Ada asbak! Iya, asbak! Selalu ia lihat asbak, asbak bulat, cantik, berwana putih kusam, mungkin karena jenis marmernya. Asbak itu diam di atas meja. Sepertinya sudah lama tak dijamah.
Apa yang Lyla lihat?
Apa yang Lyla saksikan selama ini?
Selalu saja ia tangkap asbak itu dengan matanya, mungkin mata batin, tapi semua itu semu, seperti fatamorgana namun tak seperti gurun pasir. Ilusi !
“ Nggak nyata !!! “ Lyla berani bicara, tapi ia tetap berani menatap meja panjang yang ia anggap asbak itu masih berada di sana.
Bocah - bocah Kesepian
Mengapa engkau tinggal di luar?
Tidakkah kau merasakan dinginnya angin di malam yang menusuk tulang?
Atau teriknya matahari ... lanjut baca
Gelapnya kegelapan memecah keramaian malam
Angin dingin merasuk hingga ke sela - sela tulang
Tapi,lampu - lampu hilang sekejap
Ditelan gelapnya mal ... lanjut baca
Bocah - bocah kesepian
Kenapa engkau tinggal di luar?
Tidakkah kau merasa dingin malam yang merasuk,menggigit tulang mu?
Tidakkah kau merasa panas ... lanjut baca
Secarik Kertas di Atas Meja
Gerimis belum reda. Beberapa orang mulai meninggalkan pekuburan. Didepan peristirahatan Pramono terakhir, Ani masih t ... lanjut baca
bukan kembang yang kau pajang di atas meja. sehabis subuh
mengantar pagi. masih bersetia perih doa menebar aroma.
engkau yang pergi: sehabis matahar ... lanjut baca
bukan kembang yang kau pajang di atas meja. sehabis subuh mengantar pagi. masih bersetia perih doa menebar aroma. engkau yang pergi: sehabis matahari ... lanjut baca
Sebuah Penantian...
Itu bak drama judi musikal
Saat melodi dimainkan
Dadu cinta dijatuhkan
Angka Penantian pun muncul
Hanya tinggal dibubuhi
A ... lanjut baca
Paginya di kampus, aku sedang berada di perpustakaan dan sedang berjalan melewati rak berisi buku tahunan alumni ketika sebuah buku tiba-tiba menyempi ... lanjut baca
Suara langkah kaki kanak-kanak terdengar mendekati pintu rumah sederhana milik Airin. Tak berapa lama terdengar salam,” Selamat sore Kak Irin.” Se ... lanjut baca
BULAN DI ATAS KAPAL
Torro berlari. Langkahnya berat lantaran telapak bawah sandal jepitnya menebal oleh tanah liat. Bulan bulat penuh di atas kepal ... lanjut baca
Di handphoneku tak ada pagar. Kau bebas masuk sesuka hatimu. Tapi hati-hatilah melangkah. Jangan kesandung kamera. Pengaman dan penghibur yang mengint ... lanjut baca
Penari-penari itu seperti kupu-kupu. Aku lihat samara dari tepi kolam. Tubuh-tubuhnya lentur dalam bingkai daun teratai. Selendangnya merebak sepert ... lanjut baca
Kereta kuda besar menembus hutan belantara di utara Bayusundra. Para petinggi kelompok penyihir roh bertemu dan bertukar pikiran.
“Apa yang harus ... lanjut baca
critanya tragis tp entah knp bkin ktawa miris... jrg ada keromantisan yg disangkut pautkan ma rokok n asbak...
salut deh!
hahaha, kerinduan dg mengatasnamakan rokok dan asbak