Dina berdiri dengan cemas sambil melirik jam tangannya. Jarum pendek di jam tangannya sudah mengarah ke angka 7 sementara Gea, Kakak sematawangnya, belum juga datang menjemputnya. Hari yang semakin larut dan hujan deras yang turun membuat Dina cemas sendiri. Belum lagi dilihatnya ada seorang pria asing yang sedari tadi celingak-celinguk nggak jelas sambil memegangi payung di depan tempat lesnya.
bagus bgt critanya! ngenaaa
hhehe
tapi kayaknya aku kurang nemuin greget di ceritanya, mungkin karena tema yg diangkat udah terlalu banyak dijadiin crita kali yaa...
bener bener menyayat hati..
dengan cerita ini aku makin suka hujan..
romantis...
apalagi judulnya.. pelangi.. memang sebuah cerminan bahwa setelah kesedihan pergi senyuman indah seseorang akan seperti pelangi..
mmm
whew...tanda baca tanda baca
tolong perhatikan, kebanyakan tanda seru, selain nggak baku, juga nggak enak dipandang mata
Tergantung pemakaiannya. Kalau untuk memperkuat dialog, itu sangat diperlukan. Saya termasuk orang yang sangat memperhatikan tanda baca dan penulisan kok, Mbak Laily. Maklum, guru Bahasa
Thx dah mampir yah.
Membaca ceritamu, ada sebuah kesimpulan, untuk penulisannya sudah cukup baik. Namun thema percintaan remaja, apabila konfliknya tidak tajam maka akan menjadi biasa-biasa saja.
Namun pada bagian ending yang tragis, cerita ini mempunyai nilai lebih dengan genre sejenis.
Aku ingin menyulam pelangi,
Memetik bintang,
Menciptakan pagi yang indah,
Memeluk bulan,
Menghentikan hujan dan...
"Bukankah semua itu mustahil ... lanjut baca
Aku bisa muncul dengan berbagai cara, lewat kata, lewat tiap tetesan tinta, atau lewat setiap tindakan nyata. Menjadi apa aku, terasa seperti apa aku, ... lanjut baca
Kau ketuk pintu itu:
Tak sabar lagi menunggu
Kau tersenyum lebar,
Yakin kan ada peluk menjambang
Yakin kan mendengar, akhirnya kau pulang...
... lanjut baca
Tak mampu terhapus meski luka telah membasuhnya. Inginkan dia hilang, tetapi malah menjadi rindu yang tak terbendung. Duka yang betah menggelayuti, ci ... lanjut baca
Malam telah datang menjemput senja. Hingga tak lagi kulihat semburat cahaya yang memberiku secercah harap. Dan aku masih di sini. Betah berteman denga ... lanjut baca
Aku kembali ke stasiun cinta itu
Duduk manis di peron hatiku
Menunggu kereta takdir yang mengantarmu kembali ke rumah:
Hatiku...
Baru kusadari,
... lanjut baca
Kutawarkan padamu secangkir madu
Bukan manis yang kuramu
Hanya rasa yang sungguh...
Kemudian,
Kan kuberi kau segelas racun
Bukan rasa yang memb ... lanjut baca
Akhirnya,
Gerimis itu berhenti
Awan hitam mulai menepi
Pelangi muncul sebagai pengganti
Kan ada saatnya hidupmu seperti ini
Gerimis datang meng ... lanjut baca
Petang ini,
Surya pergi
Bersama senja,
Meninggalkan luka...
Dia telah pergi, tangis awan putih
Dia ingkari janji, katanya sedih
Bukankah ia be ... lanjut baca
”Dum dum dum.”
Senandung merdu itu terdengar lagi.
Kali ini benar-benar membuat Aran menghentikan hantaman martilnya di dinding batu yang ... lanjut baca
Pagi ini aku berdiri di beranda lantai 2 rumah sembari menyeka peluh yang membasahi wajahku. Sudah menjadi satu kebiasaan memang bagiku untuk melakuka ... lanjut baca
di balik jendela ini
sepasang mata menelisik
mencari fakta beridiologikan cinta
meski tanpa kata - kata, hanya sebutir hembusan nafas yang bernada ... lanjut baca
"satu.."
"dua.."
"yaa... senyum..."
klik, klik, klik...
Suara multiple shutter mengabadikan pose kedua calon pengantin itu.
Dengan cekatan, ia m ... lanjut baca
''Kalau memandang seorang Wanita memakai rok mini, mengapa banyak lelaki tergoda??
Karena lelaki silau menatap cahaya wajah Allah apalagi pada haki ... lanjut baca
''Kalau memandang seorang Wanita memakai rok mini, mengapa banyak lelaki tergoda??
Karena lelaki silau menatap cahaya wajah Allah apalagi pada haki ... lanjut baca
Komponis hebat Wolfgang Amadeus Mozart dan istrinya sedang hidup melampui kemampuan mereka di Wina, ibu kota musik Austria. Wolfgang mengubah musik di ... lanjut baca
Dari ketiga nomor teman-teman afifah, aku mencari tahu tentang dia. Dan aku mendapatkan gambaran sosok bidadari manis yang lembut, tapi kuat memegang ... lanjut baca
berdiri di balik jendela kala hujan hampir reda
tepat selusin purnama sejak pertama kumelakukannya
telah banyak yang berubah
tapi tidak dengan rasa ... lanjut baca
mengharukan..
bagus bgt critanya! ngenaaa
hhehe
tapi kayaknya aku kurang nemuin greget di ceritanya, mungkin karena tema yg diangkat udah terlalu banyak dijadiin crita kali yaa...
Lumayan menyayat... Apalagi untuk percintaan remaja.
bener bener menyayat hati..
dengan cerita ini aku makin suka hujan..
romantis...
apalagi judulnya.. pelangi.. memang sebuah cerminan bahwa setelah kesedihan pergi senyuman indah seseorang akan seperti pelangi..
mmm
whew...tanda baca tanda baca
tolong perhatikan, kebanyakan tanda seru, selain nggak baku, juga nggak enak dipandang mata
Tergantung pemakaiannya. Kalau untuk memperkuat dialog, itu sangat diperlukan. Saya termasuk orang yang sangat memperhatikan tanda baca dan penulisan kok, Mbak Laily. Maklum, guru Bahasa
Thx dah mampir yah.
Ou, ou. Baru sadar nih. Irin penulis ya? Nggak heran. Cerpennya Te-O-Pe. Judulnya keren.
Panjang banget ceritanya! Tapi menyentuh. Dan dalem...
Membaca ceritamu, ada sebuah kesimpulan, untuk penulisannya sudah cukup baik. Namun thema percintaan remaja, apabila konfliknya tidak tajam maka akan menjadi biasa-biasa saja.
Namun pada bagian ending yang tragis, cerita ini mempunyai nilai lebih dengan genre sejenis.
oke ceritanya...
Tetep semangat!!!