Di hari lingkungan hidup, Muhyiddin dan para penyelamat lingkungan diundang Presiden ke Istana untuk diberi penghargaan. Tentulah hal ini membuat bapaknya semakin bahagia. Acara penyerahan penghargaan disiarkan secara nasional oleh stasiun televisi pemerintah. Muhyiddin semakin bangga, karena ia tahu wajahnya akan ditonton oleh semua orang di lapak-lapak pasar dekat rumahnya.
“Para tamu undangan diharap berdiri. Bapak Presiden beserta ibu akan memasuki ruangan,” sebuah pengumuman yang disampaikan dengan suara lembut dan terdidik terdengar melalui mikrofon. Muhyiddin dan para tamu lainnya serempak berdiri. Presiden bersama istrinya memasuki ruangan. Muhyiddin kagum pada Presiden yang memimpin negerinya. Seorang yang tegap, gagah dan berwibawa.
Para undangan duduk kembali setelah dipersilahkan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan pidato oleh Presiden. Dalam pidatonya, Presiden mengajak semua pihak untuk ikut menjaga lingkungan. Sebagai seorang ahli retorika, Presiden tampaknya pandai membuat hadirin terpukau. Pidato singkat nan khidmat itu berakhir dengan sebuah aplaus meriah yang cukup panjang dari para hadirin, tidak terkecuali Muhyiddin.
“Acara selanjutnya, adalah penyerahan penghargaan oleh Bapak Presiden,” ucap protokoler yang hari itu terlihat cantik dengan pakaian nasional.
Beberapa undangan termasuk Muhyiddin maju ke depan. Dengan setelan jas dan dasi, ia jadi terlihat gagah. Sejak beberapa hari lalu, Muhyiddin mulai mengurangi kebiasaan makan sampahnya. Untuk sementara ia ingin menjadi manusia normal seperti saran Gento. ”Kan malu kalau Presiden mencium bau sampah dari mulutmu,” begitu sepupu tersayangnya itu berpesan. Sialnya, kebiasaan makan sampah yang ditahannya berubah menjadi bumerang. Muhyiddin mendadak ingin makan sampah sekarang. Ya, saat ini.
“Penghargaan pertama, diberikan pada Bapak Joko Tole atas usahanya memperkenalkan tanaman bebas polusi di pabrik-pabrik,” perut Muhyiddin mulai riuh berbunyi.
“Penghargaan kedua, diberikan kepada Ibu Ester atas peranannya sebagai pelopor penggunaan pembangkit listrik tenaga kotoran manusia yang ramah lingkungan,” bibir Muhyiddin mulai bersimbah ludah
“Penghargaan ketiga diberikan kepada pak Muhyiddin atas usahanya memberantas sampah lewat proses daur ulang alami...”
“Pak Muhyiddin,” sapa Sang Presiden ramah. Muhyiddin terbelalak, matanya berkunang-kunang. Baginya sang presiden tidak lagi terlihat sebagai seorang yang tegap, gagah dan berwibawa. Orang di hadapannya ini sekonyong-konyong menjelma jadi sepotong tulang. Sampah tukang jagal. Lantas dengan mulutnya yang lebar, dilahapnya sang presiden dalam satu kali sergapan.
“Lapaaaaarrrrr....”***
(tamat)
Rating
Comments: 9
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
...dalam suatu cerita pendek tapi entah lupa di mana^^ hehehe... ceritanya masih ringan untuk ukuran Jamil Begundal yang kok sptnya nyastra beneran ditilik dari puisi, komentar, dan tulisannya di forum. tapi alat kelengkapan berceritanya sudah lengkap, jadi diriku sungguh menanti cerita yang agak berat dikit...
gw comment tripel yah..capek ngetik satu-satu Mil!
Crita awal biasa aja. Blum ada klimaks nya, tapi gaya crita lo emang yahud! gw cukup terpesona Mil!
Crita kedua bikin gw setengah eneg! Tapi ga sampe ngilangin napsu makan gw sih! si muhyiddin mirip sumanto yah??sodaraan juga ga?hihihi
Crita ke 3 :Janjimu janji palsu! Napsu makan gw malah makin parah tuh Mil! hahaha..Btw muhyiddin masuk MURI juga ga? Tau gitu kan gw bisa brangkat ngeliput...lumayan nambah-nambah brita gw, hehehehe
Good ending Bro!
ternyata tulisan ini berbau politik ;p
untungnya kamu jauh di makassar, mil, masih ada waktu melarikan diri.
sarkastis abisss.
wah, berarti presiden sampah dong? Ha...ha...
********
Siap-siap dikejar intel loe, Mil nDal
********
Kalo ini emang orisinal, coba deh kamu kirim ke KOMPAS atau JAWA POS; lumayan, dapat 500 rb
Rien baru sampe tahan nafas aja neh...
Rien masih makan terus heheehehe..
iya mana janjina mo buat nafsu makan menghilang...
but Rien suka kok ceritana..
mikir < mode on >
Rien lagi mikir ...
harusnya bikin yang lebih kanibal dari ini ya?
menurutmu, apa maksudnya?
ah aku gak takut sama paspampres. lagian aku tak pernah bilang kalo kejadian ini terjadi di Indonesia. jadi presidennya bukan berarti presiden Indonesia.
jadi, napa harus takut???
...begundal, kamu tidak menepati janjimu untuk membuat nafsu makan menghilang di bagian 3 ini ;p
ending yang menarik! apa ada maksud tersembunyi dibalik endingnya?
^_^
Ending yang lucu dan mengejutkan. Knapa skarang makin banyak cerita dengna tema sosial yah????? hehehe.. Nice nice.