lupakan saja, aku muak mencatat peristiwa
ternyata celana dalam yang dilempar ke atas genteng mampu menangkal hujan
alasan absurd lain adalah pengaruh lengkung payung sang pawang
hingga ada yang tetap saja diam membatu
mengkerut menciut
berharap terlupakan dan menghilang selamanya
sahabatku di telentang bujur* yang berbeda
kadang aku rindu percakapan kecil tentang ubur-ubur
berkali-kali kuingat bagaimana wajahmu berbintik-bintik sebelum benar-benar terbakar
aku lupa ubur-ubur yang kausentuh itu menyembunyikan
banyak racun
kita berawal sebagai plankton yang berhenti bertanya siapa dirinya
tumbuhan ataukah binatang
sesaat setelah kedatanganmu
aku siapkan segenggam mesiu pada api
selamat terbakar rerantai bara, menggelinjang dalam nyala
mati saja kau, kawan!
===
*bujur = pan**t dalam bahasa sunda
Rating
Comments: 15
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
wah bolo2ne ning kene to.....
puisine apik lah
????
ok pilihan katanya...
masih dendam thoo mas..
huwekekkee..
tapi apik lah padahal aku yo gak tau karya si septa itu.
Poinnya ak nyontek arek arek..!
woooooooooooh
mantap beneeeeer
saya boleh minta bimbingannya kan?
hueeeee, kereeeen
boleh saya plagiat ini ngga, Om?
biar tenar
WOW..KEYEEN...
Aku suka... bagian catatan kakinya. Bujur (bahasa sunda) = pantat (bahasa indonesia).
sama. poin yang sama = 10 utk tanda bintang bujur. mohon pemirso menambahkan jumlah 10 pd karya ini
halah2 wesss taaa... arek'e yo wes kisinan, babahno thaaa