gelo siia....
Datar banget ceritanya..Aku sarankan lebih baik pakai kata baku..
Tapi sudah lumayan kok, kamu 'dah punya bakat. Terus menulis yap..
hrsnya lebih liar boz...
..ini dia imr yg gw kenal...hihi...gokil gelo bin aneh..wakakaka
nak enak enak.. pusing mikir enak. sikut kiri sikut kanan..
gak tau apa klo lobang dosa makin gedhe..
huwahahahahaha..
... begitulah manusia^^
manusia tempatnya salah dan dosa
nggak tahu mau bilang apaan nih.
Toyor dikit ah!
Dosa lu ninggalin gw ke bandung sendirian
Happy working @ new place ya ^^