Setelah tidur lama, aku terjaga di gerbang timbal yang dingin di suluri ranting mawar merah menghisap darah ditiup angin kelopaknya memenuhi udara seperti hujan merah kehitaman
Di ujung kanvasnya terdapat puri kemuning sewarna keju yang potretnya biasa di jadikan bungkus kado tempat kita hidup abadi tanpa kenal kuburan
Ah, mimpi itu begitu dalam memesona
Seekor rayap bekerja solo membingkai pergamano sebuah alkitab yang di tulisi kisah romantis kita dari tinta emas di sebuah etalase beling
Telah aku melewati gunungan kapur bersepuh warna pelangi
Aku mencapai ujung golgotha tempat kau bersenandung pilu kepada angin laut membawa kembang angin bergulung bergelandang di butiran gobi
Pantas saja mereka menyenandungkan namamu keliling dunia
Kala itu pertama kali aku mendengar Tuhan mewahyukan cinta pada manusia, nyanyian mu ku dengar
Di bahu kekasihku kubisikan tanya,
Berjanjilah tak akan pernah beranjak sekalipun angin laut bertiup memanggil ragamu kembali ke samudra beku, sekalipun bulan menimpa bukit dan menjemputmu pulang
Karena kau adalah dirinya, alur tanganmu di goreskan di antara jemariku supaya mereka berkait erat tak lepas di lekang jaman
Melangkah liar gulana beriak riuh seperti penari tap dance yang mabuk kepayang di benakku
Bagaimana bila kau bukan "dia"?
Bila ternyata Tuhan memahat nama lain di sebelah pusaraku kecuali dirimu dan kau kembali ke deburan karang bersama teman neptunusmu
Seseorang bermain cello disebuah lorong gelap mengingatkanku akan gentayangan memori berputar putar dalam melodi kelam
Hatiku mencetus bahwasanya dalam dunia itu semua hal indah ini menjadi mimpi buruk tanpa akhir
Maka langit itu adalah warna violet yang janda
Itulah dunia pengap dengan seribu kutukan jarum yang di sematkan pada boneka bisu dalam dongeng dongeng rusia untuk menjaganya tetap cantik
Dan akulah boneka itu
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Gaya bahasamu bagus sangat..
Oh iya soal pertanyaanmu "Membuka tabir Kamar Pengantin"
sebenarnya kalau diterjemahkan dalam bahasa sufi: "Membuka Hijab keghoiban Hati"
Patient in this plan,
as humble as I can
Assalamualaikum?
Ini prosa ya?
=D> =D> what a great poem!
Permainan kata yang indah.\
Menarik bgt ceritanya. Teruskan ya.
Oia, bertandang ketempatku ya