Daun-daun itu membungkus keringatku
Molekul klorofilnya menghisap tulangku
Suara desau pepohonan terlihat berirama risau
Disini ku terpaku menatap tunas membelah parau
Mumbul, mengapa kau bersembunyi dibalik keterasinganmu?
Tak rindukah dirimu mendengar detak jantungku memecah
senyap di sekelilingmu?
Engkau pasti tahu, derap langkahku dapat menyembuhkan
tuli yang kau dera
Menarilah dengan kerinduan yang membuncah hingga barisan
rumput mutiara berjingkrak-jingkrak
Aha! Mata kapak ini menatapmu bersahaja
Mengapa mukamu berselimutkan benalu kusam?
Tariklah sedikit alismu biar naluri sekularmu bergema
Buatlah meliuk perutmu seperti ganggang bersendawa
Di dalam dirimu kutemukan gumpalan emas
Membebaskan cicit menusuk karam
Mengejewantahkan periuk lapar membatu biru
Tetaplah bersamaku hingga ujung kapak itu menghujamku!
Agt'08
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
molekul klorofilnya menghisap tulangku
grrrrrr..... merinding bacanya
kayaknya bahasanya makin susah dimengerti nich. jadi bingung mo ngomentarin apaan abisnya terlalu high metaforanya.... ehmmm tapi boleh khan kalo dipinjam kata katanya, gue rental dehhhh
nice poem
puisi kamu bagus
buat gue keren..
nyaman bacanya, karena kita emang setipe euuy...
hihi..
iya kayak ada link yang hilang...
tapi keseluruhannya bagus
diksinya puitik
selebihnya makna ada di tangan pembaca
thanks komentnya
metafor2mu asik kawan, hanya pautan antar baitnya saja yg aku masih susah payah merabanya..
Assalamualaikum
Masih ada rangkaian kata-kata yang terseret2 kawan.
=D> =D> =D>