Agnira

Agnira

Kau tahu Agnira, malam saat kau melingkarkan kedua tanganmu di pundakku, mencoba merangkulku, merengkuhku erat seakan malaikat maut akan segera mengangkat jasad dan rohku naik ke langit, aku tahu bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersatu. Cinta telah bermain-main di kedalaman hati kita, namun ia tidak memberi ruang bagi kita untuk hidup bersama lebih lama.

Rating

44
points
Views: 132 reads
Comments: 7
Rating:
62.8571

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
Super x's picture
Super x at hmmm.. juga (1 year 45 weeks yang lalu)
70

Sebenarnya cerpen bisa lebih KUAT setelah editing, mungkin editingnya gak pada waktu yang tepat kali ya...

jalaindra's picture
jalaindra at hmmm.. (1 year 45 weeks yang lalu)

makasih atas komen dan masukannya.
memang, mungkin itulah kelemahan atau kekurangan sebuah cerpen yang ditulis dalam dua rentang waktu yang berbeda, nadanya menjadi berbeda. terus terang, hasil akhir dari ceritanya juga melenceng jauh dari awalan yang kurencanakan.
hatur nuhun..

haramiosa's picture
haramiosa at ~_~ (1 year 45 weeks yang lalu)
60

Kok rasanya lambaaat banget ya.

KD's picture
KD at melelahkan (1 year 45 weeks yang lalu)
100

melelahkan, monoton

nightcrawler's picture
nightcrawler at bukan favorit (1 year 45 weeks yang lalu)
60

Terus terang, paparannya bukan jenis bacaan favorit gw.
---
Tapi,
"Inilah mungkin yang dirasakan oleh Santiago manakala ia bertemu dengan gadis gurun bernama Fatima di oase Al-Fayoum, dan tergoda untuk meyakini bahwa pertanda-pertanda telah menuntunnya untuk menemukan kekasihnya itu, bahwa Fatima-lah sebenarnya harta yang ia cari."
Kutipan ini yang membekas buat gw. Kenapa coba akhirnya Santiago tetap berangkat mengejar harta dan meninggalkan Fatima? "Karena laki-laki gurun memang harus pergi meninggalkan wanitanya," jawab Fatima meringankan beban Santiago. Ugh!
---
Salam buat Jatinangor. Jembatan cincin, sekarang dan sepuluh tahun lalu, tetap sama kan? Jadi kangen...

mannthea's picture
mannthea at Tepuk Tangaaan (1 year 45 weeks yang lalu)
80

Setuju, di paragraf kedua, "kota" terlalu sering diulang.

Tapi lewat dari paragraf itu oke pisan...!

v1vald1's picture
v1vald1 at mengulang (1 year 45 weeks yang lalu)
70

Jalaindra, di paragraf kedua, pengulangan kata "kota" terasa mengganggu.
---
Sebenarnya, bahasa kamu cerdas, tapi kadang aku melihat seolah ada nafas cukup lama memisahkan antar paragraf sehingga seolah "nada"nya berbeda. Kadang bahasanya datar, kadang kau meliuk-liuk. Akhirnya aku mendapat kesan, untuk sebuah monologue, tulisan ini menjadi kurang lancar. Beberapa deskripsi pun seolah berkepanjangan. Menjadi jenuh tuk berlama-lama orang mengikuti. Dan spt yang aku sebut di awal, masih ada pengulangan kata yang kentara dalam kalimat berdekatan, sehingga menjadi sedikit mengganggu.
--
Silahkan menulis lagi. Ditunggu!