Pasang surut kehiupan, mencerminkan suatu dinamika positif untuk meraih keberhasilan. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Berbagai kendala, hambatan,, merupakan pemicu semangat untuk tetap tegar dan tawakal untuk mewujudkan impian. suka duka menjadi warna kehidupan, pahit getir merupakan pengalaman yang mendewasakan. Pasti ada hikmah indah di balik garis yang di tentukan Ilahi itu.
Tak terasa Sudah 1 bulan ia terbaring dalam keadaan koma. Gadis jelita yang penuh aktivitas ini, terpuruk dalam suratan nasib. Kepiluan membelenggu hati keluarga. Dengan penuh cinta keluarga melakukan upaya yang tak kenal menyerah. Namun apa hasilnya? Taka ada yang tau ketentuan tuhan.
Dalam kisah sejati, ungkapan hati seoarang ibunya, menjadi cermin putih kelapangan hati seorang ibu dalam merawat seorang putrinya yang sakit sejak bayi. Ketabahan hatinya, dalam memperjuangkan kesembuhan anaknya sungguh keteladanan yang patut dimiliki seorang ibu.
Namun Tuhan berkehendak lain, nyawa anaknya tidak tertolong. Penyakit kanker yang dimilikinya sejak bayi kini sudah merenggut nyawa gadis yang ceria itu.
Dewie saya akan selalu mengingatmu kenangan tentang kita berdua takan terlupakan
"Selamat tinggal Wie hanya dengan ini saya bisa mengungkapkan kesedihan hatiku"
Rating
Comments: 4
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
owhh penyampaian terakhir maap ya ngga di tulisin cerita ini merupakan cerita yang aku alami sendiri kini aku seorang yang tidak punya arti apa apa tanpa dia, dengan adanya dia dulu aku selalu semangat malahan kita sempat tunangan tapi tuhan berkehendak lain jadi soal segi penulisan maap kalo buruk tapi yang penting hati saya tidak buruk itu saja
dari segi penceritaan sech bagus
seolah mengungkapkan apa yang ada di hati
baca critaku juga yah
kangker = kanker
bdw, konflik di cerita ini menurut saia terlalu terpusat pada narasi penulis. Saia tidak melihat keterlibatan tokoh utama dalam masalah itu sendiri, kecuali penjelasan singkat di akhir cerita. Itupun masih terkesan gimaa gitu
Tanya : Siapakah yang berbicara di akhir cerita ini? Ibunya kah? Kadang diperlukan kalimat pengiring setelah kalimat langsung seperti dialog contohnya. Adakalanya kalimat pengiring itu tidak usah disertakan. Tapi dalam kasus ini, dengan narasi singkat di atasnya, saia merasa kalimat pengiring sekaligus sebagai kalimat penutup cukup diperlukan di akhir dialog.
Benar, saia masih niubie. Jadi, saia gak ngerti dengan persis, siapa yang bicara di akhir cerita. Jika Ibunya, kenapa ia mengucapkan selamat tinggal?
maaf, jika tidak berkenan
Penyampaiannya udah lumayan apik, hanya banyak salah ketik di sana sini, trus kata ilahi dan tuhan, kenapa hurufnya kecil tuh?!? dicek lagi ya sebelum posting...